ISENG BLOGER

Indonesia-Korsel jajaki kerja sama ekonomi kreatif



Jakarta - Indonesia dan Korea Selatan menjajaki kerja sama di bidang ekonomi kreatif khususnya dalam hal film, musik, seni pertunjukan, fesyen, hingga konten digital seperti games dan animasi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu, menyatakan pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan, selama 2 hari pada 9--10 September 2013 untuk menjajaki kerja sama di bidang ekonomi kreatif.

"Seperti diketahui Korea Selatan telah maju dalam mengembangkan industri kreatifnya baik film, musik, seni pertunjukan, fesyen, konten digital seperti games dan animasi," katanya.

Menurut dia, di bawah Pemerintahan Korea Selatan yang baru, ekonomi kreatif terus diprioritaskan.

Mari menambahkan, dalam hal ini Indonesia ingin menjajaki kemungkinan kerja sama dengan kementerian terkait ekonomi kreatif untuk pertukaran informasi, pengalaman, dan menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan ekonomi kreatif, pelatihan dan peningkatan kapasitas, serta memfasilitasi kerja sama antara pihak swasta di kedua negara.

Dengan didampingi oleh Dubes RI di Seoul John A. Prasetio, dan Dirjen Ekonomi Kreatif berbasis Media, Desain, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemenparekraf Harry Waluyo, bertemu dengan tiga kementerian dan lembaga terkait di Korea Selatan.

Tiga pejabat Korea Selatan yang ditemui adalah Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan Jingryo Yoo; Menteri Ilmu Pengetahuan, Teknologi Komunikasi dan Informasi, dan Perencanaan Masa Depan (Minister of Science, ICT & Future Planning, ROK) Choi Mun-Kee, serta CEO dari Korea Creative Content Agency (KOCCA) Hong Sang Pyo.

Pertemuan di tingkat pejabat tinggi juga dilakukan dengan Korea Film Council.

"Berdasarkan berbagai kesepakatan, termasuk Indonesia-Korea Task Force dan Working Group on Trade and Investment, telah diusulkan untuk dibentuk Working Group dan kerja sama untuk industri kreatif dan diprioritaskan di empat industri, yaitu film, musik, seni pertunjukan, dan industri kreatif berbasis konten digital," katanya.

Namun, menurut Menteri, dirasakan perlu untuk ada payung hukum kerja sama antarkementerian terkait agar Kelompok Kerja dapat efektif dan juga agar dibuatkan Rencana Aksi yang jelas.

"Kedua belah pihak telah sepakat untuk melanjutkan pembahasan dan menyelesaikan MOU dimaksud dalam waktu yang tidak terlalu lama," katanya.


  ● Antara 
[Read More...]


Proyek Peluncuran Satelit di Biak Masih Jalan



Proyek ini mengambang bertahun-tahun karena belum ada kesepakatan. 

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. GaluzinDuta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, mengatakan proyek peluncuran satelit atau air lunch di kota Biak, Provinsi Papua masih terus berjalan. Galuzin bahkan membantah apabila proyek itu tiba-tiba batal karena hingga ini perkembangan proyeknya masih belum jelas.

"Setahu saya proyek itu masih terus berjalan dan tidak ada pembatalan," ungkap Galuzin kepada VIVAnews, Selasa 10 September di kediamannya, Kuningan, Jakarta.

Namun Galuzin mengatakan masih harus memeriksa data dan informasi lebih lanjut soal perkembangan proyek tersebut. Dia beralasan ketidaktahuannya itu karena dia masih baru menjabat sebagai Duta Besar Rusia di Indonesia Januari 2013 kemarin.

"Saya akan memeriksa terlebih dahulu hasil kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Indonesia tahun 2007 silam. Apakah memang ada kesepakatan yang memang membahas soal peluncuran satelit," imbuh dia.

Proyek peluncuran satelit Rusia dimulai tahun 1999 silam. Saat itu mereka mendirikan Air Launch Aerospace Corporation (ALAC). Proyek ini menarik perhatian banyak negara termasuk Indonesia.

Proyek Air Launch Indonesia dengan Rusia rencananya akan dilaksanakan di Pulau Biak, Papua. Peluncuran satelit akan dilaksanakan dari Bandara Internasional Frans Kaisepo, kota Biak pada tahun 2018 mendatang.

Alasan pemilihan Biak sebagai lokasi peluncuran, karena posisinya sangat dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga dapat menghemat biaya lebih murah hingga sepuluh kali lipat. Selain itu sesuai dengan bandara berstandar internasional dengan panjang 3.570 meter.

Namun proyek itu terus "mengambang" selama bertahun-tahun karena belum tuntasnya kesepakatan antar pemerintah kedua negara menyangkut hal teknis, misalnya menyangkut jaminan perlindungan teknologi roket.(eh)


[Read More...]


Indonesia-Cina Sepakat Pererat Kerjasama Ekonomi



https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTGW9dQCVAWuLh3tMUxjKbN1dYFRAoUuxMOFiqXstrFF3DR6NngjQJakarta -Indonesia dan Cina sepakat untuk melakukan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dalam hal pengembangan kawasan industri dan pembangunan pabrik di Kalimantan dan Sulawesi.

Menteri Perindustrian, Mohamad Suleman Hidayat, mengatakan selama KTT G-20 di Rusia pekan lalu, Indonesia dan Cina melakukan pembicaraan untuk memfinalkan perjanjian ekonomi tersebut.

"Membicarakan perjanjian kerja sama kedua negara untuk membangun kawasan industri Timur, khususnya di Kalimantan dan Sulawesi dan daerah yang mendekati sumber mineral," katanya di Gedung DPR, Senin, 9 September 2013. Hidayat mengatakan kerja sama pengembangan industri dan pembangunan pabrik merupakan kerja sama di sektor mineral senilai US$20 miliar.

Menurut Hidayat, di masing-masing lokasi kawasan industri, nilai kerja sama mencapai US$2 miliar. Nantinya 10 BUMN lokal akan terlibat dalam kerja sama pengembangan industri dan investasi dengan perusahaan-perusahaan Cina tersebut. Kerja sama akan dilegalkan dalam bentuk penandatanganan joint agreement antara pemerintah Cina dan Indonesia pada 2 Oktober mendatang.  "Pada 2 Oktober nanti presiden Cina akan mengunjungi Jakarta dan menandatangai perjanjian G to G," katanya.

Selain kerja sama di sektor mineral, Indonesia dan Cina akan menjalin kerja sama di sektor perdagangan, manufaktur, dan infrastruktur. Tapi kerja sama untuk sektor-sektor tersebut belum memiliki nilai investasi. Hidayat menyambut baik perluasan kerja sama di beberapa sektor tersebut karena Cina selama ini lebih fokus pada sektor minyak dan gas. "Selama ini industri hanya masuk minyak dan gas, sekarang mau manufaktur dan infrastruktur. Ini baik tentunya," kata Hidayat.

Sebelumnya, Indonesia dan Cina akan mengadakan kerja sama ekonomi di sektor tambang berupa investasi mineral senilai US$1,6 miliar di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Indonesia dan Cina juga memiliki komitmen kerja sama di sektor pupuk dan petrokimia di Teluk Bintuni, Papua.


  ● Tempo 
[Read More...]


Perangi Cyber Crime, Polri Gandeng Microsoft



Ilustrasi.JAKARTA -- Mabes Polri kian serius menanggapi kejahatan siber yang mulai marak seiring kemutakhiran teknologi dunia. Selain memperkuat divisi cyber crime di setiap satuan wilayah, mereka juga melakukan kerjasama dengan perusahaan piranti lunak terkemuka  Microsoft.

Keterlibatan perusahaan perangkat lunak ini bertujuan untuk membuat segel kuat bagi keamanan jaringan internet Indonesia.

"Tidak dipungkiri peretasan semakin sering dilakukan ke website-website di Indonesia. Dengan Microsoft di samping kami, tentu pencegahan dan penanganan bisa lebih maksimal," kata Kepala Cyber Crime Investigation Course Akademi Kepolisian (Akpol) Mabes Polri Kombes Winston Tommy Watuliu di Hotel Dharmawangsa Rabu (4/9).

Lulusan FBI Academy bidang cyber crime di Amerika ini mengatakan, Polri sudah sejak lama memantau modernisasi kejahatan dunia. Peretasan hingga manipulasi data lewat TI pun menurutnya kini sudah mulai ramai di Indonesia.

Meski hanya sebatas merusak tampilan web dan desain suatu laman situs, Tomy menilai semua itu hanyalah awal.

Seiring berjalannya waktu, tak menutup kemungkinan para peretas mampu menembus pusat data yang berisi ragam informasi penting. Seperti, password, pin, dan data-data lainnya baik yang berhubungan dengan uang atau rahasia negara.

"Memang di kita masih sederhana kejahatan TI-nya. Tapi kita antisipasi. Polri terus memperkuat diri dengan sumber daya yang mumpuni, selain itu patroli cyber juga kami rutin lakukan," kata dia.

Microsoft inc menyambut hangat kerjasamanya dengan Polri. National Technology Officer Microsoft Indonesia, Tony Seno Hartono mengatakan, kepolisian memang sudah saatnya serius menggarap upaya keamanan di bidang TI.

Menurutnya, kejahatan TI memiliki cakupan luas dan bukan hal mudah untuk membasminya dengan tangan Polri sendiri. Di sinilah, kata dia, Microsoft akan ikut coba mengawal keamanan Indonesia di bidang TI.

"Niat kami ingin memodernkan TI Indonesia. Tapi tentu ada rintangan, dan bersama Polri rintangan bisa dihadang," kata dia dalam kesempatan yang sama.


[Read More...]


RI- Malaysia Sepakat Tingkatkan Biodiesel CPO



Mentan RI Suswono dan Menteri Perladangan Malaysia Dato Sri Douglas bertukar cinderamata usai Bilateral Meeting di Kuala Lumpur, Jumat (30/8) Kuala Lumpur - Menyadari pentingnya penggunaan energi terbarukan di masa depan, Indonesia-Malaysia sepakat mempercepat program peningkatan konsumsi biodiesel dalam ranah keperluan domestiknya.

Kesepakatan itu tertuang dalam Joint Communique yang ditandatangi Menteri Pertanian RI Suswono dan Menteri Industri Perladangan dan Komoditi Malaysia Dato Sri Douglas Uggah Embas di Kuala Lumpur, Jumat (30/8).

Mentan Suswono menegaskan, Indonesia sendiri sudah bertekad untuk meningkatkan pemakaian biodiesel dengan kandungan minyak sawit sebesar 10% dari kebutuhan solar nasional. "Itu sudah kami lakukan," kata Suswono usai Pertemuan Kerjasama Bilateral Antar Pemerintah Malaysia dan Indonesia ke-8 di Kuala Lumpur, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/8).

Sementara Menteri Perladangan Malaysia menambahkan pihaknya akan terus memacu penggunaan minyak sawit dalam biodoeselnya.

Dalam pertemuan bilateral kedua negara, kedua menteri menyatakan kepeduliannya terhadap isu-isu seputar hambatan ekspor minyak sawit, seperti proposal peningkatan pajak domestik terhadap CPO di Prancis dan labeling produk pangan tanpa CPO.

Selain itu, proposal kepada parlemen Uni Eropa yang melarang impor CPO untuk biodiesel dari negara-negara perusak hutan, dan proposal China yang berencana melarang penggunaan CPO dalam produk formula untuk anak-anak dan produk kesehatan.

Kedua negara memandang isu-isu anti perdagangan CPO tidak lagi substantif dalam perspektif perdagangan, masalah kesehatan, dan pengembangan minyak sawit yang berkelanjutan.

Atas dasar itu, kedua menteri meminta kepada para senior officials dari kedua negara untuk terus memonitor perkembangan isu dan mempertimbangkan sebuah misi bersama tingkat menteri (join ministerial mission) ke negara-negara importir CPO pada tahun 2014.

Kedua menteri juga sepakat untuk terus melakukan monitoring isu terkait direktif energi terbarukan Uni Eropa dan NODA (Notice of Data Availability) EPA (Environmental Protection Agency) AS, termasuk mempertimbangkan adanya upaya tindakan hukum (legal provision) di WTO.


[Read More...]


China Siap Wujudkan Impian Indonesia Kirim Astronot



Tapi tentu butuh biaya yang sangat besar, kata Duta Besar China 

Pemerintah China mengaku siap bermitra dengan Indonesia untuk mengembangkan program antariksa tanah air. Bahkan mereka telah berbicara dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) terkait rencana pengembangan proyek tersebut.

Hal itu diungkap Duta Besar China untuk Indonesia, Liu Jianchao, yang ditemui VIVAnews semalam, Selasa 30 Juli 2013 di kediamannya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Liu menyebut pembicaraan yang dilakukan terkait dengan data-data yang diperoleh selama kapal luar angkasa mereka mengudara.

"Kami sudah bertemu dengan perwakilan LAPAN dan membicarakan soal temuan dan data yang kami peroleh selama mengudara di luar angkasa, khususnya yang menggunakan kapal Shenzou-9 karena waktu itu turut membawa modul Tiangong 1," kata Liu.

Kendati saat ini bidang antariksa Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan pesatnya perkembangan yang telah dicapai Negeri Tirai Bambu, namun Liu tetap optimistis satu saat Indonesia dapat melakukan hal serupa. Tetapi Liu menyadari untuk mengembangkan program antariksa dibutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang lama.

"Anggaran yang diperlukan untuk mengembangkan bidang ini sangat mahal dan perlu dilakukan perlahan. China pun dulu juga begitu. Kami memulai program antariksa pertama di awal tahun 1970-an," kata Liu berbagi cerita.

Masih menurut Liu, saat itu China memulai program antariksa dengan meluncurkan sebuah kapal luar angkasa yang membawa satelit kecil ke luar bumi. Usai berhasil dengan misi pertama, Pemerintah China kemudian terus mengembangkan proyek tersebut.

"Saya optimistis astronot Indonesia juga dapat menyamai kehebatan astronot China, begitu pun juga dengan program luar angkasanya," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, VIVAnews diberikan penjelasan singkat mengenai cara kerja kapal luar angkasa Shenzou-9 yang membawa modul Tiangong 1. Pesawat itu diluncurkan pada Juni tahun 2012 kemarin. Saat meluncur ada tiga awak astronot yang terdiri dari dua astronot pria dan satu wanita. Mereka adalah Jing Haipeng, Liu Wang dan Liu Yang.

"Kapal ini terdiri dari dua kompartemen. Saat mereka berada di luar bumi, maka kompartemen ini akan terpisah. Namun sebelumnya para astronot akan pindah ke kompartemen bagian bawah, sementara kompartemen bagian atas akan tetap berada di orbit selama beberapa tahun," papar Liu yang memberikan penjelasan kepada VIVAnews soal sistem kerja pesawat luar angkasa itu.

Misi yang dibawa oleh kapal Shenzou-9 yakni untuk penelitian demi perkembangan ilmu pengetahuan manusia di bumi. Sejauh ini beberapa bidang seperti pertanian, teknik, dan kesehatan ikut diuntungkan melalui proyek luar angkasa China.

Menurut laman Forbes Juni 2013, Pemerintah China secara resmi meluncurkan program luar angkasa pada tahun 1958. Namun Beijing kali pertama meluncurkan satelit yang mengorbit di bumi tahun 1970.

Misi berawak pertama mereka pertama kali diluncurkan tahun 2003 silam. Sementara Indonesia sebenarnya telah mengenal satelit, yakni Palapa tahun 1976.

Bahkan tahun 1985, Indonesia hampir saja menerbangkan astronot pertamanya yakni Pratiwi Soedarmono. Namun sayang, rencana itu gagal usai musibah meledaknya pesawat ulang alik Challenger.


[Read More...]


Jabar-China Resmikan Kerjasama Bangun Monorel



https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRWNFaSOqZUiWIICs-L3qPMo7NUjr_rfWioAxSy1H8_su1eZglUAgBANDUNG - Pemprov Jawa Barat (jabar) meresmikan kerjasamanya dengan BUMN China, CMC guna pembangunan monorel dalam kerangka Penyusunan Rencana Induk Sistem Transportasi Metropolitan Bandung Raya yang ditandatangani kedua belah pihak di Gedung Pakuan Bandung, Sabtu (20/7).

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Vice President China National Machinery Import & Export Corporation, China (CMC), Zhao Jun.

Keduanya menargetkan pembangunan fisik monorel itu bisa dimulai pada 2014. Pembiayaan bagi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 10 triliun. Sebelumnya, keduanya akan menyelesaikan studi kelayakan, penyusunan jalur, dan detail engineering design.

Heryawan menyebut pemilihan China tidak terlepas dari keberhasilan Negeri Tirai Bambu itu dalam membenahi keruwetan lalu lintasnya. Solusinya, katanya, adalah menghadirkan sistem transportasi yang andal dan terpadu.

"Karena tidak terintegrasi hadir kemacetan yang merugikan kita semua, terbuangnya waktu, dan produktivitas terganggu. Beijing pernah lebih macet dari Jakarta pada tahun 2000, tapi ketika saya datang lagi ke sana pada 2009 dan 2013, Beijing ternyata sudah teratur karena sistem transportasinya baik," katanya.

Zhao Zun sendiri menyambut baik kerjasama tersebut. Kerjasama di antara kedua belah pihak diharapkan bisa segera berlanjut ke tahapan selanjutnya. "Saya senang atas apa yang dilakukan hari ini," jelasnya.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Tundjung Inderawan mengapresiasi kerjasama Jabar dengan China. Dia mengharapkan provinsi lain yang berniat menjejaki Jabar dalam pembangunan monorel mempunyai kesiapan matang.

"Kota-kota lain yang berminat membangun monorel harus mempersiapkan master plan transportasi perkotaan, di-Perda-kan. Keterpaduan dengan moda transportasi lain juga harus dikedepankan," jelas Tundjung.


[Read More...]


BPPT lirik kerjasama riset laut dalam



Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melirik kerja sama riset dengan industri mengenai eksplorasi laut dalam.

"BPPT sedang mencoba untuk mengkombinasikan upaya riset dan industri laut dalam. Biasanya riset dan industri jalan sendiri-sendiri, tapi sekarang dicoba untuk jalan bersama," ujar Deputi Kepala Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Ridwan Djamaluddin, usai pemaparan mengenai kapal Chikyu di Jakarta, Senin.

Ridwan mengatakan riset dan kegiatan industri dapat jalan bersama karena menggunakan peralatan yang sama, sehingga pemanfaatannya bisa lebih optimal.

"Riset laut dalam sangat mahal, oleh karena itu menjadi tidak realistis jika riset jalan sendiri-sendiri," ujar dia.

Dia menyebutkan sejumlah perusahaan tertarik untuk bersama-sama melakukan eksplorasi laut dalam di Tanah Air. Di Indonesia terdapat 1.141 sumur pengeboran dengan mayoritas di laut.

"Negara tetangga juga bisa diajak untuk melakukan riset bersama," tambah dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Bencana Udrekh mengatakan selama ini kemampuan untuk mengeksploitasi sumber daya migas sangat dibatasi oleh teknologi eksplorasi laut dalam.

"BPPT memandang perlu adanya pengetahuan terhadap penguasaan teknologi pengeboran laut dalam. Oleh karena itu kerja sama dengan pemerintah Jepang melalui Jamstec dimanfaatkan untuk memaparkan teknologi kapal bor tercanggih saat ini yakni Chikyu," kata Udrekh.

Udrekh menjelaskan Chikyu adalah kapal bor laut dalam yang mampu melakukan pengeboran untuk laut dengan kedalaman 2,5 kilometer dengan kemampuan pengeboran 9 kilometer.

"Chikyu juga memiliki fasilitas laboratorium," tukas Udrekh.

Dengan demikian, Chikyu mampu menjawab berbagai kebutuhan bagi pengetahuan dan teknologi laut dalam.


  ● Antara 
[Read More...]


RI-Vietnam Jalin Kerja Sama Bidang Energi dan Mineral



 Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo SiswoutomoJAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Energi Vietnam untuk bekerja sama di bidang energi, mineral. "Ini akan jadi payung implementasi pertemuan Presiden dengan Presiden Vietnam kemarin. Kolaborasi bidang energi, mineral dan batu bara," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo usai melakukan MoU dengan Deputi Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam Nguyen Cam Tu di Jakarta, Jumat (28/6).

Dia mengatakan Vietnam ingin belajar dari Indonesia mengenai eksplorasi mineral dan energi di negaranya terutama di bidang batu bara. "Mereka masih mau belajar banyak dari Indonesia bagaimana mengelola tambang, terutama batu bara," katanya.

Lebih lanjut pihaknya juga menawarkan jasa Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kementerian ESDM untuk melatih para staf Kementerian Energi Vietnam. "Tadi saya tawarkan juga di kementerian kita punya badiklat yang melatih ribuan pegawai-pegawai kita. Kalau berminat untuk mengirimkan staf-staf dari sana untuk belajar di Indonesia, boleh," katanya.

Ia menambahkan bahwa MoU membutuhkan waktu untuk sampai pada tahap pelaksanaan namun program kerja sama peningkatan SDM bisa segera dilaksanakan. Pada Kamis (27/6), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut koleganya, Presiden Vietnam Truong Tan Sang dan Ibu Negara Mai Tinh Hanh di Istana Merdeka, Jakarta.

Kedua kepala negara kemudian melakukan pertemuan empat mata yang akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antar kedua negara. Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia, Presiden Truong Tan Sang diagendakan berada di Jakarta selama dua hari (27-28 Juni).

Hubungan bilateral Indonesia dan Vietnam terus meningkat lebih cepat sejak kerja sama kemitraan strategis ditandatangani pada 2003. Di bidang ekonomi, perdagangan kedua negara terus meningkat. Pada 2012 perdagangan bilateral Indonesia-Vietnam telah mencapai 4,8 miliar dolar AS. Perdagangan kedua negara ditargetkan mencapai 5 miliar dolar AS sebelum 2015.


  ● Republika  
[Read More...]


Papua Nugini Tertarik Beli Senjata dari Indonesia



Papua Nugini Tertarik Beli Senjata dari IndonesiaJakarta - Pemerintah Papua Nugini mengaku tertarik membeli alat utama sistem persenjataan buatan Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Papua Nugini, Fabian Pok, usai bertemu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa, 18 Juni 2013 di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

"Industri pertahanan Indonesia sedang berkembang, kami tertarik untuk bekerja sama," kata dia.

Saat menemui Menteri Purnomo, Fabian sempat diajak berkeliling lobi kantor Kementerian Pertahanan melihat miniatur dan contoh alutsista produksi lokal. Ditemani Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal Budiman, Fabian melihat senjata laras panjang produksi PT Pindad, miniatur pesawat CN-212, CN-235, dan CN-295 produksi PT Dirgantara Indonesia. Termasuk melihat miniatur kapal perang produksi PT PAL.

Menteri Fabian menuturkan negaranya  membutuhkan alutsista darat dan laut. Untuk darat, alutsista bisa digunakan untuk mengamankan perbatasan dari tindak penjualan orang (human traficking). Sementara alutsista laut diperlukan untuk mengawal wilayah laut mereka dari praktik pencurian ikan. "Termasuk mengawasi hasil penebangan pohon ilegal yang diselundupkan lewat laut," kata dia.

Namun,  Fabian belum bisa memastikan pembelian alutsista ini. Sementara itu, Menteri Purnomo Yusgiantoro menyambut baik ketertarikan Papua Nugini. Menurut Purnomo, jika ketertarikan ini serius maka bisa mendorong kelangsungan industri pertahanan Indonesia. "Ini baru sebatas lobi dulu," kata Purnomo.

Sebelumnya, Papua Nugini sudah terjalin kerja sama dengan beberapa industri pertahanan Indonesia. Antara lain pengadaan senjata perseorangan dari PT Pindad, hingga seragam tentara buatan PT Sritex.

Sumber Tempo di Kementerian Pertahanan menyebutkan, Indonesia tertarik menawarkan alutsista produksi lokal. Terlebih, usai pemerintah Papua Nugini mendapat banyak duit dari penemuan cadangan minyak. Bahkan disebutkan cadangan minyak itu sudah dikontrak perusahaan minyak asal Amerika Serikat senilai Rp 170 triliun. "Dari segi dana mereka potensial membeli alutsista Indonesia," ucapnya.


  ● Tempo  
[Read More...]


SBY dan PM Papua Nugini Saksikan Penandatanganan Tiga Perjanjian



PERDANA Menteri Papua Nugini (PNG), Peter O’Neill, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyaksikan penandatanganan perjanjian ekstradisi, perjanjian dasar tentang pengaturan perbatasan,dan perjanjian angkutan udara. Keduanya akan menyaksikan penandatanganan tersebut saat Peter O'Neil berkunjung ke Indonesia yang dijadwalkan pada Senin (17/6) besok.

Hal tersebut diungkapkan Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, dalam situs resmi Sekretariat Kabinet, Minggu (16/6).

O'Neil berkunjung ke Indonesia didampingi Ibu Negara Linda Babao, Menteri Luar Negeri Rimbink Pato dan sejumlah delegasi.

Selain itu, O'Neill juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden SBY guna mendiskusikan peningkatkan hubungan kerja sama dua negara di berbagai bidang. Dalam pertemuan sebelumnya, di sela-sela Bali Democracy Forum, November lalu, kedua kepala pemerintahan itu telah membahas kerja sama di bidang perhubungan udara, Migas, dan kelistrikan.

"Peningkatan kerja sama yang bersifat komprehensif merupakan suatu keniscayaan, terlebih lagi Papua Nugini merupakan satu-satunya negara di kawasan Pasifik yang memiliki perbatasan darat dengan Indonesia,” kata Faizasyah.

Berdasarkan sejarah, hubungan bilateral Indonesia dan PNG terus mengalami peningkatan yang berarti. Itu terlihat dari data nilai perdagangan bilateral periode 2008-2012 yang menunjukkan peningkatan sebesar 36,44 persen.

Beberapa ekspor utama RI ke PNG adalah produk makanan, minuman, komponen otomotif. Kemudian, elektronika, bahan kimia, alat-alat bangunan, dan perlengkapan rumah tangga.


  ● Jurnas 
[Read More...]


Temui SBY, Menlu Korsel Janjikan Peningkatan Kerjasama Industri Pertahanan



Nusa Dua - Pemerintah RI dan Korsel memastikan melanjutkan kerjasama bidang industri pertahanan. Meski program pembuatan pesawat tempur canggih KFX masih ditunda, namun proyek lainnya tetap berjalan bahkan ditingkatkan.

Dekimian ungkap Staf Khusus Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah tentang salah satu materi yang disinggung dalam pertemuan antara Presiden SBY dengan Menlu Korsel Yun Byung-se. Pertemuan di sela Forum Kerja Sama Asia Timur-Amerika Latin (FEALAC) pagi ini, berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat (14/6/2013).

"Tidak secara spesifik dibahas. Secara makro Menlu Korsel sebutkan kerjasama sektor industri pertahanan akan semakin ditingkatkan," kata Faizasyah.

Agenda utama kunjungan Menlu Yun Byung-se kepada Presiden SBY adalah menyampaikan surat dari Presiden Korsel Park Geun Hye. Surat itu adalah balasan untuk surat dari Presiden SBY yang disampaikan oleh Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung, dalam pertemuan di Seoul, Korea Selatan, pada 24 Mei 2013.

"Lebih banyak dibahas kerjasama bilateral secara luas, utamanya kerjasama ekonomi. Presiden mendorong agar ditingkatkan kerjasama sektor industri kreatif," sambung Faizasyah.


  ● detik  
[Read More...]


Nigeria inginkan kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia



Direktur Afrika Kementrian Luar Negeri RI Lasro Simbolon berjabat tangan dengan Dubes Nigeria untuk Indonesia Abdul Rahman Sallahdeen usai dialog mengenai kerjasama Indonesia-Nigeria di Sentul, Bogor, Kamis (13/6). Indonesia menilai Afrika sebagai benua dengan segudang peluang bisnis. (Antaranews/Benny S Butarbutar )

Duta Besar Nigeria untuk Indonesia Abdul Rahman Sallahdeen menyampaikan keinginan negaranya melakukan kerja sama dalam industri pertahanan, terutama dengan The Nigerian Defence Industry (DICON), dan sejumlah sektor prospektif lainnya seperti pertanian, telekomunikasi, dan konstruksi.

"Nigeria menyambut baik berbagai kerja sama yang erat dalam sektor manufaktur militer yang potensial ini. Kami mengharapkan pihak swasta Indonesia dan komunitas bisnis lainnya ikut menanamkan modalnya baik di sektor `up-stream` dan `down stream`," kata Dubes di Sentul, Bogor, Kamis.

Abdul Rahman Sallahdeen mengemukakan hal itu pada acara "Round Table Discussion on Updates of Economic Opportunities and Potentials in Nigeria" sebagai persiapan untuk menyambut kedatangan Menlu Nigeria dan komunitas bisnis negara tersebut ke Indonesia pertengahan Juli mendatang.

Kerja sama bidang pertahanan dan keamanan dan peluang bisnis lainnya itu dibahas dalam forum yang dihadiri 70 peserta yang datang dari berbagai perwakilan kementerian, lembaga dan sejumlah perwakilan provinsi, Kadin dan juga kalangan media.

Kegiatan kerja sama pertahanan antara lain memanfaatkan industri strategis bidang pertahanan seperti dengan PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia, serta memanfaatkan fasilitas "Peace Keeping Center" milik Kementerian Pertahanan, serta kerja sama penanggulangan terorisme.

Lebih jauh Dubes mengajak para pelaku usaha Indonesia lebih mengoptimalkan peluang pasar Nigeria, terlebih setelah negara dengan ibu kota Abuja itu menjalankan ekonomi terbuka dan memberikan kemudahan dalam hal pengiriman uang (remittance) hasil keuntungan investasi di Nigeria.

Sementara itu, Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri Lasro Simbolon mengatakan, kini saatnya Indonesia melirik Afrika dan tidak boleh ketinggalan dengan Jepang, China dan Korea Selatan yang agresif memburu peluang kerja sama di Afrika mengingat potensi bisnis yang besar di kawasan Afrika, termasuk Nigeria.

"Afrika sekarang bukanlah Afrika 20 tahun lalu yang sarat dengan konflik, kelaparan dan penyakit. Afrika adalah benua dengan segudang peluang dan kesempatan bagi Indonesia cukup besar terlebih kita memiliki hubungan sejarah yang positif," katanya sekaligus ingin mematahkan pandangan negatif tentang Nigeria.

Kerja sama Indonesia dan Nigeria berfokus pada bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan peningkatan kapasitas. Di bidang ekonomi, Indonesia menempatkan Nigeria sebagai pasar non-tradisional yang penting. Dengan jumlah penduduk 170 juta, munculnya kelas menengah yang pesat, sumber daya alam yang melimpah, dan pertumbuhan ekonomi yang baik, menjadikan peluang dan potensi Nigeria perlu digarap secara serius dan terencana dengan baik.

Total perdagangan Indonesia-Nigeria tahun 2012 tercatat 3, 18 miliar dolar AS dengan tren peningkatan 50 persen. Ekspor Indonesia ke Nigeria tercatat mencapai 413 juta dolar dan impor Indonesia sebesar 2, 77 miliar dolar. Besarnya jumlah impor ini disebabkan oleh pembelian minyak dari negara ini.

Namun demikian, Nigeria masih merupakan pasar ekspor terbesar Indonesia di wilayah Afrika bagian barat, meskipun pada tahun 2012, ekspor non-migas Indonesia mengalami penurunan sebesar sembilan persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 465 juta dolar AS.

Saat ini 20 perusahaan Indonesia telah lebih dahulu berkiprah di Nigeria melalui investasi dan perdagangan diantaranya PT Indorama (petrokimia), Indofood (produk mie instan), Sinar Mas (kertas dan plastik), Kedaung Group (peralatan dapur), dan Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia (perawan pesawat).

Produk industri pertahanan strategis Indonesia seperti pesawat CN-235 juga telah digunakan di beberapa negara Afrika seperti Burkina Faso, Senegal, dan Guinea-Conakry. Peluang di bidang pertahanan sangat besar di Nigeria.


  ● Antara  
[Read More...]


ITB Gaet Telkomsel untuk Kerja Sama Teknologi



ITB Gaet Telkomsel untuk Kerja Sama TeknologiBANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama dengan Telkomsel untuk pengembangan konten, layanan komunikasi, sistem informatika dan tata kelola organisasi. Kerja sama selama tiga tahun itu diwujudkan dalam bentuk kajian, riset, pengembangaan, hingga penerapan teknologi.

Hal itu terungkap dalam penandatanganan nota kesepahaman dua pihak yang dilakukan di sela-sela konferensi e-Indonesia Initiatives Forum di Aula Barat ITB, Kamis (23/5/2013).

Bertindak mewakili ITB adalah Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Wawan Gunawan Abdul Kadir, sementara Direktur Utama Telkomsel, Alex Sinaga, hadir secara langsung. Penandatanganan juga disaksikan oleh Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Arief Yahya.

Menurut Rudolf Hermanses, Head of Synergy Management Group Telkomsel, kerja sama ini meliputi berbagai bidang, terkait konten dan layanan baru, tata kelola yang aman, nyaman, dan akuntabel, hingga riset penghematan energi. Salah satu bentuk kerja sama adalah peralatan yang disediakan Telkomsel untuk penelitian.

"Tentunya ada juga bantuan berupa dana," ujar Hermanses tanpa menyebut angkanya.

Alex mengharapkan kerja sama itu bisa menghasilkan kajian maupun konten lokal yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.Dalam konferensi yang sama, juga ditandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan empat perguruan tinggi yakni ITB, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, serta Institut Teknologi Sepuluh November tentang beasiswa program Chief Information Officer.


  ● Kompas  
[Read More...]


Pesawat 'Pak Pos' Terbang Perdana dari Papua 5 Juni



http://images.detik.com/content/2013/05/22/4/105632_moumerpatinpos.jpgJakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) siap meluncurkan pesawat kargo 'Pak Pos' pertamanya. Dicat dengan warna oranye, pesawat hasil kerjasama Merpati dan PT Pos Indonesia (Persero) ini tahap awal akan melayani rute Biak-Nabire.

Menurut Direktur Utama Merpati, Rudy Setyopurnomo, pada tahap awal Merpati akan mengoperasikan pesawat berbadan kecil tipe Twin Otter lama.

"Kita sediakan satu pesawat. Kerjasama dengan Pos Indonesia. Pesawat dicat orange untuk angkutan barang atau cargo dan di-launching 5 Juni," tutur Rudy di sela acara BUMN Marketeers Club di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Nantinya, Merpati bertindak sebagai operator pesawat dan Pos Indonesia yang bertindak mengelola bisnis logistiknya. Untuk penambahan armada, Rudy menjelaskan pihaknya masih melihat perkembangan atau respons pasar.

Rencananya, Merpati dan Pos Indonesia akan mengoperasikan hingga 50 pesawat 'Pak Pos' berbagai tipe yang bisa melayani hingga pelosok tanah air.

"Target 50 pesawat kalau pasarnya besar," sebutnya.(feb/ang)


[Read More...]


[Foto] UGM Ubah Sampah Plastik Jadi Solar



Inovasi terus dilakukan di Indonesia. Kini Universitas Gajah Mada (UGM) bekerja sama dengan Jepang mengembangkan teknologi konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Di tangan para peneliti UGM, sampah plastik berubah menjadi solar.

UGM Ubah Sampah Plastik Jadi Solar
Para peneliti UGM menunjukkan BBM yang terbuat dari sampah plastik.(M Syamsiro).

UGM Ubah Sampah Plastik Jadi Solar
Para peneliti UGM melakukan ujicoba pada sebuah mesin diesel.(Mochamad Syamsiro).

UGM Ubah Sampah Plastik Jadi Solar
Ini dia mesin pengubah sampah plastik menjadi BBM.(Mochamad Syamsiro).

UGM Ubah Sampah Plastik Jadi Solar
Prof. Kunio Yoshikawa dari Jepang berfoto bersama beberapa mahasiswa UGM. Di tangan mereka, sampah plastik berubah menjadi solar.(Mochamad Syamsiro).


[Read More...]


Papua Nugini Jajaki Kerja Sama Energi



Papua Nugini Jajaki Kerja Sama Energi   Jakarta - Papua New Guinea (PNG) dalam waktu dekat ini berencana menjajaki hubungan kerja sama dalam bidang energi dengan Indonesia. Secara resmi, penjajakan tersebut akan dilakukan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman yang akan dilakukan oleh Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neill dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juni mendatang.

"Dari komunikasi yang ada, di perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini disinyalir terdapat kandungan oil, gas, mineral yang banyak, tetapi baru sedikit yang dieksplorasi," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik dalam konferensi pers di kantornya, Selasa, 21 Mei 2013.

Jero menambahkan, kedua negara memiliki rencana untuk bersama-sama melakukan joint exploration guna mengembangkan kawasan perbatasan. "Kerja sama ini menimbulkan dua impact. Pertama, lebih mudah (efisien) secara ekonomi. Kedua, memberikan keamanan di daerah perbatasan," ujar Jero.

Kendati demikian, untuk mencapai kerja sama pengembangan di bidang energi, kedua negara lebih dulu harus bersama-sama membangun infrastruktur jalan untuk meningkatkan akses transportasi di daerah perbatasan. "Tadi dibicarakan untuk membuat jalan sepanjang 200 kilometer dari utara Papua (Jayapura) ke selatan," ujarnya. Juga kerja sama di bidang kelistrikan dan menggandeng PT Pertamina (persero).

Menteri Badan Usaha Milik Negara Papua Nugini Ben Micah mengatakan, pertemuan yang akan dilakukan pada 17-18 Juni mendatang merupakan tindak lanjut dari diskusi yang telah dilakukan SBY dan Peter O' saat Bali Democracy Forum tahun lalu. "Ini upaya untuk mengembangkan area perdagangan, area bisnis, area pertukaran kebudayaan di antara kedua negara tetangga yang selama ini belum pernah dilakukan," ucap Micah.

Micah membenarkan selama ini cadangan mineral dan hidrokarbon yang ada di dua negara belum dijalin dengan kerja sama resmi. Padahal, sejumlah perusahaan besar, seperti ExxonMobil, Total, dan Shell, sudah melakukan eksplorasi minyak dan gas di wilayah perbatasan Papua Nugini. "Dengan ExxonMobil kami akan mulai menyuplai LNG pada Maret tahun depan ke Jepang, Korea Utara, dan Cina," ujarnya.

Papua Nugini juga berencana membicarakan kemungkinan membuka penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali, dan dari Timika, Merauke. Dengan demikian, banyak orang Indonesia berkunjung ke Papua Nugini dan sebaliknya," ujarnya. "Intinya, kerja sama yang bisa menjalin hubungan yang lebih baik antara kedua negara untuk sekarang dan masa depan."


  ● Tempo  
[Read More...]


Kerjasama Pertahanan, Mulai dari Kapal Selam hingga Rudal



Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) memastikan kerjasama alutsista dengan sejumlah negara terus berlanjut, termasuk dengan Korea Selatan, China serta Turki. Dalam jumpa pers di gedung Kemhan Rabu (15/05) siang, KKIP menjelaskan panjang lebar sejumlah kerjasama yang tengah dan akan berlangsung.

Baru-baru ini terjadi polemik tentang pengadaan Kapal Selam dari Korea Selatan. Untuk menjawabnya Kementrian Pertahanan menyatakan, akan mengamandemen kontrak dengan pihak DSME Korea Selatan. Salah satu amandemen adalah jika sebelumnya kapal selam ke-3 dirakit di PT. PAL, maka pada perubahan ini kapal selam tersebut sepenuhnya dibuat total di Surabaya. Sehingga mulai dari modul, bagian-perbagian hingga perakitan sepenuhnya dilakukan PT. PAL.

Lebih lanjut, ARC juga mendapat penjelasan, Kementrian BUMN sudah mengajukan dana sebesar US$ 150 Juta untuk menambah fasilitas di PT. PAL. Pasalnya fasilitas produksi yang ada tidak dirancang untuk membangun kapal selam, tetapi kapal permukaan saja. DSME sendiri dikabarkan setuju dengan amandemen kontrak, dengan syarat Kementrian Pertahanan menjamin PT. PAL mampu melaksanakannya.

Khusus dengan Turki, Kementrian Pertahanan baru saja memastikan akan melakukan kerjasama pembuatan Tank. Selain Tank, masih ada kerjasama lainnya. Yaitu antara PT. LEN dan Aselsan. Sesuai bidangnya, kerjasama dengan Aselsan adalah pada pengadaan alat komunikasi untuk di perbatasan. Prosesnya sendiri sudah dimulai dan sudah masuk tahapan kontrak. Namun tidak dijelaskan alat komunikasi yang dimaksud, yang pasti alat komunikasi yang dibutuhkan adalah yang canggih sehingga anti jamming dan tak bisa diintersept.


Sementara dengan China, Kementrian Pertahanan juga terus melanjutkan kerjasama pembuatan rudal C-705. Saat ini prosesnya sudah masuk tahap feasiblity studies yang dilakukan oleh Kementrian Ristek. Dalam catatan ARC, rudal C-705 ini nantinya akan mempersenjatai kapal perang cepat jenis KCR-40 dan KCR-60 yang jumlah diperkirakan cukup banyak.

  ● ARC  
[Read More...]


Indonesia-Turki Kerjasama bikin Alat Komunikasi.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitWWkU6zN25UkjLE1Pr2tNEe0zY1H1Kw9OdXvODm_X_nDHRCpJvuvkjgKR0ni4PKM4JT6fvJNcAeyIa2yUI6VeVq4qA7hfvbkRKLYnJZGJYC0N4bAv_rCyQIMpYoTfWwlYBmBjS_SzMIbb/s400/Fiscor-100_LEN.jpg
 Ilustrasi Alkom
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Turki telah menandatangani nota kesepahaman mengenai pembuatan alat utama sistem senjata (alutsista) berupa tank ringan atau tank medium.

Penandatangan kerja sama itu dilakukan di sela kegiatan Internasional Defense Industri Fair (IDEF) ke-11 di Istanbul, Turki, awal Mei lalu, kata Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pos Hutabarat, yang mempin Delegasi Indonesia menghadiri kegiatan itu.

Kementerian Pertahanan, lanjut dia, juga menjalin kerja sama dalam pembuatan alat komunikasi.

Menurut dia, kerja sama pembuatan tank dan alat komunikasi itu melibatkan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Pindad dan PT LEN.

Ia menambahkan, dalam hal ini mitra PT LEN dari Turki adalah ASELSAN, perusahaan yang sudah memiliki pengalaman memproduksi  peralatan pertahanan dan keamanan.

Asisten Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama, Silmy Karim, menambahkan kerjasama itu merupakan bagian dari upaya mempercepat kemandirian produksi alutsista.

"Lebih dari itu pihak Turki siap untuk bekerjasama dari awal proses yaitu desain, sampai dengan akhir yaitu produksi. Bahkan tidak menutup kemungkinan pemasaran bersama," katanya.

Dalam pembuatan tank tersebut, kata Silmy, PT Pindad akan bekerja sama dengan pihak Turki yang diwakili oleh FNSS Defense System.

"Keduanya melakukan kerja sama untuk membuat tank. Waktu kerja sama diperkirakan tiga hingga lima tahun. Tahun ini diusahakan grand design tank selesai, sehingga tahun depan bisa dibuat prototipenya," katanya.


  ● Antara  
[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri