ISENG BLOGER

Moge Listrik dari Solo



Moge Listrik dari SoloSurakarta : Sekilas motor itu mirip motor gede buatan Amerika Serikat, Harley Davidson. Bodi motor menjorok ke depan. Tempat duduk agak jauh dari setang dan pijakan kaki krom putih. Berat motor ratusan kilogram dan tanpa kursi pembonceng.

Hanya saja ada perbedaan mencolok dengan Harley Davidson. Motor warna biru dan putih itu tidak mengeluarkan suara dan asap. “Karena ini motor listrik,” ujar Dwi Rahmad, mahasiswa Diploma III Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu, 3 Juli 2013. Dwi merupakan anggota tim pembuatnya. Mereka menyebut timya Harlem atau Harley Electric Motorcycle>

Tim ini terdiri dari 6 mahasiswa DIII Fakultas Teknik UNS. Ada empat orang dari Teknik Mesin dan dua lainnya Teknik Otomotif. Semuanya mahasiswa semester akhir. “Harley listrik ini jadi tugas akhir kami,” kata anggota lainnya, Teguh Widiyanto.

Mereka kesengsem dengan bodi Harley sehingga sengaja meniru. Bagian depan motor yang gambot bukan untuk menampung bahan bakar, melainkan tempat empat aki kering sebagai sumber tenaga penggerak motor listrik. “Kami pakai 4 aki, masing-masing 12 Volt dan 65 Ampere,” ujar Dwi.

Pemakaian empat aki dapat dipakai menjalankan motor listrik selama 5 jam atau 65 kilometer. Kecepatan maksimalnya 80 kilometer per jam.  Di bagian setang motor berbobot 110 kilogram tersebut terdapat tiga lampu indikator, hijau, kuning, dan merah. Indikator itu menunjukkan sisa tenaga listrik. “Kalau merah berarti hampir habis,” katanya. Untuk mengisi empat aki yang sudah dijadikan satu rangkaian tersebut butuh waktu 6-7 jam.

Perakitan motor dimulai Maret 2013 dan selesai Juni 2013. Sebagian besar komponen yang dipakai buatan dalam negeri. Kecuali motor listrik yang diimpor dari Cina. “Kami membuat rangka sendiri. Bodi dibuat dari fiber,” ujarnya. Total mereka menghabiskan dana Rp 29 juta untuk Harley listrik.

Dosen pembimbing tugas akhir, Sukmaji Indro Cahyono mengatakan masih ada kekurangan di motor listrik. Misalnya ukuran aki yang besar dan waktu pengisian yang lama. “Kami terus menyempurnakan,” katanya. Kelemahan lainnya, Harley listrik tak kuat menanjak tanpa ancang-ancang.


  ● Tempo  
[Read More...]


SMKN 4 Jakarta perakit sepeda motor Kanzen



Perkembangan teknologi di Indonesia berkembang dengan cukup inovatif. Indonesia sudah jauh melangkah dan mulai mandiri terutama dalam bidang otomotif. Bahkan beberapa kalangan terus mengembangkan karyanya untuk menciptakan motor atau mobil 'made in' Indonesia.

Adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Jakarta Utara yang berhasil menciptakan motor Kanzen. Para siswa sekolah ini membuat motor dengan keinginan yang kuat hingga menghasilkan sepeda motor rakitan yang siap dipasarkan.

Kepala SMKN 4 Jakarta Wahidin Ganef mengatakan, karya anak didiknya pernah dipamerkan di Lomba Kreatif Siswa (LKS) SMK ke-17 di PRJ Jakarta beberapa tahun lalu. Selanjutnya siswa yang bersekolah di Jalan Rorotan VI Nomor 5 Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara semakin bersemangat untuk mengembangkan rakitan sepeda motor mereka.

"Kami telah kerjasama dengan PT Inti Kanzen Motor (IKM) dan Subdiknas pada 6 Januari 2009," ucap Wahidin beberapa waktu lalu.

Ternyata tidak sampai di situ, SMKN 4 Jakarta juga dipercaya untuk merakit 200 mesin mobil Esemka terurai dan 12 mobil. Jatah perakitan ini sebelumnya diberikan kepada SMKN 1 Budi Utomo, namun sekolah tersebut belum memiliki bengkel untuk perakitan mobil. Program pun dialihkan ke SMKN 4 Jakarta.

"Saat verifikasi Program Perakitan Direktorat Pembinaan SMK Kemdikbud tahun 2009, kami tidak jadi ditunjuk, tetapi ikut merakit komponen mesin yang sebagian terurai," ujar guru mesin SMKN 1 Budi Utomo Sopandi.

Fasilitas SMKN 4 Jakarta dinilai lebih siap ikut program perakitan Kiat Esemka. "Kami ditunjuk bersama 22 SMK lain karena punya bengkel laboratorium memadai," kata Sekretaris Program Otomotif SMKN 4 Jakarta Rahmedi.

Kreativitas SMKN 4 Jakarta memang patut diacungi jempol. Sekolah tersebut juga menciptakan mesin computer numerical control milling atau mesin bubut untuk membuat onderdil kendaraan bermotor. Sebelumnya, SMKN 4 juga merakit laptop, mobil, truk mini, sepeda motor, serta proyektor LCD.(mdk/ded)


  ● Merdeka  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8I5WFWF4eNTjLc7FaO2CFUkXNfdxGv3P-cIOGVIz8nfIOltGuXlCZZOCEfSkv3KqyltOf7CI08nENmsm5p5W0-c4kuS64tyaCPb81NFU8ky5fu5dzBXItxFLq9v_M4zshyIoRKddcciU/s35/cinta-indonesia.jpg
[Read More...]


Inovasi Motor BBG Karya Siswa SMK



http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20121101_073139/073139_29506_motor_BBG.jpgKramat - Maraknya kasus tawuran pelajar diberbagai daerah, ternyata dapat diantisipasi dengan mudah oleh dewan guru SMK Muhamadiyah Kramat. Ya, dewan guru setempat telah memberikan inovasi dan kreativitas dengan menciptakan motor berbahan bakar gas (BBG).

Kepala SMK Muhammadiyah Kramat, Abdul Wahid SKom mengatakan, sepeda motor berbahan gas tersebut merupakan hasil penelitiannya dengan dua siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yaitu M Rijalul Firdaus dan Ade Prasetya. Penelitian tersebut, berawal sejak satu bulan silam seusai dirinya dilantik menjadi pimpinan sekolah yang berlokasi di Jalan Garuda Kemantran itu.

Dirinya tak menampik, meski terkesan sederhana, namun kendaraan berbahan bakar gas itu, dapat menempuh jarak hingga 170 kilometer. Hal ini terbukti, ketika melakukan uji coba dengan rute Tegal-Semarang. Menurutnya, bahan bakar gas itu, lebih irit dua kali lipat jika dibandingkan dengan bensin.

"Kami menargetkan, dengan gas 3 kilogram ini, bisa menempuh jarak 240 kilometer," cetusnya, Rabu (31/10).

Dia menerangkan, untuk mewujudkan motor ber-BBG, pihaknya membutuhkan sejumlah komponen. Antara lain, vacuum valve dan regulator high pressure serta low pressure (converter kit). Komponen tersebut, direncanakan akan dipatenkan menjadi milik sekolah. Pihak sekolah juga memastikan sepeda motor hasil kreativitas mereka cukup aman digunakan.

Perwakilan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kramat, Radin menjelaskan, dengan hasil inovasi tersebut, diharapkan ada pihak lain, seperti pemerintah maupun swasta yang bersedia membantu pengembangan motor berbahan bakar gas tersebut. "Inovasi ini harus dikembangkan," tegasnya.

Tak heran, dengan adanya inovasi yang dilakukan para pelajar ini, ternyata mendapatkan apresiasi dari warga setempat. Tidak sedikit warga di sekitar sekolah yang sudah mulai melirik inovasi tersebut. Alasannya, BBM dengan menggunakan bahan bakar dari gas adalah solusi atasi kenaikan bensin dikemudian hari.

Salah satu siswa peniliti motor BBG, M Rijalul Firdaus, siswa kelas 3 jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) mengatakan, kalau modifikasi yang ia ciptakan bersama rekannya Ade Prasetyo serta bimbingan kepala SMK Abdul Wahid ini, semata-mata sebagai upaya untuk mensiasati mahalnya bahan bakar minyak seperti bensin.

Untuk bisa beralih dari bensin ke gas hanya butuh biaya tidak kurang dari Rp 400.000. Harga itu merupakan harga untuk converter kit dari bensin ke gas yang mereka ciptakan."Kreatifitas ini untuk mengantisipasi melambungnya harga bensin," ucapnya.

Tidak hanya itu saja, manfaat menggunakan bahan bakar gas, selain ramah lingkungan, sepeda motor jenis apa saja kalau sudah menggunakan BBG akan lebih irit. "Kalau motornya masih baru, itu akan lebih bagus lagi," pungkasnya.(yer)


© Jpnn
[Read More...]


Pameran Motor Terbesar Indonesia Dibuka Hari Ini  



http://statik.tempo.co/data/2012/04/13/id_114906/114906_275.jpgJakarta - Pameran sepeda motor Jakarta Motorcycle Show (JMCS) resmi dibuka Rabu, 31 Oktober 2012, di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Pameran sepeda motor dua tahunan yang digelar sampai 4 November ini melibatkan merek dagang terkemuka di pasar sepeda motor Indonesia, seperti Yamaha, Honda, Suzuki, dan Kawasaki. Beberapa brand sepeda motor kelas premium, seperti Ducati dan BMW, turut serta dalam pameran ini.

"Perkembangan pasar sepeda motor di Indonesia pesat. Para produsen sepeda motor ini ingin turut serta dalam maraknya pasar sepeda motor Indonesia. Melalui JMCS, kita bisa menunjukkan pada masyarakat optimisme produsen," kata Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia selaku ketua panitia, Gunadi Shinduwinata, pada acara pembukaan di JCC, Rabu, 31 Oktober 2012.

Pameran JMCS kali ini mengusung tema "Think Green, Act Safely". Di sini, pengendara sepeda motor diajak untuk meminimalkan kerusakan lingkungan dan meningkatkan disiplin berlalu lintas. Gunadi memproyeksikan nilai transaksi dalam pameran JMCS mencapai kurang dari Rp 800 miliar. "Lima hari ini kan hanya satu sekian persen dari satu tahun. (Asumsikan) satu tahun, Rp 80 triliun, satu sekian persennya masih di bawah Rp 800 miliar," katanya.

Gunadi menduga nilai transaksi JMCS tidak akan melebihi Rp 1 triliun. Tahun lalu, nilai transaksi JMCS tidak sampai Rp 1 triliun. Pasalnya, ajang JMCS lebih menitikberatkan pada ajang teknologi dan model. Namun, pameran ini diharapkan bisa semakin meningkatkan kontribusi industri sepeda motor terhadap ekonomi Indonesia. Tahun ini, kontribusi sepeda motor terhadap PDB Indonesia (kapitalisasi pasar) mencapai Rp 120 triliun. Investasi pada industri motor mencapai 7 miliar dolar.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Budi Darmadi berharap industri sepeda motor terus berkembang, khususnya sebagai penggerak industri non-migas. Indonesia masih tertinggal dari segi penggunaan sepeda motor dibandingkan negara-negara lain di Asia.


[Read More...]


Sedih! Pasar Sepeda Motor Nasional Tertekan



 Karena hari kerja pabrik berkurang, penjualan ikut menurun

http://oto.assets.kompas.com/uploads/photo/2012/08/15/ded9ccbc6afb2df6bb444d2d5953e5eb_t.jpgJakarta - Kenaikan uang pangkal (DP) kredit sepeda motor yang ditetapkan 20-25 persen oleh Bank Indonesia dan Kementeraian Keuangan tahun ini langsung disikapi oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dengan merevisi target penjualan. Dari target awal yang 8,6 juta unit, terpaksa dipangkas jadi 7,1 juta unit, turun 17,4 persen.

Gunadi Shinduwinata, Ketua Umum AISI mengatakan, industri sepeda motor bertubi-tubi tertekan tahun ini. Selain tersengat oleh kebijakkan DP, Penurunan harga komoditas unggulan rakyat antara lain biji kakau, karet dan kopi ikut mempengaruhi daya beli konsumen, khususnya di luar Pulau Jawa.

"Tahun ini memang berat, mengakibatkan sejumlah investasi yang disiapkan beberapa merek anggota AISI tertunda sampai tahun depan," komentar Gunadi di Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2012).

Kapasitas terpasang produksi sepeda motor nasional tahun ini mencapai 9 juta unit, dengan utilisasi sekitar 8,75 juta unit. Semula AISI menargetkan penjualan 10 juta unit pada 2013, sehingga masing-masing merek bersiap diri untuk memenuhi pasar itu dengan membangun pabrik baru.

"Persiapan masih tetap dilakukan, tetapi realisasi kapasitas 10 juta unitnya baru bisa 2014. Begitu juga dengan target bergeser dari 2013 bisa 2014 atau 2015," beber Gunadi.

 Fidusia

Volume penjualan sepeda motor nasional kian tertekan, menurut Gunadi adanya regulasi baru yang tertuang dalam Undang-undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Peraturan Menteri Keuangan No 130/PMK.010/2012 tentang Pendaftaran Jaminan Fidusia Bagi Perusahaan Pembiayaan (Leasing) yang Melakukan Pembiayaan Konsumen untuk Kendaraan Bermotor dengan Pembebanan Jaminan Fidusia, terbit 7 Agustus 2012.

Melalui peraturan ini, setiap Perusahaan Pembiayaan wajib mendaftarkan jaminan Fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal perjanjian pembiayaan konsumen. Singkat cerita, tanpa ada Jaminan Fidusia pihak leasing tidak punya landasan hukum untuk menarik kendaraan dari konsumen yang menunggak. Biaya ini kemudian ditanggung konsumen dibebankan pada waktu pembayaran DP.

"Masalahnya Jaminan Fiducia baru bisa didaftarkan kalau ada jaminan BPKB, sedangkan proses untuk itu (BPKB) butuh waktu satu sampai dua bulan. Masalahnya, kalau kendaraan sudah bermasalah sebelum Jaminan Fidusia keluar, bagaimana ?!" tegas Gunadi.

Dampak yang terjadi terhadap industri sepeda motor karena Fidusia, lanjutnya adalah penjualan yang menurun. Pasalnya, biaya yang dibebankan pada konsumen otomatis meningkatkan DP yang harus dibayarkan di muka waktu mau beli sepeda motor.

"Kalau dengan leasing DP saja sudah ditetapkan minimal 25 persen, tambahan Fidusia bisa menambah beban uang pangkal jadi 30 persenan. Tentu memberatkan, untuk itu kami minta ditinjau ulang kebijakkan ini," tutup Gunadi.

[Read More...]


SMKN 2 SUBANG, Merakit Sepeda Motor Indonesia



Pendidikan menengah pertanian pernah kesulitan menarik peminat dari kalangan anak-anak muda. Sejumlah sekolah pertanian pun menyiasati dengan membuka program keahlian yang diminati masyarakat, seperti otomotif dan teknologi informasi, agar pamornya tak ”tenggelam”.

Siasat memperkaya program keahlian di pendidikan menengah pertanian seperti yang dilakukan SMKN 2 Subang, Jawa Barat, berhasil. Peminatnya meningkat, keunggulan di bidang keahlian otomotif muncul.

Sejak tahun 2009, siswa program otomotif dipercaya merakit sepeda motor Kanzen yang dikenal dengan merek Auriga Esemka. Perakitan sepeda motor itu kini mencapai 20 unit. Pemasaran menyasar lingkungan sekolah dan sekitarnya.

Rakitan sepeda motor itu menarik minat pemerintah daerah. Ada 10 sepeda motor yang dibeli Dinas Pertanian Subang.

Menurut Casidin, Kepala Program Studi Teknik Otomotif SMKN 2 Subang, sebenarnya ada permintaan dari instansi pemerintah Subang lain, yaitu sepeda motor Kanzen jenis Supermoto yang merupakan perkawinan motor trail dan bebek yang cocok untuk di lapangan.

”Cuma belum bisa dipenuhi sebab siswa SMK merakit untuk pembelajaran. Semua materi sepeda motor disediakan dan dikirim PT Kanzen Motor Indonesia ke sekolah,” kata Casidin.

Meski dikerjakan siswa SMK, perakitan sepeda motor Kanzen harus mengikuti standar industri. Pengendalian mutu dilakukan oleh pihak Kanzen.

Sebelumnya, para guru dari berbagai SMK program keahlian otomotif di Indonesia mendapat pelatihan merakit sepeda motor di PT Kanzen Motor Indonesia di Karawang, Jabar. Mereka dilatih sekitar satu bulan mulai dari tahap dasar hingga lanjut.

Selanjutnya, para guru melatih siswa sekitar dua minggu. Siswa didampingi guru merakit semua material sepeda motor yang dikirimkan PT Kanzen Motor Industri ke sekolah.

Material yang dikirim antara lain mesin, rangka, roda, garpu depan, cover body, knalpot, aksesori, wiring harness (rangkaian kabel sepeda motor), baut, dan peralatan kerja.

Perakitan dilakukan siswa di bagian kanan dan kiri. Pos pertama merakit rangka dan mesin. Pos kedua merakit garpu dan tangki bahan bakar minyak (BBM). Pos ketiga memasang roda. Pos keempat memasang rangkaian listrik dan cover body. Pos terakhir memasang aksesori.

Setelah selesai, hasil rakitan dicek di bagian pengendalian mutu. Hal ini untuk menjamin rakitan tidak bermasalah dan siap dipasarkan sesuai standar industri. ”Yang utama dicek mesin, kelistrikan, lampu sein dan penerangan, serta rem. Lalu uji kelayakan motor,” ujar Casidin.

Pemasaran dilakukan sekolah. Sepeda motor bebek Auriga Esemka dijual Rp 9,8 juta, Supermoto dijual Rp 12 juta.

Keahlian siswa SMKN 2 Subang merakit sepeda motor menarik minat perusahaan pengembang retrofit sepeda motor hibrida, yaitu PT Bimmer. Djlamprong Kartiko, salah satu pendiri PT Bimmer, mengatakan, retrofit sepeda motor hibrida ini dilakukan dengan memasang aksesori motor hibrida yang dibuat PT Bimmer untuk semua jenis sepeda motor. Dengan teknologi sederhana ini, sepeda motor bisa digerakkan menggunakan energi listrik dari baterai ataupun BBM.

Pameran sepeda motor hibrida dilakukan saat pelantikan taruna SMKN 2 Subang, pertengahan Januari lalu. Masyarakat cukup meminati produk ini karena memberikan solusi sederhana dan terjangkau mengatasi kenaikan harga BBM.

Sekolah ini bakal menjadi pilot project terkait retrofit sepeda motor hibrida, mulai dari penjualan aksesori motor hibrida seharga Rp 2,5 juta, pemodifikasian sepeda motor semua merek menjadi motor hibrida, hingga servis sepeda motor.

Kepala SMKN 2 Subang Priyanto yang ditunjuk menjadi Ketua Asosiasi Koperasi SMK Pengembang Sepeda Motor Hibrida (terdiri dari 50 SMK) menyambut baik kepercayaan PT Bimmer untuk mengembangkan keahlian siswa dalam merakit sepeda motor hibrida sekaligus pengembangan kewirausahaan.

Pabrik di sekolah

Sebelumnya, siswa SMKN 2 Subang ahli merakit kabel-kabel listrik untuk sepeda motor (wiring harness). Sejak 2004, perakitan itu dipercayakan PT Kinenta Indonesia Purwakarta, perusahaan pemasok wiring harness.

”Awalnya, siswa kami yang ke perusahaan di Cikarang. Kemudian produksi dipindahkan ke sekolah,” kata Tatang Supardi, pengelola teaching factory SMKN 2 Subang.

Jumlah siswa di sekolah ini 2.405 orang. Sebanyak 56 persen dari keluarga tidak mampu. Mereka dipekerjakan di perakitan sehingga bisa membiayai sendiri sekolahnya. SMKN 2 Subang juga membuka sekolah kelas jauh yang akan jadi SMK mandiri di 13 titik di Kabupaten Subang.

Dari satu teaching factory berukuran 60 x 12 m, kini berkembang jadi tiga. Saat ini ada 400 siswa direkrut bekerja. Mereka bekerja lima hari seminggu selama 7-8 jam dari pukul 08.30.

Sebagai pendidikan menengah kejuruan, pembelajaran kompetensi keahlian tidak hanya teori. Sekolah kreatif menciptakan peluang bisnis sesuai program keahlian di sekolah.

Sekolah ini memproduksi air mineral gelas dengan merek Esemka sebanyak 50 dus per hari memanfaatkan mata air di sekolah. Selain itu, juga pembuatan jus buah, seperti mangga, nanas, dan jambu, serta nata de coco bermerek Stempet.

Program keahlian pertanian yang menjadi inti pendidikan kejuruan di SMKN 2 Subang diperkuat. Pengolahan hasil pertanian terus dikembangkan, seperti pembuatan keripik, nugget ayam, dan bakso ayam wortel.

Potensi program keahlian tata busana juga berkembang. Setidaknya, siswa dari jurusan ini yang memproduksi seragam siswa dan guru.

Sekolah ini bakal digandeng perusahaan Jepang untuk memproduksi sarung tangan. Lagi-lagi, pabrik dihadirkan di sekolah dengan fasilitas peralatan dari perusahaan Jepang.

”Semua program keahlian didorong untuk berproduksi. Sebisa mungkin sekolah memperbanyak kesempatan praktik siswa dan mendorong kreativitas,” kata Priyanto. (Kompas, 4 Februari 2012/ humasristek)


• ristek

[Read More...]


Motor Hibrida Jadi Solusi



Kenaikan harga bahan bakar minyak memang belum diputuskan pemerintah. Tetapi, opsi menaikkan harga bahan bakar minyak agar subsidi negara tidak membengkak tampaknya bakal segera dihadapi masyarakat.

Harga bahan bakar minyak (BBM) yang meningkat berimplikasi pada meningkatnya pengeluaran untuk transportasi. Sayangnya, alternatif penghematan harga BBM tak serius diperkenalkan kepada masyarakat.

Pengalihan pengguna BBM kepada bahan bakar gas yang direncanakan pemerintah juga dirasakan bukan solusi yang mudah.

Padahal, solusi sederhana dengan harga terjangkau telah digagas tiga anak bangsa yang peduli terhadap masalah penghematan BBM dan teknologi hijau. Aksesori sepeda motor hibrida tanpa mengubah sepeda motor yang memakai BBM diyakini mampu membantu masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah, untuk menghemat pengeluaran membeli BBM.

Djlamprong Kartiko (Ketua Kelompok Keahlian Bidang Teknologi Industri Transportasi, Badan Kejuruan Mesin-Persatuan Insinyur Indonesia), Tutuko Wirjoatmoatmodjo (konsultan proses produksi usaha, praktisi, dan pengamat otomotif Indonesia), serta Agus Haryanto (praktisi industri rekayasa dan pengusaha) selama dua tahun ini mengembangkan retrofit sepeda motor hibrida. Dengan mempelajari sistem dalam sepeda motor listrik, mereka membuat aksesori yang membuat sepeda motor dari semua merek yang ada di pasaran bisa beroperasi dengan listrik dan BBM secara bergantian.

Prototipe sepeda motor hibrida telah dipamerkan dalam Konvensi Nasional Insinyur Mesin, Persatuan Insinyur Indonesia, tahun 2011 dan pameran di SMKN 2 Subang awal tahun 2012. Antusiasme pengunjung cukup tinggi dan pesanan mulai mengalir.

”Kami memang tidak menciptakan produk yang head to head dengan produk sepeda motor yang ada. Itu tentu saja berat. Jadi, produk kami ini semacam aksesori yang bisa dipasang ke sepeda motor yang ada,” kata Djlamprong.

Masyarakat tidak perlu mengubah bentuk sepeda motor, tetapi cukup menambahkan aksesori yang bisa dipindahkan ke sepeda motor lain. Dengan demikian, penghematan BBM bisa dialihkan untuk pembelian aksesori yang bermanfaat untuk jangka panjang.

Bergantian

Tutuko menjelaskan, sebenarnya alat-alat yang dibutuhkan untuk aksesori ini tersedia di pasaran. Namun, ketiga insinyur ini memodifikasi supaya dapat menjadi alat yang bisa membuat sepeda motor beroperasi dengan listrik dan BBM.

Penggerak roda depan sepeda motor diganti dengan motor utama atau add-on hybrid. Lalu ada kabel yang disambungkan ke speedometer. Bagian gas sepeda motor diberi pengendali berupa tombol on-off.

Semua perangkat itu disambungkan dengan empat baterai yang ditaruh di kotak kecil bagian depan motor. Saat pengguna motor hendak memakai sepeda motor listrik, persneling dinolkan. Pengguna tinggal mengegas saja sepeda motor.

Motor mendapatkan energi dari baterai yang bisa diisi ulang. Dalam prototipe sepeda motor hibrida yang dikembangkan dalam dua tahun ini, baterai dapat menggerakkan sepeda motor selama satu jam dengan kecepatan maksimal 60 km per jam.

Memang masih ada kelemahan, motor hibrida ini tidak kuat menanjak pada ketinggian 15 derajat. ”Pas tanjakan, ya... pengguna mengalihkannya dengan bahan bakar bensin. Ini bisa otomatis sebab sepeda motor bensin itu menggunakan roda belakang. Jadi, sepeda motor hibrida ini tidak bergantung,” kata Djlamprong.

Agus mengakui, sebenarnya teknologi baterai terus berkembang dan kini bisa tahan berjam-jam. Namun, pada tahap awal, mereka memilih baterai di pasaran yang harganya murah, sekitar Rp 2,5 juta.

”Sebagai tahap awal, prototipe ini sudah cukup. Nanti perlu juga dikembangkan supaya baterai bisa terisi saat sepeda motor melaju,” kata Agus.

Gandeng SMK

Pengembangan sepeda motor hibrida ini bukan hanya dipikirkan secara teknis. Kartiko, Tutuko, dan Agus yang mendirikan PT Berkah Mekar Mugi Rahayu (Bimmer) juga telah membuat konsep untuk pemasarannya dengan menggandeng koperasi SMK. Sebab, perusahaan dan pihak lain leluasa berbisnis dengan koperasi yang berbadan hukum.

Saat ini telah terbentuk Asosiasi Koperasi SMK Pengembang Motor Hibrida beranggotakan 50 SMK di berbagai daerah. Koperasi ini dapat menjalankan usaha menjual unit add-on hybrid, jasa pemasangan, pemeliharaan add-on hybrid, dan jasa sewa bengkel.

Potensi bisnis cukup besar karena saat ini ada sekitar 60 juta pengguna sepeda motor. Di tiap SMK setidaknya bisa menyasar sedikitnya 300 sepeda motor siswa dan guru untuk menjadi sepeda motor hibrida.

Jika sepeda motor hibrida terus berkembang, tahap selanjutnya SMK dikembangkan untuk memproduksi bagian-bagian aksesori.

Dalam benak pendiri PT Bimmer, tindakan nyata seperti ini ke depannya akan membuat Indonesia mampu mengembangkan teknologi otomotif yang hemat BBM dan berpihak pada teknologi hijau. Karena itu, harus ada kemauan bangsa ini untuk bisa memulai langkah nyata. (Kompas, 2 Februari 2012/ humasristek)


• Ristek
[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri