ISENG BLOGER

Menperin tolak mobil murah ramah lingkungan Thailand



http://www.steelindonesia.com/file_pic/menperin-ms-hidayat-_111108171448-786.jpgMenteri Perindustrian M.S Hidayat mengaku telah menolak mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) impor asal Thailand. Ini dilakukan agar mobil murah ramah lingkungan produksi dalam negeri lebih berkembang.

"Ada permintaan dari thailand yang ingin masuk ke indonesia. Sudah izin masuk pasar, kami menolaknya karena melindungi industri dalam negeri," katanya saat ditemui di DPR-RI, Jakarta, Senin (9/9).

Dia senang dengan langkah PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang akan meluncurkan LCGC sebanyak 30.000 unit hingga akhir tahun. Ini membuktikan bahwa industri otomotif Tanah Air tetap bergairah meski ekonomi sedang merosot.

"Saya bersyukur, saya dengar targetnya 30.000 unit sampai akhir tahun, saya kira itu sudah cukup karena melihat keadaan ekonomi kita saat ini, berarti mereka masih percaya sama lokal market," Ujar hidayat.

Terpisah, Presiden Direktur ADM Sudirman MR mengklaim bahwa LCGC sudah dinanti banyak orang. Berdasarkan data yang dimiliki, sudah ada sekitar 8.000 konsumen yang memesan Ayla dan Agya, dua LCGC milik ADM.

Melihat itu, dia optimis Ayla dan Agya bisa laku 30.000 hingga akhir tahun. "Empat bulan mudah-mudahan bisa sampai 30.000 unit sampai akhir tahun," ujar Sudirman.(mdk/yud)


  Merdeka 
[Read More...]


Spesifikasi Lampu Mobil Listrik LIPI




Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Mohammad Hatta melihat mobil listrik bermerek Hevina buatan Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) usai soft launching dua mobil listrik buatan LIPI di Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (26/
Hevina LIPI
JAKARTA -- CV Sampurna Part Niaga (SPN) selaku produsen lampu otomotif Autovision akan terlibat dalam proyek mobil listrik yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hevina.

"Autovision dipercaya LIPI sebagai penggagas mobil listrik Hevina. Spesifikasi kelistrikan yang dimiliki oleh setiap produk Autovision dinilai sesuai dengan standar spesifikasi lampu di Eropa dan Amerika, layak di aplikasikan di sedan Hevina," kata GM CV SPN Andre Chrispian..

Andre menjelaskan, pada sektor eksterior bagian depan, Autovision mengaplikasikan satu set lampu HID H4 Hi/Lo berdaya 12V-35W. Lampu tersebut memiliki kapasitas lumens yang tinggi, dengan temperatur warna hingga 4.300 K.

Selain itu, Autovision juga melengkapi Hevina dengan Microzen LED T-10 HP01+3 (pancaran warna putih) berpadu dengan bohlam Superbeam H3 (warna crystal clear).

Aksen warna biru dari Microzen Flextrip27 akan tampil pada kisi–kisi udara pada front grill-nya. Selain itu, Hevina juga akan dilengkapi dengan Apex3R Daytime Running Light (DRL) tipe ST002 berwarna putih. Penggunaan DRL biasa diaplikasikan pada mobil–mobil kelas premium.

Pada sisi buritan, terpasang juga Microzen LED S-25 Double 16-SMD lengkap dengan Apex3R DRL tipe HP001 yang telah diberi sentuhan modifikasi, hingga memberi efek warna merah.


[Read More...]


Dahlan ke AS bandingkan penggunaan gearbox pada mobil listrik Tesla



Foto kecekalaan mobil listrik Tucuxi
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan, Selasa malam waktu AS mengunjungi dealer mobil listrik Tesla Motors, Inc di kawasan Seattle, untuk membandingkan penggunaan "gearbox" atau sistem transmisi pemindah tenaga mobil listrik yang dikembangkannya di Tanah Air.

"Ternyata mobil Tesla yang saya lihat ini menggunakan 'gearbox'," kata Dahlan, dalam siaran pers yang diterima Antara, di Jakarta, Rabu.

Dahlan berada di Seattle, dalam rangka memenuhi undangan perusahaan pembuat pesawat terbang Boeing.

Namun di sela kunjungan kerja tersebut, Dahlan menyempatkan diri melihat secara langsung mobil listrik Tesla yang dipajang di salah satu dealer di kota yang menjadi pusat industri pesawat Boeing, perusahaan teknologi informasi Microsoft, dan Starbuck tersebut.

Tesla adalah mobil listrik paling laris di AS dengan penjualan yang ditargetkan mencapai 25.000 unit pada tahun 2013.

Begitu larisnya mobil listrik Tesla ini sampai-sampai untuk membelinya harus inden enam bulan.

Ditambahkannya, dengan disain yang bagus, dan difasiliasi interior cantik dan display laptop 15 inci, baterai mobil listrik Tesla bisa menempuh jarak 200km/sekali charge.

Salah satu produk mobil listrik Tesla yang dipajang adalah sedan empat pintu dengan empat penumpang berwarna merah.

"Yang menarik perhatian saya adalah apakah benar semua mobil listrik di AS tidak menggunakan gearbox, seperti mobil listrik generasi pertama yang saya tabrakkan ke tebing di daerah Sarangan, Magetan beberapa waktu lalu itu," ujar Dahlan.

Namun belum puas dengan detil pada gambar yang dipajang di samping mobil tersebut, Dahlan penasaran untuk menanyakan langsung kepada petugas yang kebetulan ada di ruangan tersebut.

"Petugas menjawab tegas, bahwa mobil itu menggunakan `gearbox`. Tujuannya untuk pengendalian mobil saat menghadapi jalan yang curam," ujar Dahlan.

Saat itu pula mantan Direktur Utama PT PLN ini membenarkan bahwa tidak salah kalau kalau mobil listrik generasi kedua yang dibidani Pendawa Putra Petir juga menggunakan gearbox.

 Generasi Kedua 

Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini merupakan sosok yang sangat antusias mendorong terciptanya mobil listrik nasional.

Meskipun mengalami berbagai kendala mulai dari soal teknis seperti baterai khusus jenis lithium, soal perizinan, hingga edukasi pasar, mobil listrik pengembangannya bersama dengan "Pendawa Putra Petir" sudah tercipta mobil listrik dengan empat prototipe, yaitu sekelas mobil kecil (city car), mobil penumpang, mobil sedan, hingga jenis sport.

"Sekitar dua minggu lagi mobil-mobil listrik nasional generasi kedua sudah akan bisa dilihat di Jakarta. Baterai lithium mobil listrik nasional generasi kedua ini sudah bikinan Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya pendiri Jawa Pos Group ini juga menyanggupi mobil listrik karya putra putri bangsa Indonesia ini siap dipamerkan sekaligus digunakan untuk mobilitas para delegasi non kepala pemerintahan pesera KTT APEC, di Nusa Dua, Bali, pada 1-8 Oktober 2013.

Mobil listrik yang ditampilkan antara lain tipe sport car dengan nama `Selo` dan tipe minibus sejenis Alphard dengan nama `Gendhis` hasil ciptaan oleh Ricky Nelson dan Dasep Ahmadi.

"Dengan terjadinya krisis ekonomi sekarang ini mobil listrik semakin relevan. Apalagi impor BBM masih sangat besar, yang menyebabkan defisit neraca perdagangan yang besar yang kemudian menjadi faktor utama terjadinya gejolak ekonomi," tegas Dahlan. (R017/B008)


  Antara 
[Read More...]


UD Trucks Berniat Bangun Pabrik di Indonesia



Jakarta - Volvo Group sudah melanglang buana di Indonesia kurang lebih sekitar 30 tahun. Dengan bekal tersebut, salah satu merek yang berada dinaungannya, UD Trucks memiliki niat untuk membangun pabrik perakitan di Indonesia.

Head of UD Sales PT Volvo Indonesia, Yoshikazu Suzuki mengatakan kalau niatan UD Trucks membangun pabrik di Indonesia bisa terealisasi dalam jangka waktu 5 sampai 6 tahun kedepan.

"Kalau mendirkan pabrik di Indonesia, kita harus menggandeng mitra lokal Group Astra," ujar Suzuki di sela-sela peluncuran UD Trucks Quester di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2013).

Dijelaskan Suzuki, hal yang paling mendasar adalah melihat potensi pasar kendaraan komersial yang begitu besar di Indonesia sehingga pihaknya berkeinginan untuk menggarap pasar Indonesia lebih gigih.

"Tapi semua itu masih dalam tahap perbincangan dan juga belum ada keputusan. Tapi jika kita lihat komitmennya sudah menuju kearah situ," katanya lagi.(ady/syu)


  detik 
[Read More...]


★ Mobil Listrik 'Imut' Made In Banyuwangi



http://images.detik.com/content/2013/08/30/1036/mobillistriklucu.jpgJakarta - Tren mobil listrik terlihat mulai berkembang di Indonesia. Mulai dari Menteri BUMN Dahlan Iskan, hingga kini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ikutan memproduksi mobil.

Kini perusahaan asal Banyuwangi tak mau ketinggalan.

PT Lundin Industry Invest memproduksi mobil listrik murah berkapasitas 3 orang penumpang. Salah satu Direksi, Per Brandt mengungkapkan, mobil ini termasuk mobil yang hemat dan tergolong murah.

"Kita tidak tahu harga pastinya, karena batereinya masih impor. Tapi sekarang dengan mengimpor baterai, harganya Rp 80-90 juta. Kalau bisa diproduksi di Indonesia batereinya dan diproduksi massal, saya yakin akan bisa lebih murah," kata Brandt saat ditemui detikFinance di Pameran Hakteknas di TMII, Jaktim, dikutip Jumat (30/8/2013).

Mobil ini memiliki desain aerodinamis, unik, dan sangat cocok untuk kendaraan keluarga yang sederhana, meski terlihat agak mewah. Mobil ini mampu digenjot hingga kecepatan maksimal 50 kilometer/jam, dan tergolong sangat mudah untuk mengoperasikannya.

"Sangat mudah untuk mengisi batereinya, karena ada kabel yang terintegrasi langsung dan tinggal menghubungkannya ke stop kontak. 2-3 jam waktu mengisi sampai full, dan bisa menembus 60 kilometer," paparnya.

Mobil yang diberi nama Z-bee ini memiliki berat 200 kilogram, dan hemat energi dalam konsumsi listriknya. Hanya memerlukan daya 40 watt dalam 1 jam pengisian batrei. Selain itu, dalam beberapa waktu ke depan, Brandt akan menemui Kementerian Perhubungan untuk melakukan uji dari mobil yang disebut kendaraan paling ekonomis di dunia ini.

"Mobil ini juga telah diterima di lalu lintas di Eropa. Dalam beberapa minggu kita akan melakukan uji di Kementerian Perhubungan," ujarnya.

Keseluruhan pembuatan dibuat di Banyuwangi, Jawa Timur dan sedikit mengadopsi teknologi dari Swedia. Brandt menuturkan, dirinya sempat beberapa kali bertemu dengan Pemprov DKI Jakarta dalam memperkenalkan mobil ini.(zul/dru)


  detik 
[Read More...]


★ Mobil dan Bus Listrik Buatan Peneliti Indonesia



http://images.detik.com/content/2013/08/26/1036/144838_imag0559.jpg
Tangerang - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah memproduksi purwarupa (prototype) mobil dan bus listrik. Kendaraan yang diberi nama Hevina ini akan dipamerkan dan diserahkan kepada Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti M Hatta di Hari Teknologi Nasional di TMII, Jaktim pada tanggal 29 Agustus 2013.

Hari ini, soft launching untuk kedua produk hasil anak bangsa tersebut digelar di Puspiptek Serpong Tangerang. Ada beberapa fakta menarik mengenai kendaraan ini yang ditelusuri detikFinance di lokasi, Senin (26/8/2017). Apa saja? Yuk, kita lihat.

1. Desain Futuristik


Kedua kendaraan ini terparkir di halaman Gedung Graha Widya Bakti, Puspiptek Serpong Tangerang. Berwarna putih susu mengkilap dan bersih, juga berdesain futuristik dan aerodinamis. Dari luar, terlihat mobil layaknya mobil konvensional berbahan bakar listrik.

2. Interior Eksklusif


Interior dari mobil listrik Hevina seperti dalam mobil biasa pada umumnya. Namun, bus listrik yang juga diproduksi LIPI terlihat sangat mewah. Di dalamnya terdapat kursi panjang berbalut kulit berwarna coklat gelap.

Kursi tersebut sangat empuk, dan dilengkapi tempat minum di setiap sandaran tangannya. Tak hanya itu, terdapat juga meja kecil layaknya minibar di dalam bus ini, tepat di atas meja tersebut terpampang TV layar datar ukuran 24 inci.

3. Bisa Dipakai Rapat


Bus listrik buatan LIPI dirancang untuk para eksekutif yang selalu disibukkan oleh aktivitas kerja yang padat. Oleh karena itu, sofa empuk dan hiburan seperti televisi dan minibar membuat nyaman para pengguna dan mereka bisa melakukan rapat di tengah kemacetan lalu lintas di perjalanan.

4. Kapasitas Penumpang


Mobil listrik Hevina berkapasitas layaknya mobil sedan biasa, yakni 5 orang. Satu di bangku pengemudi, 1 di depan, dan 3 orang penumpang cukup untuk menempati kursi di bagian belakang. Sedangkan untuk bus listrik, bisa ditumpangi oleh 3 orang di kursi depan termasuk pengemudi, dan 10 orang di kursi belakang.

"Sebenarnya 8 penumpang bisa ditingkatkan sampai 10 penumpang. Tapi karena untuk kenyamanan jadi 8 penumpang," kata Kepala Tim Penelitian Mobil Listrik, Abdul Hapid kepada detikFinance.

5. Kecepatan dan Jarak Tempuh.


Mobil sedan Hevina mampu menempuh jarak hingga 130 kilometer per sekali charging (mengisi baterai) dengan kecepatan maksimal hingga 140 kilometer/jam. Sementara bus listrik mampu menempuh jarak sampai 150 kilometer per sekali charging dengan kecepatan maksimal 100 kilometer/jam.

"Lama nge-charge-nya tergantung ada slow charging di rumah atau di kantor selama 5-6 jam, sedangkan fast charging di stasiun pengisian baterai selama kurang dari 30 menit," kata salah satu peneliti, Sunarto Kaleg kepada detikFinance.

6. Biaya investasi


Dua kendaraan ini masih berbentuk prototype, atau belum diproduksi massal dan dijual secara umum. Penelitian untuk membuat sedan Hevina hingga menghasilkan mobil prototype diperkirakan mencapai Rp 500 juta, sedangkan bus listriknya mencapai Rp 1,8 miliar.

Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhamad Hatta menyinggung, jika telah diproduksi dan dijual umum, harga kedua kendaraan tersebut diperkirakan turun 30% dari harga prototype.

7. Lama Pembuatan



Para peneliti LIPI membutuhkan waktu hingga 6 bulan untuk meneliti dan menghasilkan prototype kendaraan ini.

Bus Listrik Buatan LIPI Bisa Dipakai untuk Rapat di Jalan

Tangerang - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berhasil memproduksi bus listrik. Bus listrik tersebut memungkinkan para pengguna melakukan rapat di dalam mobil saat perjalanan.

Seperti julukannya, Mobile Executive Meeting, bus listrik produksi LIPI membuat pengguna kendaraan tersebut seolah seperti berada di sebuah ruangan yang nyaman, dengan kursi empuk juga meja tempat minuman dihidangkan.

Menteri Riset dan Teknologi Gusti M Hatta menyebutkan kendaraan ini sangat cocok untuk para eksekutif di Jakarta yang disibukkan dengan banyaknya rapat, namun di sisi lain terkendala dengan kepadatan lalu lintas.

"Kita tahu Jakarta suka macet, daripada macet sekarang nganggur, bisa nunggu rapat di mobil sesuai namanya mobile executive meeting. Bagus. Jadi dibentuk rapat, tempat minumnya juga ada, bagus sekali," kata Gusti di acara soft launching mobil dan bus listrik di Puspiptek, Serpong Tangerang, (26/8/2013).

Gusti mengatakan, nantinya bus listrik ini beserta produk mobil listrik LIPI lainnya akan diperkenalkan ke khalayak ramai pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada tanggal 29 Agustus 2013. "Nanti kita tampilkan di Taman Mini," katanya.

Bus listrik ini bisa menurunkan biaya operasional lebih dari 50%, biaya perawatan lebih dari 70%. Selain itu, ramah lingkungan karena tanpa emisi gas buang.(zul/hen)


  detik 
[Read More...]


Alasan Mobil Listrik di Indonesia Tak Berkembang



http://images.detik.com/content/2013/08/26/1036/lipi2.jpg
Bus listrik LIPI
Jakarta - Para ilmuwan dan peneliti di Indonesia telah mampu menciptakan mobil listrik. Sebut saja para peneliti LIPI atau Dasep Ahmadi, seorang ilmuwan dari Depok, Jawa Barat. Namun sayangnya, industrialisasi mobil listrik di Indonesia masih banyak menemui kendala.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Indonesia (LIPI) Lukman Hakim menjelaskan, orang Indonesia mampu menciptakan prototipe, namun ketika akan memasuki tahap produksi massal, kendala permodalan menjadi hambatan.

"Kita tidak ada capital, skema khusus, sistem penjaminan, itu semua belum kondusif. Perlu ada terobosan, misalnya ada skema khusus, tingkat bunga yang khusus. Itu sudah lama dibincangkan," kata Lukman saat ditemui di Puspiptek Serpong, Tangerang, Senin (26/8/2013).

Masalah permodalan tentu berkaitan dengan adanya investasi yang masuk dari investor yang tertarik. Lukman mengatakan, saat ini tahap pendekatan kepada investor masih sedang dilakukan, agar nantinya mobil listrik tak hanya berhenti di tahap pembuatan prototipe saja.

"Kita kampanye, supaya orang-orang tahu dan membuka kemungkinan itu (investasi)," katanya.

Selain itu, Lukman menambahkan, perlu adanya peranan dari pemerintah untuk memajukan industri ini. Pemberian insentif bisa menjadi pendorong bagi para investor untuk menanamkan modalnya.

"Pemerintah harus menjembatani. Perlunya insentif, di mana pemerintah melakukan intervensi untuk hal tertentu," lanjutnya.

Saat ini jumlah peneliti di Indonesia masih terbilang sangat kurang. Jika dibandingkan dengan negara maju seperti di Amerika Serikat (AS), dari sisi kuantitas peneliti, Indonesia masih kalah jauh.

"Selain itu SDM (sumber daya manusia). hitungan kita peneliti di Indonesia 100 per sejuta penduduk. Negara lain Amerika 6.000 per sejuta penduduk. Kita butuh 200 ribu penelitian sekarang ini," tegasnya.(zul/hen)


  detik 
[Read More...]


★ Selain Ponsel, LIPI Juga Luncurkan Mobil Listrik



http://images.detik.com/content/2013/08/26/1036/lipi.jpgJAKARTA -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan mobil dan bus listrik bernama Hevina di Graha Widya Bhakti DRN, Kawasan Puspitek Serpong Tangerang Selatan, Banten, Senin (26/8).

Hevina merupakan mobil ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi. Pada acara yang sama, LIPI menyerahkan mobil dan bus listrik kepada Mentistek Gusti Muhammad Hatta.

"Hevina, ada dua varian bentuk yaitu, mobil sedan dan bus yang diperuntukan bagi executive meeting," ujar Kepala Bagian Humas LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas, kepada wartawan.

Nur mengatakan, mobil dan bus listrik ini memiliki keunggulan karena tidak bising dan irit bahan bakar. Acara peluncuran hasil penelitian ini merupakan rangkaian HUT LIPI ke-46.


[Read More...]


Mobil buatan mahasiswa ITS akan adu cepat di Australia



 Widya Wahana Sapu Angin Karya Mahasiswa Teknik ITS 

Widya Wahana Sapu Angin  Karya Mahasiswa Teknik ITS
Widya Wahana Sapu Angin IV
Mobil bertenaga surya generasi keempat berjuluk "Widya Wahana Sapu Angin" yang merupakan karya mahasiswa Jurusan Teknik Mesin ITS siap berlaga dalam kompetisi "World Solar Challenge 2013" di Australia, 6-13 Oktober 2013 mendatang. Kesiapan itu ditandai dengan peluncuran "Widya Wahana Sapu Angin" atau "Sapu Angin Surya" oleh Rektor ITS Tri Yogi Yuwono DEA di halaman Rektorat ITS Surabaya, Sabtu (25/8).

"Tidak ada target resmi dari ITS. Bisa mencapai finish saja, kami sudah bersyukur," kata Tri Yogi dalam peluncuran itu, didampingi tim mahasiswa dan dosen pembimbing proyek Widya Wahana Sapu Angin Muhammad Nur Yuniarto seperti dilansir dari Antara.

Ia memberikan apresiasi yang cukup tinggi terhadap karya civitas akademika kali ini. Sebab lahirnya "Widya Wahana Sapu Angin" mewujudkan mimpi para pendahulu ITS untuk berlaga di kejuaraan mobil surya internasional.

"Tidak ada alasan bagi mereka untuk minder dengan kontingen dari negara lain, karena Widya Wahana Sapu Angin merupakan kontingen satu-satunya dan yang pertama dari Indonesia dalam kompetisi tersebut. Harumkan nama ITS dan Indonesia di Australia," katanya.

Dalam kesempatan itu, dosen pembimbing Muhammad Nur Yuniarto meyakini "Widya Wahana Sapu Angin" berbeda dengan tiga mobil surya sebelumnya, karena Widya Wahana generasi keempat itu hampir pasti berangkat ke Australia. Dosen Jurusan Teknik Mesin ITS itu menambahkan proyek pembuatan mobil surya itu menyerap dana yang tidak sedikit, karena komponen mobil yang digunakan merupakan kualitas terbaik yang ada di pasaran.

"Dana Rp 700 juta yang terserap, sebagian besar untuk membeli sel surya dan motor. Sel surya tersebut memiliki efisiensi yang cukup tinggi hingga 22,5 persen," katanya.

Selain itu, kontingen tunggal Indonesia dalam ajang "World Solar Challenge 2013" itu juga dilengkapi dengan baterai yang memiliki daya simpan hingga 5 KW. Untuk kecepatan dari "Widya Wahana Sapu Angin" atau "Sapu Angin Surya" itu sendiri bisa mencapai 100 kilometer per jam. "Jadi, kami optimistis bisa mencapai finis, karena finis dalam kejuaraan itu hanya memerlukan kecepatan 80 kilometer per jam," katanya.

Sementara itu, Manajer "ITS Solar Car Racing Team" Agus Mukhlisin menjelaskan pihaknya menargetkan masuk 10 besar dalam lomba mobil surya tingkat dunia yang pertama kali diikuti tim ITS itu.

"Sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam lomba mobil surya yang tahun 2013 diikuti 47 tim dari 26 negara itu, kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim dari perguruan tinggi ternama seperti Tokai University, Michigan, Stamford University, MIT, dan sebagainya," katanya.

 Berikut Mobil Hasil kreasi ITS 

Widya Wahana I
Widya Wahana II
Widya Wahana III

  Merdeka 
[Read More...]


Perubahan di Kijang Innova Baru Desainer Indonesia



Tampilannya lebih segar dan ciamik. 

Pemain di segmen pasar MPV (Multi Purpose Vehicle) nasional cukup sesak, jadi tak heran persaingan sangat ketat dan sengit. Alasan itulah yang membuat Toyota Astra Motor (TAM) melakukan perubahan ringan pada model andalannya, Kijang Innova.

Meski perubahan tidak menjalar ke sektor dapur pacu, New Kijang Innova diklaim memiliki tampilan yang lebih segar dan ciamik.

Adapun perubahan di bagian eksterior diantaranya new shield shape radiator grille, new foglamp ornament, back door with reflector, dan new aerokit.


Untuk bagian interior, terlihat pada head unit front face yang lebih modern dan advance. Kini semua grade New Toyota Kijang Innova juga dilengkapi dengan dual airbags, seatbelt pretensioner dan force limiter (PT/FL).


Jok pengemudi juga dapat diatur ketinggiannya secara manual, plus sensor parkir mundur, dan kaca spion elektrik.

New Kijang Innova memberikan pilihan 16 varian, mulai dari mesin 2.0 M/T dan A/T dengan tipe J, E, G, dan V, sampai mesin 2.5 M/T dan A/T dengan tipe E, G, V.


Untuk urusan harga, Innova terbaru dilepas di kisaran Rp197,3 (J M/T Bensin) sampai Rp316.550.000 (V A/T Diesel). Menariknya, model terbaru dari mobil berkapasitas 7-8 penumpang itu dibuat oleh desainer Indonesia. (umi)

Kijang Innova Terbaru Buatan Desainer Indonesia

Toyota mulai percaya dengan kemampuan putra-putri Indonesia. 

New Kijang InnovaPT Toyota Astra Motor (TAM) akhirnya resmi meluncurkan New Toyota Kijang Innova di Indonesia. Meski dapat dikatakan cuma melakukan facelift (perubahan ringan), tapi mereka mengklaim model ini bakal mampu menggaet konsumen.

Direktur Marketing PT TAM Rahmat Samulo mengungkapkan sama seperti generasi sebelumnya, Innova terbaru juga ditargetkan dapat terjual 5-7 ribu tiap bulannya.

"Kami harapkan 6-7 ribu, tapi minimal 5-6 ribu per bulan," kata Rahmat usai acara peluncuran New Toyota Kijang Innova di Jakarta, Senin 19 Agustus 2013.

Tidak hanya pasar domestik, Kijang Innova juga akan tetap diekspor ke 27 negara. Bahkan ekspor mobil berkapasitas 7-8 penumpang ini menjadi yang terbesar di antara keluarga Toyota lainnya.

"Di tahun 2012, Kijang berhasil di ekspor sebanyak 41.580 unit. Ekspor paling besar kami yakni Fortuner dan Innova. Untuk di luar negeri, semua Kijang Innova kini menggunakan nama Innova," kata Presiden Direktur TAM, Johnny Darmawan.

Karya anak Bangsa

Johhny mengungkapkan konsep desain model anyar Innova tidak luput dari tangan anak Bangsa, dengan melibatkan desainer PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

"Sebenarnya banyak desainer-desainer lokal kita. Saat ini, banyak yang mengira desainernya hanya dari Jepang saja, tapi sebenarnya ada dari Indonesia," kata dia.

Desainer New Kijang Innova berjumlah 12 orang. Yang karyanya paling menonjol ada delapan desainer dari TMMIN, yakni Edi Budi Setiawan, Rudi Budiman, Abi Yunus Angkasa, Rahmad Riza, Restu Wintayo, Donny Akbar Prima, Prana Jiwandara, dan Wahyu Dani.

Direktur Utama PT TMMIN, Masahiro Nonami, menyatakan dia merasa konfiden mengembangkan produk Toyota bersama putra-putri Indonesia.

"Desain konsep menerjemahkan apa yang disukai pelanggan ke dalam desain sketsa. Kemudian drawing menerjemahkan sketsa dengan bekerja sama manufacturer dan memilih satu desain yang nantinya akan diproduksi secara massal," Nonami menjelaskan. "Saat ini baru sampai konsep desain, ke depan kami berharap sampai drawing desain."(kd)


[Read More...]


'Alphard' Listrik Made in Depok Siap Mengaspal September



Jakarta - Mobil Bus dan 'Alphard' listrik made in Depok, Jawa Barat akan selesai pada September 2013. Saat ini, kedua jenis kendaraan yang akan dioperasikann pada KTT APEC di Bali pesanan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan masuk tahap akhir.

"September bisa selesai," ucap pendiri mobil listrik made in Depok, Dasep Ahmadi disela Pertemuan Diaspora, JCC Senayan Jakarta, Senin (19/8/2013).

Menurut Dasep, untuk tipe bus listrik akan dibuat sebanyak 8 unit dengan kapasitas hingga 17 penumpang. Untuk tipe ini, Dasep melengkapinya dengan gear box.

Selain itu, pihaknya juga merancang mobil listrik tipe mobil mewah eksekutif sekelas Toyota Alphard.

"Eksekutif 8 unit dibuat. Sekarang tahap finishing juga. September selesai," jelasnya.(feb/hen) 

Executive Car Listrik dari Depok Lebih Hebat dari Alphard

Executive Car bertenaga listrik yang akan menjadi kendaraan operasional para delegasi APEC di Bali diyakini pembuatnya akan lebih hebat dari MPV mana pun di Indonesia, termasuk MPV mewah buatan Toyota, Alphard.

"Executive car nanti akan memiliki 7 seat. Lebih hebat lah (dari Alphard)," ujar pemilik PT Sarimas Ahmadi Pratama Dasep Ahmadi yang memproduksi mobil listrik ini.

Executive car listrik dari Depok ini bakal menggendong baterai 60 kWh, dengan sekali terisi penuh baterainya, mobil sanggup menjelajah hingga 250 km dengan kecepatan tertinggi 160 km per jam.

Bahkan Dasep pun akan menyelipkan tenaga tambahan dengan menyelipkan sistem sel surya yang bisa menyimpan tenaga dari sinar matahari.(lth/ddn)


[Read More...]


VW bangun pabrik perakitan mobil, menperin sumringah




Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen resmi membangun pabrik perakitan di Indonesia tahun depan. Rencana investasi itu berpotensi berlanjut dengan produksi mobil ramah lingkungan untuk pasar dalam negeri.

Menteri Perindustrian MS Hidayat sangat gembira karena pabrikan yang terkenal dengan produk VW Beetle itu bersedia menanamkan modal di Indonesia. Artinya, ekonomi dalam negeri dianggap sehat dan sangat menguntungkan untuk investasi bernilai besar.

"VW akan investasi 2014, pabrik assembly, kalau VW kembali ke indonesia untuk berkompetisi, berarti iklim investasi dalam negeri membaik. Jerman itu terkenal sangat hati-hati dalam berinvestasi," ujarnya selepas acara penjelasan RAPBN akhir pekan ini.

Realisasi investasi ini akan ditandai dengan kunjungan CEO Volkswagen Martin Winterkorn ke Tanah Air pekan depan. Menperin berharap, perusahaan otomotif paling besar di Jerman itu di masa depan bersedia menggarap pasar mobil murah ramah lingkungan (LCGC).

"(VW) mudah-mudahan ikut LCGC, bisa menghemat BBM, karena dia menggunakan energi alternatif, tren dunia low emission carbon," kata Hidayat.

Nilai investasi VW sebesar USD 140 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. Pabrik perakitan itu akan menggandeng perusahaan lokal dari Grup Salim.

Investasi VW rencananya akan dimulai paling cepat tahun depan. Pabrikan otomotif itu empat tahun lalu sempat mengumumkan bakal berinvestasi di Indonesia. Namun pada 2010, rupanya perusahaan asal Wolfsburg ini lebih memilih Malaysia sebagai basis produksi sedan mereka untuk wilayah Asia Tenggara.

Untuk lokasi pabrik VW nantinya, Kemenperin lebih suka bila pabrikan yang terkenal dengan mobil merek VW Beetle ini membangun di luar Jawa. Tapi Hidayat memilih realistis dan menerima jika akhirnya VW dan rekan lokal membangunnya di sekitar Jabodetabek, seperti kebanyakan pabrik otomotif Jepang.(mdk/ard)


  Merdeka 
[Read More...]


KTT APEC Diramaikan Mobil dan Bus Listrik, PLN Siapkan Stasiun Pengisian



http://images.detik.com/content/2013/08/10/1034/listrik1.jpgJakarta - Pada awal Oktober 2013 nanti, Indonesia bakal menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi (KTT) APEC di Nusa Dua, Bali. Rencananya alat transportasi di wilayah KTT akan menggunakan mobil dan bus listrik. PLN bakal menyiapkan 12 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

Senior Manager Corporate Communications PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, SPLU ini untuk mendukung pemerintah melakukan kampanye kendaraan berbahan berbakar listrik yang ramah lingkungan.

"Untuk APEC, PLN menyiapkan SPLU-nya. Nantinya SPBU listrik ini akan tersebar di berbagai lokasi di Nusa Dua hingga Kuta. Jumlah charging station yang akan diadakan 12 unit. Dipasang di pusat parkir 8 unit, BNDCC (Bali Nusa Dua Convention Center) 2 unit, dan yang 2 lagi masih menunggu konfirmasi," jelas Bambang kepada detikFinance, Sabtu (10/8/2013).

Rencananya selama berlangsungnya KTT APEC, kendaraan operasional para delegasi akan menggunakan mobil atau bus bertenaga listrik dan hybrid. Pemerintah melalui BUMN akan menyediakan berbagai jenis kendaraan berbahan bakar listrik karya putra-putri Indonesia untuk delegasi APEC pada pertemuan tersebut.(feb/dnl)


[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri