ISENG BLOGER

Ada banyak kompetisi di Indonesia Game Show 2013




Jakarta - Indonesia Game Show kembali menawarkan berbagai kompetisi bagi para gamers dalam pameran tahun ini yang akan digelar 6-8 September mendatang di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center.

Ajang tahunan yang diselenggarakan Majalah Game Station dan Rapture Gaming itu siap menghadirkan tiga kompetisi utama, dengan pemenangnya akan disponsori untuk mengikuti turnamen grand final tingkat internasional.

Pemenang World Cyber Game 2013 akan melaju ke WCG Grand Final di Kunshan, China, sementara pemenang Elektronic Sport World Cup 2013 akan diadu lagi di ESWC Grand Final Paris, dan pemenang kompetisi game Counter Strike Global Offensive dalam AGC 2013 Road to MSI Beat IT Tournament akan dikirim ke Grand Final di Shanghai, China.

Mewakili penyelenggara, CEO PT Megindo Tunggal Sejahtera Wendy Vega berharap para pemenang yang akan mencicipi pertandingan skala internasional dapat memanfaatkannya untuk menambah pengalaman.

"Kelemahan gamer kita kadang kurang kreatif dalam membuat strategi dibandingkan negara lain, ini juga berhubungan dengan pengalaman negara lain yang lebih matang," kata dia di Jakarta, Kamis.

Selain itu, ada juga Mobile Games Championship, Tekken seminar dan gathering dari pengembang game lokal, talk show dengan Sean Kim dan Hayato Sawada, untuk berbagi pengalaman di dunia game, Game Developer Award, Gadget+ Photography Competition, dan Line Booth Experience.

Wendy ingin agar IGS dapat menjadi ajang yang memfasilitasi para pelaku industri game Indonesia, seperti pengembang, distributor, dan publisher game.

"Industri game di Indonesia sangat punya potensi, apalagi negara kita memiliki jumlah penduduk besar. Investor luar juga banyak yang melirik," imbuhnya.

Mari unjuk gigi di Game Developer Award

Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam industri game, namun banyak yang memilih bekerja di luar negeri dibandingkan berkarya di tanah air, kata Wendy Vega, CEO PT. Megindo Tunggal Sejahtera dalam jumpa media Indonesia Game Show 2013 di Jakarta, Kamis.

"Oleh karena itu kami menggelar lagi Game Developer Award di IGS 2013 agar masyarakat tahu bahwa kita juga punya pengembang game lokal," ujarnya. "Dengan ini saya berharap agar mereka mau berkarya untuk Indonesia."

Game Developer Award adalah bagian dari IGS pada 6-8 September 2013 di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center Senayan. GDA memberi kesempatan kepada pengembang game lokal untuk unjuk gigi memamerkan karyanya di hadapan para juri.

"Eksposur ini yang penting, mereka punya kans untuk mendapat sponsor atau game buatan mereka dibeli karena terbukti berkualitas karena jurinya merupakan orang yang memang terlibat di dunia game," kata Afo Mikami, Product & Website Manager PT. Megindo Tunggal Sejahtera.

Para finalis akan mempresentasikan karyanya di hadapan para juri, yaitu Shuji Utsumi dari Q Entertainment Jepang yang telah melahirkan permainan populer seperti "Sakura Wars" dan "Kingdom Hearts", Ketua Asosiasi Game Indonesia Andi Suryanto, dan Intan R. Mutiaz dari Digital Media FSRD Institut Teknologi Bandung.

Beragam kategori penghargaan dibagi menjadi dua kategori besar, pengembang game amatir dan pengembang game profesional.

Pembagian kategori diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi pengembang game yang masih amatir. "Kalau berhadapan dengan profesional di satu kategori tentu kesempatannya kecil sekali untuk menang," jelasnya.


  Antara 
[Read More...]


Dari Madura ke Pentas Game Dunia



Dari Madura ke Pentas Game DuniaJakarta--Asadullohil Ghalib Kubat kebat-kebit menyaksikan jam di komputernya terus menerjang malam. Ia dan delapan rekannya masih menyempurnakan ide dan konsep proyek game digital yang sedang mereka garap. Padahal kompetisi aplikasi dunia Imagine Cup 2013 yang hendak mereka ikuti ditutup tepat pukul 12 malam pada 15 Maret lalu. Mereka pun berkejaran dengan waktu.

“Akhirnya kami bisa menyetor video game setengah jam sebelum pendaftaran ditutup,” kata Ghalib seperti dikutip Majalah Tempo edisi Senin 26 Agustus 2013.

Kompetisi yang dibidik Ghalib dan kawan-kawan terhitung prestisius. Digelar perusahaan Microsoft Corporation, kompetisi yang berlangsung pada 8-12 Juli lalu di St Petersburg, Rusia, itu merupakan puncak kompetisi para pembuat aplikasi dan game berbasis platform Windows 8. Pesertanya pelajar dan mahasiswa dari seluruh dunia. Perhelatan di Rusia itu merupakan yang kesebelas kalinya.

Ghalib sadar, ia dan tiga rekannya--Miftah Alfian Syah (penulis program), Tony Wijaya (desainer grafis), dan Mukhammad Bagus Muslim (desainer grafis)--yang terbang ke Rusia tidak datang dari universitas yang mencorong. Keempatnya mahasiswa teknik informatika Universitas Trunojoyo, Madura. Tapi ide dan inovasi baru bisa datang dari siapa pun, dari pelosok mana pun. Maka Ghalib cs, yang mengusung nama tim Solite Studio, mantap berangkat beradu gagasan.

Mereka mengusung game Save The Hamsters. Permainan di platform Windows Phone dan Windows 8 itu menceritakan empat ekor hamster yang tersesat saat hendak pulang ke sarangnya. Tugas pemain adalah membantu hamster kembali ke sarang, yang berupa lubang di tanah. Caranya, pemain harus memotong tali serta menghancurkan boks kayu, kardus, dan benda lain yang menghalangi rute.

Yang unik dari game ini adalah ada angka pada setiap tubuh hamster sehingga pemain tak bisa membawa hamster ke sembarang tempat. Pemain harus menyesuaikan dengan angka pada lubang. Di sini dibutuhkan hitungan matematika sederhana. “Kami ingin permainan ini fun, tidak membosankan, tapi memiliki efek positif kepada pemainnya,” kata Ghalib.

Game Save The Hamsters ternyata mampu membawa Solite Studio menduduki peringkat kedua. Tim berhak membawa hadiah uang senilai US$ 10 ribu (sekitar Rp 100 juta). Gelar juara pertama diraih Austria dan peringkat ketiga dari Prancis. Dalam satu setengah bulan terakhir, Save The Hamsters telah diunduh 350 ribu kali.


  Tempo 
[Read More...]


Jawara Game Dunia dari Madura



 Merebut juara game Microsoft di Rusia. Berangkat dari kesederhanaan. 

Tak ada yang menyangka, dari bilik kecil empat kali empat meter itu, lahir karya juara dunia. Ini bukanlah di Sillicon Valley, Amerika Serikat, tempat para kampiun industri digital bertahta. Tapi di Madura, pulau kecil di timur Jawa.

Bilik itu begitu sederhana. Sejumlah komputer teronggok di sudut. Ada meja rapat, dan selembar papan tulis di dinding. Sepertinya tak sepadan buat sebuah laboratorium teknologi informasi. Tapi di bilik kecil itu lah, sejumlah mahasiswa Teknik Informatika Universitas Trunojoyo, Sampang, Madura, membuat kejutan.

Dari tempat itu lahir Save The Hamster, game yang memenangi turnamen bergengsi tingkat dunia, Microsoft Imagine Cup di St. Petersburg, Rusia, 12 Juli.

Adalah empat sekawan yang membangun "selamatkan si hamster" itu. Tim kecil itu merancang-bangun aplikasi game di ruang mungil kampus. “Kemenangan ini mengejutkan,” ujar Asadullohil Ghalib Kubat, pemimpin “proyek” game ini.

Tentu, prestasi itu membuat para anak muda asal Madura bungah. Ini bukan hal sepele. Lewat kompetisi itu, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft Corp., selaku penyelenggara kontes tahunan itu, prestasi anak muda Indonesia diakui.

Kompetisi itu adalah lomba bergengsi tingkat dunia untuk mencipatakan proyek kreatif. Pesertanya adalah pelajar di bidang teknologi, pengembang, dan calon wirausaha. Sudah sebelas kali lomba itu diadakan, dan berlangsung setiap tahun.

Ada tiga kategori utama yang dilombakan, yaitu Innovation, Games dan World Citizenship. Dari tiga kategori itu, Tim Solite Studio dari Universitas Trunojoyo Madura sukses menyabet juara dua di kategori Games. Ia pun berhasil menggondol hadiah US$10.000, setara Rp100 juta.

Anak-anak Madura itu tertawa lebar saat dipotret usai pengumuman pemenang. Mereka menyisihkan 87 pelajar dari 71 negara, yang berkompetisi di final tingkat dunia. Jumlah itu disaring dari kompetisi online dan lokal dari seluruh dunia. "Semua kerja keras kami terbayarkan saat kami bisa membawa bendera merah putih Indonesia di panggung Imagine Cup 2013," kata Ghalib.

Tim Solite Studio terdiri dari Asadullohil Ghalib Kubat (Team Leader), Miftah Alfian Syah (Programmer), Tony Wijaya (Graphic Designer) dan Mukhammad Bagus Muslim (Game Designer). Semuanya mahasiswa Trunojoyo, dan berusia 22 tahun.

Tim Juri Imagine Cup sangat terkejut mengetahui game Save the Hamster telah diunduh 30.000 kali hanya dalam waktu dua minggu, 20.000 pada Windows Phone, dan 10.000 pada Windows 8.

"Banyak orang yang mengatakan, Tim Solite Studio akan berada di panggung saat malam penghargaan. Dan itu benar-benar terjadi," kata Audience Marketing Manager Microsoft Indonesia, Irving Hutagalung.

President Director Microsoft Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, ini adalah pertama kalinya tim Indonesia menang di Imagine Cup skala global. Keberhasilan ini, kata dia, menjadi bukti para pengembang program di Indonesia sudah diakui. “Bahkan yang berasal dari pulau kecil seperti Madura," kata Andreas yang menyaksikan kiprah tim Solite Studio.

Kemenangan ini pun disambut luar biasa. Nyaris semua media sosial, mulai dari facebook, twitter, hingga blog, terkena demam kemenangan. Apalagi para anak muda di Madura. Mereka bangga, game besutan anak Trunojoyo ini berhasil menjadi juara 2 dunia. Prancis kalah, dan “Tim Madura” hanya satu tingkat di bawah Austria.

Matematika si Hamster

Save the Hamsters adalah game edukatif yang dipasang di platform Windows Phone, dan Windows8. Game ini mengajak pemain belajar Matematika yang mengasyikkan.

Dalam permainan, dikisahkan ada empat hamster tersesat. Tugas pemain membantu para hamster pulang ke rumahnya.

Ada dua mode game mode, original dan adventure. Pada mode original, pemain harus menghancurkan boks, tali, dan beberapa objek lainnya yang menghalangi si hamster menuju rumahnya. Setiap hamster punya angka pada tubuhnya. Pemain harus menempatkan hamster pada tempatnya sesuai dengan simbol matematika yang ada di tanah.

Pada mode adventure, pemain harus menghindari musuh, dan mengambil kunci berisi angka yang tepat, sesuai kombinasi angka yang terdapat pada layar.

Hal unik dari Save The Hamster, pemain dapat menyusun kotak, tali, hamster, dan objek-objek lainnya, lalu menjalankannya serta menyimpannya menjadi sebuah level permainan.

Mengapa harus hamster? Ghalib mengaku memilih jenis marmut itu sebagai ikon karena karakternya yang lucu. Selain itu, hewan ini kerap jadi mainan kegemaran segala usia, dari anak-anak hingga dewasa. Ia berharap, dengan game ini orang tak sadar sudah diajak bermain matematika. Dan juga berlatih menyelamatkan hewan.

“Ide ini datang dari Miftah, sang programmer,” katanya. "Saya team leader yang mengatur semua proyek.”

Tonny Wijaya, si desainer grafis, mengatakan peran Ghalib yang tekun dan suka browsing itu cukup besar dalam proyek ini. Ghalib selalu mencari informasi perlombaan. “Kami berempat selalu nongkrong di lab,” katanya.

Empat sekawan ini suka berdiskusi soal proyek mereka. Tentu saja, sebagai mahasiswa sederhana, mereka tak rapat di kafe. Tempatnya cuma satu, laboratorium kecil itu. Tapi mereka tetap semangat, bekerja sampai larut, dan bahkan menginap di laporatorium mini itu. “Kami selalu kompak sejak pertama kami bekerja sama," kata Miftah mahasiswa angkatan 2009.

Dari kesederhanaan

Uniknya, anak-anak Madura ini bukanlah besar dari dunia urban, tempat komputer menjadi barang yang akrab. Ghalib misalnya. Dia anak petani. Rumah orangtuanya juga sangat sederhana.

Saat VIVAnews berkunjung ke rumahnya di Jalan KH M Cholil Sampang, tempat tinggalnya mudah dikenali. Ada papan kecil bertulis agen sosis. "Itu usaha kecil-kecilan ibu saya," kata anak pasangan Haji Takliman Thalhah dan Hajah Sufiah ini.

Tiga kawannya juga tak jauh beda. Miftah anak seorang pegawai biasa di PT PAL di Surabaya. Ibunya juga hanya pekerja rumah tangga. Dia tinggal di perkampungan padat di Jalan Temunggung Karya, Surabaya Utara. Mungkin, hanya Tony yang orang tuanya agak lebih beruntung. Orangtua Tonny pegawai Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, dan ibunya punya toko kelontong.

Tapi kesederhanaan tak mematikan mimpi mereka.

Sebelum menembus kompetisi dunia, sederet prestasi pernah disabet. Mereka pemenang pertama Mobile Game Dev War 4 Nokia, 2012, mendapat medali emas Lumia Apps Olympiad XNA Game Category, 2012, dan juara utama Imagine Cup Indonesia, 2013.

Ghalib berkisah mula ia terjun di game ini. Saat itu ia magang di studio game, Gate Studio, di Bandung. Lulusan SMK Teknologi Informasi An-Najiyah, Tambak Beras, Jombang, ini magang dua bulan, tepatnya pada Februari-April 2012.

Bagi dia, magang bukan sekadar merampungkan tugas akhir kampus. Ia belajar betul membuat game, dan bagaimana memasarkannya. Termasuk –agar terkenal— ikut lomba-lomba. Dari situ ia ia mengajak teman-teman di kampusnya, Miftah, Tony, dan Bagus membangun Solite Studio, tempat mereka berkarya menciptakan games.

“Lalu saya ajak teman-teman ikut kompetisi Nokia, dan kami menang,” kata Ghalib, yang kini jadi CEO Solite Studio. “Kami dapat uang Rp30 juta,” katanya.

Dari kemenangan itu, ia kian yakin, bila ditekuni karyanya bisa lebih berhasil. Mereka pun ikut lomba berkali-kali, dan puncaknya menyabet Microsoft Imagine Cup 2013.

Lalu, dipakai untuk apa hadiah Rp100 juta dari Microsoft itu? Mereka akan membeli rumah untuk markas perusahaan. Harapannya, dengan slogan “We Grow from Dreams” mereka akan memproduksi game-game orisinal asli Madura.

Mereka sudah mantap, tak akan pindah dari pulau kecil Madura, yang hanya dikenal dengan sebagai penghasil garam. “Kami ingin mendunia dari Madura,” kata Tonny.(np)

 Dari Purwokerto Mengejar Mimpi 
 
Masih belia. Jauh dari orang tua. Raih prestasi dunia.

Ribuan piala itu berjejer. Didudukan di beberapa rak. Penuh sesak di lantai tujuh itu. Di ruangan kecil. Hanya berukuran 6x10 meter. Piala-piala itu dikumpulkan semenjak tahun 1963. Tempat ini diberi nama "Hall Of Fame Achievements and Award".

Ruangan ini mengisahkan kegemilangan sekolah itu. SMAK 1 BPK Penabur. Sekolah ini berdiri di Jakarta Barat semenjak 19 Juli 1960. Dan hampir saban tahun, murid-murid di sana meraih penghargaan. Dalam banyak bidang. Dari tingkat nasional hingga dunia.

Satu dari ribuan piala itu adalah sumbangan Mikael Harseno Subianto. Siswa kelas XII di sekolah itu. Dia meraih piala ini dari ajang internasional. Bidang sains. Dari ajang International Physics Olympiad (IPhO) atau Olimpiade Fisika Internasional 2013. Ajang itu dihelat tanggal 7-15 Juli 2013. Di Kopenhagen, Denmark.

VIVAnews berjumpa dengan Mikael di sekolah itu. Berusia 17 tahun. Sosok remaja yang sepintas pendiam. Begitu bicara soal sains mengalir bagai air. Runtut. Tertata dan matang melampaui umurnya. Remaja belia ini membenam hidupnya di dunia sains. Semenjak berusia 13 tahun dia tak pernah absen dari ajang olimpiade sains.

Kemampuan mengolah angka itu memang sudah diasah semenjak sekolah di SMP Susteran Katolik di Purwokerto. Dia sudah bertarung di Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2009. Sayang dia gagal.

Kegagalan itu tak membunuh ketekunan. Setahun kemudian dia berlaga di ajang International Junior Science Olympiad (IJSO). Digelar jauh di benua Afrika, Nigeria, ajang ini diikuti siswa berprestasi dari seluruh dunia. Mikael menyabet medali perak.

Dan Juli tahun ini dia berlaga di ajang di Denmark itu. Berpuluh negara juga ikut di situ. Dari sekolah-sekolah yang punya sejarah panjang dalam bidang sains dan adu ketangkasan. Target Mikael meleset.

Meski meleset dia tidak berkecil hati. Meraih medali perunggu sudah menjadi prestasi yang membanggakan. Terutama karena ini ajang internasional dengan lawan-lawan yang tangguh. “Kalau saya lihat kebelakang lagi, seberapa jauh saya dan teman-teman saya telah melangkah, ini adalah prestasi yang sangat bagus,” ujarnya kepada VIVAnews.

Remaja berdarah Tionghoa ini mengakui bahwa semula dia sungguh tidak menyukai pelajaran Fisika. Lebih jatuh cinta dengan Kimia. Kisah soal cinta dengan pelajaran kimia itu, juga dituturkan Matius Biu Sarra. Matius adalah guru pembimbing Fisika Mikael sekolah itu.

Ketika mengikuti olimpiade sains, dia ngotot memilih pelajaran Kimia. Lantaran kuota murid sudah penuh pada pelajaran Kimia, dipenuhi siswa yang pintar-pintar pula, Mikael dialihkan ke pelajaran Fisika.

Dan pada mulanya sungguh berat. Tapi karena peluang untuk mengikuti ajang olimpiade itu hanya tersisa untuk Fisika, mau tidak mau Mikael belajar keras. Hasilnya luar biasa.

Tinggal jauh dari orangtua, yang menetap di Purwokerto, tidak membuat Mikael tenggelam dalam keriuhan metropolitan dan kehilangan semangat dalan belajar. Di Jakarta, Mikael memang tinggal sendirian. Di usia yang belia itu, dia hidup mandiri. Ke sekolah dia berjalan kaki. Beruntung dekat. Cuma 5 menit.

Sang ibunda, Listijani, mengisahkan bahwa semenjak SMP, Mikael memang sudah bertekad melanjutkan sekolah di Penabur. Meski harus jauh dari orangtua. Dan sejumlah sekolah bergengsi di Semarang dan Purwokerto menawarinya beawsiswa. Sekolah gratis. Karena melihat prestasinya di SMP.

Belakangan beasiswa itu juga diraih di Jakarta. Lantaran berprestasi, meraih medali perak pada ajang Olimpiade Sains Nasional (2010), Penabur memberi gratis biaya sekolah 80 persen. Mikael hanya perlu membayar 20 persen.

Mencetak siswa berprestasi tentu saja tidak mudah. Tapi para guru di sekolah Penabur sudah bertekad. Selama bertahun-tahun sekolah itu mampu mempertahankan peringkat pertama se-DKI Jakarta di bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan peringkat tiga tingkat nasional. Kuncinya, kata Kepala Sekolah, Endang Setyowati, hanya satu, menanam disiplin.

Di sekolah ini, lanjutnya, disiplin sudah merasuk pada anak-anak. Dengan disiplin, anak-anak yang semula cuek dan bandel akan dengan sendirinya berubah. Para guru juga di-upgrade. Di sekolahkan ke Singapura yang berkelas internasional. Dengan begitu mental para guru juga berkelas.

Tahun depan, Mikael kembali berlaga dalam ajang IPhO 2014 di Kazakhstan. Ia akan bertarung dengan sang juara utama dari ajang ini. Seorang siswa asal Hungaria, yang dua tahun berturut-turut meraih emas. Dan kini Mikael bekerja keras. Keras belajar. Mimpinya meraih beasiswa kuliah di Amerika.
 
 
[Read More...]


Raksasa Teknologi Dunia Mengakui Kepintaran Anak-anak Indonesia



 Tim juri sangat terkejut mengetahui game telah diunduh 30.000 kali.  

Tim Solite Studio dari Universitas Trunojoyo Madura, pengembang aplikasi game bertajuk 'Save the Hamsters', juara kedua sebagai aplikasi game terbaik di Imagine Cup 2013 skala global. 

Di tengah buruknya birokrasi dan carut-marutnya sistem ujian nasional, Indonesia patut bangga masih punya anak-anak bangsa yang brilian. Mereka mampu menuai prestasi dalam ajang-ajang perlombaan ilmiah dan teknologi kelas dunia.

Raihan anak-anak bangsa di kompetisi internasional belakangan ini menandakan bahwa mereka bisa cemerlang bila diarahkan dan difasilitasi dengan baik. Fasilitatornya tidak harus pemerintah, namun juga oleh pihak swasta.

Prestasi terkini diukir oleh anak-anak muda asal Madura. Dalam suatu turnamen internasional di Rusia, inovasi mereka diakui oleh raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft Corp., sebagai penyelenggara kontes tahunan, Imagine Cup.

Turnamen asah otak bagi para inovator muda itu berlangsung untuk kali ke-11, yang tahun ini berlangsung di Kota St. Petersburg, Rusia, selama 8 - 12 Juli 2013. Microsoft Imagine Cup ini merupakan kompetisi bergengsi tingkat dunia untuk pelajar di bidang teknologi, pengembang, dan calon wirausaha untuk menciptakan proyek kreatif.

Ada tiga kategori utama dalam kompetisi itu, terdiri dari Innovation, Games dan World Citizenship. Dari tiga kategori itu, ada peserta dari Indonesia sukses menyabet juara dua di kategori Games.

Tim Solite Studio dari Universitas Trunojoyo Madura, dengan aplikasi game bertajuk 'Save the Hamsters' berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dan menggondol hadiah sebesar US$10.000, setara Rp100 juta.

Asadullohil Ghalib Kubat dari Tim Solite Studio sangat bangga dan gembira dengan keberhasilan timnya menjadi juara kedua di ajang Imagine Cup 2013 Worldwide Finals.

Itulah sebabnya senyum lembar terpancar dari tim ini begitu difoto usai pengumuman pemenang. Mereka adalah salah satu dari 87 pelajar dari 71 negara berkompetisi di final tingkat dunia setelah memenangkan kompetisi online dan lokal dari seluruh dunia.

“Kemenangan ini memang mengejutkan kami. Tapi kami sebelumnya sudah optimis akan mendapatkan sesuatu di ajang final dunia ini. Setelah kemenangan di tingkat Indonesia kami terus meningkatkan kualitas aplikasi yang kami buat dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang final melalui kegiatan mentoring yang disediakan Microsoft Indonesia,” kata Ghalib.

Dia juga menambahkan bahwa mengikuti kompetisi Imagine Cup 2013 Worldwide Finals sangat menegangkan. Semua mengerahkan seluruh energi dan fokus pikirannya untuk berjuang di Imagine Cup 2013.

"Semua kerja keras kami terbayarkan saat kami bisa membawa bendera merah putih Indonesia di panggung Imagine Cup 2013 skala dunia. Rasanya luar biasa bisa ikut membuat sesuatu yang nantinya dirasakan oleh seluruh dunia," kata Ghalib mewakili teman-teman setim.

Tim Juri Imagine Cup sangat terkejut mengetahui bahwa game Save the Hamster telah diunduh 30.000 kali hanya dalam waktu dua minggu, 20.000 pada Windows Phone dan 10.000 pada Windows 8.

"Banyak orang yang mengatakan, Tim Solite Studio akan berada di panggung saat malam penghargaan. Dan itu benar-benar terjadi," ungkap Irving Hutagalung, Audience Marketing Manager Microsoft Indonesia dalam siaran pers ke VIVAnews.

Tim Solite Studio yang terdiri dari Asadullohil Ghalib Kubat (Team Leader), Miftah Alfian Syah (Programmer), Tony Wijaya (Graphic Designer) dan Mukhammad Bagus Muslim (Game Designer).

Menurut Andreas Diantoro, President Director Microsoft Indonesia, ini adalah pertama kalinya tim Imagine Cup dari Indonesia memenangkan penghargaan utama Imagine Cup di skala global.

"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa developer asal Indonesia sudah diakui, bahkan yang berasal dari pulau kecil seperti Madura," kata Andreas yang menyaksikan kiprah tim Solite Studio.

Menurut dia, kemenangan Tim Solite Studio ini juga patut menjadi teladan bagi developer-developer muda di Indonesia untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka.

Maka, Andreas bertekad bahwa perusahaan yang dia kelola senantiasa berkomitmen untuk memberdayakan developer-developer muda melalui kompetisi Imagine Cup, maupun dukungan terhadap pengembangan teknologi informasi di tanah air.

Save The Hamsters adalah game pada platform Windows Phone dan Windows 8 yang menceritakan tentang empat ekor hamster yang tersesat. Tugas pemain adalah membantu mereka untuk pulang ke rumahnya. Hal unik dari Save The Hamster ini adalah permainan ini dipadukan dengan aspek edukasi matematika sehingga menjadi permainan yang menarik.

Irving Hutagalung, Audience Marketing Manager Microsoft Indonesia yang mendampingi Tim Solite Studio selama mengikuti Imagine Cup 2013 Worldwide Finals menjelaskan bahwa kemenangan ini tidaklah mengejutkan.

“Banyak orang mengatakan bahwa presentasi mereka (di Rusia) adalah satu dari sedikit di mana para penonton memberikan pujian."

Tim Juri Imagine Cup, kata Irving, sangat terkejut mengetahui bahwa game Save the Hamster telah diunduh 30.000 kali hanya dalam waktu 2 minggu saja (20.000 pada Windows Phone, 10.000 pada Windows 8).

“Beberapa orang mengatakan kepada kami bahwa mereka bersedia untuk bertaruh bahwa Solite Studio akan berada di panggung saat Malam Penghargaan, dan mereka benar. Juara 1 akan menjadi fantastis, tetapi Juara Kedua Tingkat Dunia juga merupakan prestasi yang menakjubkan,” pungkas Irving.

Kemenangan Solite Studio di Imagine Cup adalah bukti nyata bahwa teknologi informasi dapat memberikan perubahan besar dalam suatu negara. Microsoft Indonesia berharap Solite Studio dapat menjadi digital entrepreneur masa depan bangsa Indonesia.

Turnamen Fisika

Sebelum kisah sukses para anak muda dari Madura itu muncul, bertebaran pula cerita-cerita menyenangkan yang diukir teman-teman mereka setanah air. Salah satunya adalah saat Indonesia sukses menggelar kompetisi Asian Physics Olympiad (APhO) ke-14 di Bogor pada 5-13 Mei 2013.

Indonesia tidak saja berhasil menjadi tuan rumah yang baik, namun juga turut menghasilkan sejumlah pemenang. Acara yang diselenggarakan Surya Institute dan disponsori oleh Telkom Indonesia ini diikuti oleh sekitar 145 peserta dari 20 negara.

Negara-negara yang turut serta dalam acara tahunan tersebut adalah Indonesia, Australia, Azerbaizan, China, Hong Kong, India, Kamboja, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Macao, Malaysia, Mongolia, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Turkmenistan, Thailand, dan Vietnam.

Menurut Prof Yohanes Putra, Chairman Surya Institute, sejak awal penyelenggaran APhO pada tahun 2000 silam, tim Indonesia merupakan salah satu negara yang menoreh prestasi terbaik.

"Hingga tahun lalu, Indonesia sudah mengantongi 23 medali emas, 15 medali perak, 27 medali perunggu, dan 35 honorable mention atau penghargaan khusus," kata Yohannes.

Untuk tahun ini, Indonesia akan mengirimkan delapan orang yang berasal dari sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.

Siswa yang akan mewakili Indonesia di antaranya Himawan Wicaksono (SMA St Alberus, Malang), Ryan Vitalis Kartiko (SMA Rajawali, Makassar), Justian Harkho (SMA Santa Petrus, Pontianak), Josephine Monika (SMAK Penabur, Gading Serpong, Tangerang), Fidiya Maulida (SMAN 1 Pamekasan), Aryani Paramita (SMAK 3 Jakarta), Andramica Priastyo (SMA Taruna Nusantara), dan Kristo Nugraha Lian (SMAK Penabur, Gading Serpong, Tangerang).

"Delapan orang itu adalah hasil seleksi kami pada bulan September 2012. Kami sudah mempersiapkan tim olimpiade Indonesia selama delapan bulan, dan kami menargetkan dua medali emas," kata Hendra Kwee, Ketua Penyelengara APhO 2013.

Hasilnya sesuai target. Indonesia berhasil meraih target mendali yang diharapkan. Secara umum Indonesia meraih 2 emas, 2 perak, 2 perunggu, dan 2 honorable mention atau penghargaan khusus.

Pada acara pengumumangan pemenang, Bendera Merah Putih berkibar di atas panggung. Anak Indonesia, Himawan Wicaksono, dinobatkan sebagai Absolute Winner di ajang APhO ke-14. Tak hanya itu, Himawan juga mendapat satu medali emas, gelar Best Male Participant dan Best Result in Experimental Competition.

Sementara peserta asal Indonesia yang juga meraih prestasi di antaranya:

1. Josephine Monica meraih satu medali emas dan mendapat gelar Best Female Participant.
2. Kristo Nugraha Lian meraih satu medali perak
3. Aryani Paramita meraih satu medali perak
4. Andramica Priastyo meraih satu medali perunggu
5. Justian Harkho meraih satu medali perunggu
6. Ryan Vitalis Kartiko meraih honorable mention
7. Fidiya Maulida meraih honorable mention.

Yonannes pun berharap acara APhO 2013 ini mampu meningkatkan kecintaan siswa-siswi Indonesia untuk belajar sains dan teknologi. "APhO terus mencetak 'Einstein-Einstein' baru yang kelak bisa memajukan negara Indonesia," ujarnya.


[Read More...]


Pemerintah dukung game lokal jadi pemain dunia



Jakarta Pemerintah mendukung industri game lokal menjadi raja di dalam dan luar negeri.

"Kita akan membangkitkan pelan-pelan industri game lokal untuk diikutsertakan ke festival-festival internasional," kata Kasubdit Karya Kreatif Periklanan Direktorat Ekonomi Kreatif Berbasis Media Kemenparekraf Dadang Djatmika dalam seminar Game Indonesia Bersinergi di Jakarta, Selasa.

Dia mengungkapkan, tahun lalu pemerintah telah membawa beberapa developer ke Tokyo Game Show dan London International Animation Festival (LIAF).

Kemenparekraf juga tengah menjalin kerjasama dengan beberapa negara pembuat game terkenal seperti Korea Selatan, Jepang, dan Inggris.

Menurut Dadang, kerjasama ini telah berbuah datangnya beberapa praktisi internasional untuk berbagi pengalaman mengembangkan game.

Dia menekankan, pengembangan industri game lokal amat penting karena game bukan semata permainan namun juga edukasi dan sumber penghasilan.

"Kita harus mencontoh China, Jepang dan Amerika... Tahun ini kita coba realisasikan Pekan Animasi dulu yang tentu akan melibatkan para pelaku industri game lokal," demikian Dadang.

 AGI ajak pelaku industri game bekerjasama 

Ketua Asosiasi Game Indonesia (AGI) Andi Suryanto mengajak  pelaku industri game lokal bersinergi untuk kemajuan bersama.

"Industri game di Indonesia sudah jalan. Artinya ada developer, publisher, talent, payment, dan EO, tapi masih sendiri-sendiri," ujar Andi dalam diskusi Game Indonesia Bersinergi di Jakarta, Selasa.

Dia berharap AGI menjadi wadah untuk saling bantu mengembangkan industri game Indonesia ke level lebih tinggi lagi.

Andi menginginkan game Indonesia bukan hanya raja di negeri sendiri, tapi juga merambah dunia. Namun, seluruh pelaku industri mesti bersinergi terlebih dahulu.

Andi menjelaskan, dengan bersama-sama, industri game akan lebih kuat sehingga bisa mengatasi masalah apapun, termasuk soal developer lokal yang kerap tidak dihargai publisher.

AGI baru terbentuk satu bulan lalu, dan hanya berangotakan lima perusahaan yaitu Lyto, Megasus, Agate, Logika Interaktif, dan Gudang Voucher.

Andi yang juga Presiden Lyto berharap semua pelaku industri game lokal ikut menjadi anggota asosiasi ini.

Namun beberapa developer lokal malah mengkritik AGI.

"Niatnya bagus, tapi caranya salah, mereka secara sepihak bikin asosiasi tanpa membicarakan terlebih dulu dengan para developer," ujar Panji Prakoso, selaku CEO Tinker, Bandung.

Ivan Chen dari developer Anantarupa pun mengeluhkan hal sama, bahkan kaget terhadap hadirnya AGI.

Dia menagku ingin mengamati terlebih dahulu sepak terjang AGI  sebelum memutuskan bergabung.


   ● Antara  
[Read More...]


Game Online Berhadiah Ipad, Kamera dan Laptop



Game Online Yang Berhadiah | Main Game Bisa Dapat Hadiah | Bermain Game dan Dapat Hadiah - Inilah salah satu game yang bisa anda mainkan di bulan Maret-April tahun 2013. Game yang ini berbeda, karena anda bisa bermain game sembari berusaha mendapatkan hadiah menarik.

Hadiah yang disiapkan tidak tanggung-tanggung, mulai dari Ipad Mini, Kamera Nikon hingga laptop Sony. Keren sekali kan? Anda bisa memilikinya hanya dengan satu syarat, mainkan gamenya dan jadilah ranking pertama. Setiap hadiah punya satu ranking satu, jadi anda bisa berpeluang memenangkan ketiganya jika anda berhasil ranking satu di masing-masing kategori hadiah.

Menarik sekali bukan? Anda bisa langsung main game berhadiah Ipad, Kamera dan Laptop tersebu melalui link berikut ini.


Game tersebut di atas di persembahakan oleh Toyota, untuk memperkenalkan mobil produksi terbaru mereka. Jadi jangan sia-siakan kesempatan untuk mendapatkan hadiah menarik dari Toyota.
[Read More...]


Game Online Berhadiah Ipad, Kamera dan Laptop



Game Online Yang Berhadiah | Main Game Bisa Dapat Hadiah | Bermain Game dan Dapat Hadiah - Inilah salah satu game yang bisa anda mainkan di bulan Maret-April tahun 2013. Game yang ini berbeda, karena anda bisa bermain game sembari berusaha mendapatkan hadiah menarik.

Hadiah yang disiapkan tidak tanggung-tanggung, mulai dari Ipad Mini, Kamera Nikon hingga laptop Sony. Keren sekali kan? Anda bisa memilikinya hanya dengan satu syarat, mainkan gamenya dan jadilah ranking pertama. Setiap hadiah punya satu ranking satu, jadi anda bisa berpeluang memenangkan ketiganya jika anda berhasil ranking satu di masing-masing kategori hadiah.

Menarik sekali bukan? Anda bisa langsung main game berhadiah Ipad, Kamera dan Laptop tersebu melalui link berikut ini.


Game tersebut di atas di persembahakan oleh Toyota, untuk memperkenalkan mobil produksi terbaru mereka. Jadi jangan sia-siakan kesempatan untuk mendapatkan hadiah menarik dari Toyota.
[Read More...]


Download Emulator Ps1



Download Emulator Ps1 -- Anda penggemar Ps1, Jika iya kini Download Emulator Ps1 sudah banyak beredar di dunia maya. Nah maksud saya tadi jika Anda suka bermain Ps1 tapi tidak punya atau sudah dijual dan ingin bermain lagi, Anda bisa bermain Ps1 di komputer namun Anda harus Download Emulator Ps1 nya terlebih dahulu. Emulator Ps1 itu mungkin sudah mencapai versi 1.17 namun yang akan saya share dan berikan untuk Anda Download itu adalah Emulator Ps1 yang versi 1.13. Mengapa saya berikan yang 1.13 bukan yang 1.17, karena menurut saya di emulator 1.13 ini sangat mudah untuk penyetingannya. Nah untuk bermain Ps1 ini, Anda harus mempunyai kaset atau Anda harus mempunyai gamenya namun yang berfile atau bertipe .iso atau .bin. Seperti game yang kemarin saya posting adalah Game Super Shoot Soccer. Nah di game tersebut, formatnya adalah .iso, jadi game tersebut dapat berjalan di Emulator Ps1 tersebut.

Psx 1.13

Sebelum Anda Mendownload Emulator Ps1 yang berversi 1.13, Anda harus tahu terlebih dahulu spesifikasinya, jangan-jangan komputer atau laptop Anda gak support lagi haha bercanda. Berikut ini Spesifikasi Emulator Ps1.

Spesifikasi Emulator Ps1 atau PSX 1.13
  • Komputer Anda minimal mempunyai Processor 3 pentium.
  • Bisa dipakai di OS ( Windows, Ubuntu, dan Linux ).
  • VGA harus besar minimal 16 mb hehe.
  • Joystick 2 buah ( ini tidak harus ) pakai keyboard pun juga bisa.
  • Memori RAM minimal harus 512 mb.
  • Harddisk minimal 5 GB yang nantinya berfungsi untuk menyimpan data-data yang berformat .iso.
Nah itulah spesifikasinya. Sekarang jika anda ingin cepat-cepat Download Emulator Ps1 dan ingin cepat-cepat bermain gamenya, kali ini Teknologi Komputer akan memberikannya cuma-cuma berikut link downloadnya. Semoga bermanfaat buat Anda dan sekian Artikel kali
[Read More...]


Studio Game Indonesia Siap Serbu China



http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/13/1651498p.jpg?1355212516968Jakarta Sebuah studio game asal Indonesia, TouchTen, telah menjalin rekanan dengan perusahaan China, Yodo1, untuk berusaha menembus pasar game di negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu.

Dalam keterangan resminya, CEO TouchTen, Anton Soeharyo, berharap game seperti Infinite Sky dan Sky Beauty bisa mencapai sukses yang lebih besar di China.

Yodo1 saat ini diklaim memiliki pengguna aktif melebihi 5 juta orang. Perusahaan ini memang spesialis melokalkan banyak game dari luar China.

Yodo1 saat ini baru menggandeng 9 rekanan untuk menghadirkan game dari luar China. Kebanyakan rekanan itu adalah perusahaan game dari barat. Dari Indonesia, mereka baru mengambil game TouchTen.

Anton berharap masuknya TouchTen ke pasar China juga akan membantu mempromosikan Indonesia sebagai sumber bakat-bakat baru dalam pengembangan dan perancangan game.

Salah satu game yang akan dihadirkan oleh Yodo1 adalah Infinite Sky, sebuah game pertempuran pesawat terbang yang tersedia untuk iOS dan Android.


Kompas
[Read More...]


Orang Indonesia di Balik Game Assassin's Creed



http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/09/2126429p.jpg(oik yusuf/ kompas.com) Richard Bharata (kiri) Level Artis Ubisoft Studios

Indonesia  Seri video game Asassin Creed dari Ubisoft yang kini telah mencapai judul ke lima (Assassin's Creed III) dikenal sebagai permainan yang menyajikan gameplay terbuka di tengah tempat-tempat historis yang tervisualisasi dengan indah.

Dalam seri game ini pemain menjelajahi lokasi-lokasi bersejarah seperti kota Istanbul pada zaman Ottoman, Roma dalam masa renaissance, serta Amerika Serikat sewaktu dilanda perang saudara. Semuanya ditampilkan dengan detil lingkungan dan arsitektur yang akurat sesuai era masing-masing.

Untuk mewujudkan itu semua diperlukan kerja keras yang tidak sedikit, mulai dari riset sejarah, kunjungan ke lokasi yang sesungguhnya, hingga proses pengembangan lingkungan dalam game. Nah, di sinilah Richard Wych Bharata Setiawan, seorang kelahiran Indonesia, memainkan peranannya.

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/09/2130504.jpg?1355063434546
ubisoft

Lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti ini menjabat sebagai Level Artist di studio besar Ubisoft di Montreal, Kanada.

Sebagai perancang lingkungan game, Richard terlibat dalam pembuatan sejumlah game dalam seri Assassin's Creed, termasuk Brotherhood dan Revelations yang merupakan ekspansi dari judul Assassin's Creed II. Dia juga turut menangani proses desain dalam seri game populer lain bikinan Ubisoft, yaitu Prince of Persia.

Dari Lokal ke Mancanegara

Richard tidak serta-merta melompat ke Kanada begitu lulus kuliah. Pria yang akan segera menikah dalam waktu dekat ini mengawali karirnya sebagai desainer grafis di Forhet, pada 2005. Kurang lebih setahun kemudian, dia bergabung dengan Matahari studios -- sebuah pengembang game lokal -- sebagai Special Effects Artist.

"Kebetulan, saya lalu dapat informasi bahwa Ubisoft akan membuka studio di Asia Tenggara," ujar Pria yang mengaku belajar mendesain obyek-obyek dalam game secara otodidak ini.

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/09/2138484.jpg?1355063931406
geekbox.net Salah satu setting lokasi di game Assassins Creed III

Jadilah Richard mengajukan lamaran sebagai special effects artist. Tetapi posisi yang diinginkannya itu ternyata tidak tersedia. Richard lantas nyemplung sebagai level artist dan modeller di Ubisoft Singapura pada tahun 2008 silam. Dia adalah salah satu dari dua orang Indonesia yang tergabung dalam tim awal studio Ubisoft Singapura yang berjumlah 25 orang.

"Ketika itu ada kejadian lucu di mana saya diminta mengisi form pekerjaan. Saya diberikan laptop, tetapi keyboard-nya menggunakan bahasa Perancis. Lama sekali saya mengisinya karena harus mencari huruf yang tepat satu per satu, ha ha ha," ujar Richard sambil tergelak ketika mengenang pengalamannya tersebut. Maklum, Ubisoft adalah perusahaan asal Perancis, rupanya mereka lupa membawa peralatan yang cocok untuk kawasan Asia Tenggara.

Tiga tahun bekerja di Singapura, Richard lantas pindah ke Studio utama Ubisoft di Montreal, Kanada, di mana dia bermukim hingga kini.

Pengalaman Richard menggunakan keyboard berbahasa Perancis berlanjut dalam bentuk yang berbeda di Montreal, karena Perancis adalah bahasa utama di kota itu. Richard pun makin getol belajar Bahasa Perancis. "Sekarang sudah tidak kaku lagi berbahasa Perancis meskipun masih harus banyak belajar," ujarnya.

Pekerjaan Kolosal

Melihat tampilan dunia dalam seri Game Assassin's Creed yang luas dan begitu mendetail, dapat dibayangkan bahwa pembuatnya pastilah bekerja keras untuk merealisasikan lingkungan game dari gambaran konsep yang ditetapkan sebelumnya.

Di studio Ubisoft, sebagian besar tanggung jawab ini berada di pundak Art Director yang memberikan arahan seputar rancangan game pada sejumlah sub-bagian, termasuk Character Design dan Level Designer yang menjadi atasan Richard.

"Kalau diumpamakan, Level Designer membuat 'mangkuk' lingkungan dunia game berikut 'level box' yang mewakili obyek-obyek dalam dunia game. Level Artist seperti saya kemudian mewujudkan dunia itu sesuai arahan," jelas Richard mengenai bidang pekerjaannya.

Dari situ, Richard bersama tim Level Artist memikirkan kira-kira arsitektur seperti apa yang sesuai dengan setting game, lalu bekerja membuat obyek-obyek dan lingkungan dalam game berdasarkan referensi yang didapat berikut limitasi interaksi dalam game yang ditetapkan oleh programmer.

Kadang proses ini bisa membuat pusing tujuh keliling. Richard memberi contoh salah satu level dalam game Assassin's Creed: Brotherhood yang menampilkan reruntuhan Colosseum di Roma, Italia, lengkap dengan ruang-ruang bawah tanahnya.

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/09/2141563.jpg?1355064097656
gamesradar.com Colosseum dalam game Assassins Creed: Brotherhood

"Kami harus membuat Colosseum sesuai dengan keadaannya di abad ke-15, tahun 1400-an, sementara gambar-gambar referensi yang tersedia hanya dari tahun 2000-an," ungkap Richard. Kendati demikian, nyatanya di tengah keterbatasan itu, tim pengembang Ubisoft tetap berhasil memvisualisasikan desain Colosseum yang megah.

Ketika itu, Richard antara lain bertanggung jawab membuat setting dungeon atau ruang tahanan bawah tanah di Colosseum yang juga dipakai sebagai arena kejar-kejaran menggunakan kuda di dalam game. "Proses pembuatannya lama sekali, tapi ketika dimainkan dalam game, lima menit saja level-nya sudah lewat, ha ha ha,"

Dalam proses pembuatan game, Ubisoft menerapkan sistem 'milestone' atau target pencapaian dalam kurun waktu tertentu. Jika sudah dekat waktu deadline, Richard kerap lembur demi merampungkan pekerjaan.

Tantangan dalam melakukan proses desain lingkungan game itu pun selalu mengalami ekskalasi dari judul ke judul. Menurut Richard, ini karena Ubisoft selalu meminta rancangan yang lebih detail untuk game berikutnya. "Pengerjaan dari Assassin's Creed II ke Brotherhood lalu setelah itu ke Revelations, misalnya, selalu harus disertai dengan peningkatan kualitas sehingga kami harus bekerja lebih giat lagi."

Saat semuanya sudah selesai, dunia game kemudian digabungkan dengan bagian-bagian lainnya seperti karakter game hasil rancangan character artist dan fashion designer yang juga dibuat berdasaran referensi faktual.

Hasil karya Richard bisa dilihat di serangkaian judul game dalam seri populer ini, mulai Assassin's Creed II, Assassin's Creed: Brotherhood, Assassin's Creed: Revelations, hingga yang terbaru Assassin's Creed III yang tersedia untuk platform PC dan konsol game seperti Xbox 360 dan PlayStation 3.

Gerilya

Richard mengaku menikmati bekerja di studio terbesar Ubisoft di Montreal. "Suasananya cair, kekeluargaan. Semua karyawan, misalnya, makan siang bersama tanpa memandang posisi atau jabatan."

Meski begitu, pria yang mengaku suka main game untuk melihat-lihat desain lingkungannya dan mencari inspirasi ini masih meyempatkan diri pulang ke tahah air dengan memanfaatkan waktu senggang antar pembuatan judul game.

"Kebetulan, sekarang lagi in-between, jadi bisa pulang ke rumah," ujar Richard ketika ditemui KompasTekno di sela-sela gelaran Indocomtech 2012 di Jakarta, November lalu. Saat itu, seri game terbaru yang turut ditangani Richard, Assassin's Creed III, memang telah rampung dan baru dirilis ke pasaran.

Soal industri game di Indonesia, Richard mengatakan bahwa sebenarnya terdapat banyak talenta berbakat di Tanah Air. Hanya saja, menurut Richard, di samping belum adanya investor besar yang berani mendanai pembuatan game seperti Assassin's Creed, ada hal lain yang sedikit mengganjal kemajuan dunia game nusantara dalam mengembangkan game berskala besar.

"Banyak yang bagus, tapi kebanyakan dari mereka bergerak seperti pejuang gerilya zaman kemerdekaan, yaitu terpisah-pisah antar daerah. Seandainya saja bisa disatukan, tentu bisa kuat sekali," ujar Richard.

Bagaimana dengan para rekan seprofesi yang memutuskan untuk mengadu nasib di negeri orang, seperti Richard sendiri? Menurut dia, hal tersebut berkaitan dengan besarnya penghargaan atas karya mereka yang bisa diperoleh di luar negeri.

"Namanya juga memenuhi kebutuhan hidup. Di Indonesia banyak talenta pembuat game berkualitas internasional, tapi penghasilannya kurang. Seandainya keadaan itu berubah, pasti semua yang bekerja di luar negeri akan pulang kampung dengan senang hati," tandasnya.


●  Kompas
[Read More...]


Game Paling Berbahaya



Game Paling Berbahaya
Game Paling Berbahaya -- Setelah lama sekali teknologi komputer tidak membuat artikel dan memposting artikel, kali ini akan saya buat artikel ( buat lucu-lucu saja ) yang sangat menarik yaitu tentang pengalaman saya. Pengalaman saya itu adalah bermain game hehe. Sebenarnya game ini sangatlah asyik, menantang dan membuat kita termotivasi untuk bekerja keras. Tapi tahukah kamu bahayanya game ini?. sebelum itu akan saya ceritakan terlebih dahulu game tersebut.

Harvest moon + teknologi Komputer

Game ini adalah game yang sangat menari untuk dimainkan. Karena game ini mengajaran kita untuk beternak, membangun rumah, menanam tanaman dan memelihara hewan-hewan. game ini lebih seru karena di sini kita juga akan mengalami pernikahan. Namun untuk menikah, kita harus membuat seseorang yang di inginkan menjadi senang atau mempunyai hati yag merah. Game ini juga sangat berefek kepada keseharian kita ( bagi yang tidak malas ). Sebab di game ini kita harus bertahan hidup dengan bekerja keras dan bekerja keras. Dulu saat Teknologi Komputer bermain  game ini, dikirain tidak ada endingnya atau akhir dari game ini, ternyata saat saya search di youtube.com, saya menemukan ending atau akhir dati game ini. Game ini akan berakhir jika kita telah menempuh perjunagan hingga tiga tahun. Nah itulah cerita saya saat bermain game ini dan cerita saya mengapa saya jarang membuat postingan baru.

Sekarang saya akan jelaaskan bahayanya game ini. Game ini berbahaya sekali, karena jika kita mulai bermain game ini, kita akan kecanduan hingga apa yang akan kita lakukan tadi menjadi lupa. Selain itu bahaya game ini adalah setelah kita kecanduan pasti kita akan mengalami yang namanya begadang. Setelah itu kita akan tidur pada jam malam, padahal jam malam tidak baik untuk kesehatan, terus jika sudah begitu kita akan mudah terserang penyakit dan akan sakit. Nah disinilah bahaya game ini, bahayanya yaitu SAKIT. 

Kalau Anda tahu, game online juga dapat menjadi game yang berbahaya sebab semua sudah ada di artikel saya yang pertama yaitu tentang BAHAYA BERMAIN GAME ONLINE.

Bagaimana menurut Anda Game Paling Berbahaya ini?, jika saya salah ya tolong di komentari ya agar saya dapat memperbaharui artikel ini, ok. *__*.
[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri