ISENG BLOGER

Telkomsel: 2011, Internet Broadband Melonjak



Instalasi BTS

VIVAnews
- Memasuki tahun 2011, PT Telkomsel berencana fokus pada pengembangan jaringan Internet broadband. Langkah ini ditempuh karena diproyeksikan permintaan pasar terhadap layanan Internet mobile atau via modem akan melonjak.

"Kalau di kawasan kota-kota besar di Indonesia, seperti Metro (Jakarta), penetrasi Internet broadband memang bisa dikatakan tinggi. Tetapi, kami tetap akan meningkatkan daya pada jaringan. Apalagi kita semakin dekat dengan teknologi 4G," kata GM Sales & Customer Service Metro Jakarta Daniel Azhari dalam keterangannya, Selasa 4 Januari 2011.

Kalau di tahun 2010, Daniel mengatakan, perusahaan fokus pada peningkatan kapasitas, baik suara, teks, maupun data. Namun, proyeksi perusahaan mengatakan kebutuhan terhadap layanan data menunjukkan angka yang signikan.

Untuk menyambut tingginya kebutuhan data tersebut, anak perusahaan Telkom ini mengaku akan meningkatkan infrastruktur yang mendukung Internet broadband. Di area II, Telkomsel dilaporkan memiliki 2.023 unit BTS node B (3G) dan 5.737 unit BTS 2G.

Selain Internet broadband, Telkomsel area II (Jabodetabek dan Jawa Barat), tetap fokus pada ekspansi jangkauan dan distribusi di daerah-daerah pelosok. "Penetrasi selular di Metro boleh dikatakan tinggi, tetapi di Area II secara keseluruhan sebetulnya masih banyak pasar yang belum digarap," tutur Daniel.

Sampai akhir tahun lalu, dia memaparkan, pelanggan Telkomsel Area II diperkirakan sekitar 23,5 juta pelanggan, dan 14 juta pelanggan di antaranya berada di Jakarta. Pertumbuhan pelanggan dibandingkan tahun lalu sekitar dua juta. "Di tahun 2011, kami mengharapkan akuisisi 5,5-6 juta pelanggan baru," jelasnya.


VIVAnews
[Read More...]


Lapan Siap Uji Statik Roket Pengorbit Satelit



Jakarta, Kompas - Roket pengorbit satelit berdiameter 550 mm atau 0,55 meter telah berhasil dirancang bangun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Uji Statik roket RX-550 ini akan dilaksanakan akhir Januari setelah menjalani uji struktur.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun di Jakarta, Senin (3/1), menjelaskan, pembuatan RX-550 ini melibatkan PT Krakatau Steel dalam tahap rekayasa. Keterlibatan industri strategis ini dalam pencetakan moncong roket atau nozzle.

Sementara itu, fabrikasi propelan dari material padat ini dilakukan bertahap, yaitu dengan mempertimbangkan ukurannya yang relatif besar, keterbatasan fasilitas yang dimiliki Lapan, dan keamanan proses.

Sutrisno, Kepala Bidang Propelan Lapan, mengatakan, pembuatan propelan yang terdiri dari delapan bagian ini dimulai September 2010. Setiap bagian atau segmen itu kemudian disatukan menjadi bentuk yang utuh.

Pemeriksaan struktur roket RX-550 yang dipamerkan dalam Indo Defence di Jakarta, November lalu, menurut Adi, dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional yang memiliki fasilitas non destructive test (NDT). Pengetesan ini untuk memeriksa hasil pengelasan pada sambungan setiap segmen dan kemungkinan adanya keretakan pada struktur.

Rencana uji statik RX-550 pada akhir Januari 2011 ini, menurut Deputi Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata, mundur dari jadwal semula, pertengahan Desember lalu. ”Pengunduran ini menyesuaikan pergeseran pelaksanaan NDT menggunakan sinar X. Kalau uji sinar X hasilnya baik, baru dilakukan uji statik,” ujar Soewarto.

Di Kabupaten Garut

Uji statik akan dilaksanakan di Instalasi Uji Terbang Roket di pantai selatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Jika uji statik ini berhasil, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan RX-550 untuk uji terbang. Sebelum itu, data uji statik akan dimasukkan dalam simulasi komputer untuk melihat sistem aerodinamika roket. ”Dalam simulasi, roket harus mampu masuk ke orbit pada ketinggian 200 kilometer,” ungkap Adi.

Sistem simulasi komputer ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia yang memiliki fasilitas tersebut.

Apabila pengujian ini tidak menunjukkan hasil yang memadai, diameter roket harus ditingkatkan. Selain itu juga perlu dilakukan peremajaan sistem pencampur propelan atau mixer untuk dapat membuat bahan bakar roket yang dapat meluncur hingga ketinggian di atas 230 kilometer. Dalam mempersiapkan peluncuran roket ini, Lapan juga akan bekerja sama dengan PT Pindad. (YUN)


KOMPAS
[Read More...]


LAPAN : Fenomena Halo Tak Berkaitan dengan Bencana



Foto: astronet.ru

JAKARTA
- Banyak warga Yogya yang mengkhawatirkan fenomena Halo akan berkaitan dengan munculnya bencana. Namun hal ini dibantah oleh pihak lembaga penerbangan dan antariksa nasional (LAPAN).

"Tidak ada kaitannya sama sekali antara cahaya Halo dengan gempa bumi. Halo disebabkan karena faktor awan sementara gempa disebabkan karena faktor kulit bumi," jelas Thomas kepada
Okezone di Jakarta, Selasa (4/1/2011).

Thomas menambahkan bahwa cahaya Halo di Yogya juga tidak ada kaitannya dengan gerhana matahari yang terjadi di sebagian wilayah Eropa dan Timur Tengah hari ini (4/1).


Sebelumnya masyarakat mempercayai jika fenomena cahaya Halo berkaitan dengan munculnya bencana. Seperti yang pernah terjadi saat gempa di Padang beberapa waktu lalu, yang didahului dengan kemunculan fenomena Halo di wilayah tersebut.


Kini wilayah Yogya mendapat giliran disambangi cahaya Halo, meski tidak berlangsung lama. Saat ini cincin yang mengitari matahari itu telah menghilang dan pemandangan matahari kembali normal.


Fenomena Halo sendiri dikatakan Profesor Thomas terjadi karena saat musim hujan, sebagian partikel uap air naik ke atmosfer dan memiliki kemampuan untuk membiaskan cahaya yang dikeluarkan matahari. Fenomena ini hampir sama dengan proses pembentukan pelangi yang datang setelah hujan turun. Tidak heran jika kemudian lingkaran itu mengeluarkan cahaya warna-warni seperti pelangi dengan lingkaran gelap di sekeliling matahari akibat matahari berada te
gak lurus dengan bumi.(srn)


Okezone
[Read More...]


LAPAN : Halo Hanya Fenomena Alam Lokal Biasa



gambar: BBC

JAKARTA
- Pukul 11:00 WIB, warga Yogyakarta melaporkan melalui Twitter bahwa terjadi fenomena alam Halo di daerahnya. Banyak juga yang mengunggah foto tersebut di Twitter.

"Fenomena Halo adalah ketika terjadi pembiasan cahaya matahari oleh kristal es di awan tinggi," jelas Profesor Thomas Djamaluddin dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kepada Okezone di Jakarta (4/1/2010).

"Hampir mirip dengan fenomena pelangi. Kalau pelangi terjadi karena pembiasan sinar matahari oleh air hujan yang ada di awan. Maka Halo terjadi karena pembiasan sinar matahari oleh kristal es yang ada di awan," kata Thomas.

Thomas juga mengatakan kalau Halo adalah fenomena alam biasa yang sifatnya lokal. Oleh karena ini fenomena tersebut tidak akan terjadi untuk skala wilayah yang lebih luas.

"LAPAN menangkap informasi ini dan tidak akan melakukan penelitian secara khusus karena cahaya Halo ini adalah fenomena alam biasa yang sifatnya lokal," terang Thomas.

Dikutip melalui situs NASA, fenomena Halo terjadi karena saat musim sebagian partikel uap air naik ke atmosfer dan memiliki kemampuan untuk membiaskan cahaya yang dikeluarkan matahari. Fenomena ini hampir sama dengan proses pembentukan pelangi yang datang setelah hujan turun. Tidak heran jika kemudian lingkaran itu mengeluarkan cahaya warna-warni seperti pelangi dengan lingkaran gelap di sekeliling matahari akibat matahari berada tegak lurus dengan bumi.

Fenomena ini terjadi tidak terlalu lama. Hingga kini dikabarkan cincin yang mengitari matahari itu sudah menghilang dan pemandangan matahari telah kembali normal.(srn)


Okezone
[Read More...]


Trafik SMS Tahun Baru Telkomsel Naik 136%



JAKARTA - Sepert halnya operator penyedia layanan telekomunikasi lain, Telkomsel juga mengalami kenaikan trafik saat pergantian tahun. Untuk SMS saja, Telkomsel mengalami peningkatan sekira 136 persen dari jumlah SMS di hari biasa.

"Penggunaan SMS saat tahun baru mencapai 1.800 juta atau melonjak 136 persen dari jumlah SMS hari biasa yang hanya 763 juta per hari. Jika dibandingkan trafik saat tahun baru 2010, pencapaian ini meningkat 89 persen. Kebanyakan mereka mengirim SMS ucapan 'Selamat Tahun baru'. Kondisi tersebut mencerminkan performansi layanan komunikasi Telkomsel dalam kondisi yang sangat optimal di malam pergantian tahun," ujar Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, dalam keterangannya, Selasa (4/1/2011).

Telkomsel sendiri sudah mengantisipasi kenaikan pengiriman SMS tersebut dengan peningkatan kapasitas SMS Center dari 60.000 SMS/detik tahun lalu menjadi sanggup memproses 80.000 SMS/detik. Secara berturut-turut, trafik SMS paling tinggi terjadi pada tanggal 31 Desember 2010 sebanyak 950 juta SMS, lalu tanggal 1 Januari 2011 sekira 848 juta SMS.

Sementara itu, penggunaan layanan komunikasi untuk menelpon meningkat menjadi 310 juta panggilan pada puncak pergantian tahun, di mana trafik yang sukses dilayani 1.080 juta menit atau melonjak 13 persen dibanding trafik suara di hari normal. Sedangkan untuk layanan MMS terjadi kenaikan trafik sebesar 75 persen menjadi 1.100 ribu MMS dari trafik MMS sehari-hari 630 ribu MMS. Sementara untuk layanan data, terjadi penurunan trafik sebesar 11 persen menjadi 56 Tera Bytes dari trafik data sehari-hari 63 Tera Bytes per hari.

Jika dibandingkan dengan awal tahun 2010, trafik layanan suara di awal tahun ini naik sekitar 29 persen, yang diikuti dengan peningkatan trafik untuk layanan data sebesar 100 persen. Hal ini disebabkan oleh perubahan perilaku komunikasi pelanggan yang lebih suka memanfaatkan layanan data melalui instant messaging (chatting) untuk menyampaikan ucapan 'Selamat Tahun Baru'.

Sarwoto menambahkan, secara umum tidak ada kendala berarti yang dialami Telkomsel dalam menghadirkan kelancaran dan kenyamanan berkomunikasi pelanggan menjelang momen pergantian tahun. Hal ini dikarenakan Telkomsel secara rutin melakukan kegiatan pengecekan jaringan untuk mempersiapkan terjadinya lonjakan trafik komunikasi yang signifikan, yang biasanya terjadi pada setiap Hari Raya Idul Fitri maupun Tahun Baru. (srn)


Okezone
[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri