ISENG BLOGER

RI Siap Kembangkan Trem Listrik Made in Serpong



http://images.detik.com/content/2013/09/10/1036/bppt.jpgSerpong - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berencana mengembangkan dan membangun mobil listrik menggunakan pantograf layaknya trem. Mobil listrik versi terbaru ini merupakan pengembangan dari mobil listrik yang menggunakan baterai.

Rencananya mobil jenis ini mulai dikembangkan tahun ini juga di Puspitek Serpong Tangerang. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar di sela acara Technopreneurship Champ di Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (10/9/2013).

"Mobil listrik yang menggunakan pantograf itu sedang kita persiapkan juga tahun ini akan kita mulai persiapkan dalam waktu beberapa tahun ke depan akan jadi. Dia menggunakan listrik langsung di atas. Ini sejenis trem," ucap Marzan.

Mobil listrik ini nantinya digunakan sebagai keperluan transportasi publik. Mirzan menjelaskan mobil listrik ini masih tetap menggunakan baterai namun dalam ukuran kecil.

"Mobil listrik tapi tidak sepenuhnya menggunakan baterai, karena baterai menjadi masalah saat ini karena kapasitas terbatas karena sampai 200 km. Dan juga bobotnya berat sehingga sebagian besar di baterai. Solusinya adalah mobil yang menggunakan pantograf," katanya.

Disebutkan Marzan, mobil berkonsep trem ini nantinya melewati jalur khusus yang dilengkapi jaringan listrik khusus. Namun bisa juga beroperasi tanpa jaringan listrik. Selain merancang moda, BPPT juga merancang infrastruktur kelistrikan pendukung.

"Ini pakai jalur khusus tapi nggak perlu dipenuhi jaringan listrik. Dia suatu saat bisa copot menggunakan jalan biasa dan baterai. Tapi nanti dia nyambung," sebutnya.(feb/ang)


  ● detik 
[Read More...]


Kereta Bandara Kuala Namu



 Kereta Bandara Kuala Namu Asal Korea Tiba di Medan 

http://images.detik.com/content/2013/09/04/4/135935_keretakorea320.jpgMedan - Dua rangkaian (trainset) kereta api baru canggih produksi Korea Selatan (Korsel), sudah tiba di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Rangkaian kereta ini segera dioperasikan melayani rute Medan-Kuala Namu International Airport (KNIA).

Kedua rangkaian kereta ini bagian dari 4 kereta yang dipesan dari Woojin Industrial System Co.Ltd oleh PT Railink, anak usaha PT KAI dengan Angkasa Pura II.

Direktur Utama PT Railink, MN Fadhila menyatakan, kedua trainset yang masing-masing terdiri dari empat gerbong itu, saat ini masih dalam tahap pengujian atau verifikasi yang dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian kementerian Perhubungan. Segera setelah proses verifikasi ini selesai, kereta akan beroperasi.

“Proses verifikasi wajib dilakukan sebelum sertifikat laik operasi dikeluarkan," kata Fadhila kepada wartawan saat peluncuran kereta baru itu Stasiun Besar Keretaapi Medan, Rabu (4/9/2013).

Kedua rangkaian Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) itu tiba di Pelabuhan Belawan pada 30 Agustus 2013 lalu. Berikutnya diproses di bengkel kereta api dan kemudian dibawa ke Stasiun Besar Keretaapi.

Proses verifikasi yang tengah dilakukan itu relatif membutuhkan waktu, sehingga satu rangkaian kereta baru itu diperkirakan dapat beroperasi melayani rute Medan – KNIA pada pertengahan September mendatang, dan satu lagi pada Oktober.

Pengujian yang dilakukan itu, kata Fadhila, meliputi dua hal, yakni pengujian statis dan pengujian dinamis. Pengujian statis yakni pengecekan struktur kereta maupun kelengkapan lain sesuai spesifikasi. Sedangkan pengujian dinamis yakni mengetes performa kereta dengan kondisi melaju di atas rel.(rul/hen)

 Kelebihan Kereta Bandara Kuala Namu Buatan Korea  

http://images.detik.com/content/2013/09/04/4/keretakorea2.jpgKereta Bandara Kuala Namu buatan pabrik Woojin Industrial System Co.Ltd asal Korea Selatan (Korsel) memiliki beberapa kelebihan.

Kelebihan kereta ini antaralain keberadaan mesin penggerak (traksi motor) di setiap kereta penumpang, atau ada 4 mesin penggerak dalam setiap rangkaian yang mendukungnya untuk melaju dengan kecepatan hingga 100 Km per jam.

Semua mesin akan saling mendukung, sehingga jika salah satu atau bahkan tiga mesin sekaligus mengalami masalah atau mati sama sekali, masih ada satu mesin yang akan tetap membuat kereta terus berjalan sampai tujuan.

Kendati kereta baru ini relatif canggih dan dapat melaju lebih kencang dibanding kereta yang bandara yang telah beroperasi di Kuala Namu saat ini, namun kecepatan standar di lintasan Medan- Kuala Namu International Airport (KNIA) dibatasi 60-70 Km per jam.

"Jadi waktu tempuh Medan ke Bandara Kuala Namu tetap antara 37 hingga 40 menit,” kata Direktur Utama PT Railink, MN Fadhila kepada wartawan saat peluncuran kereta baru itu Stasiun Besar Keretaapi Medan, Rabu (4/9/2013).

PT Railink selaku operator kereta KNIA memesan 4 rangkaian kereta (trainset) dari Woojin Industrial System Co.Ltd dengan nilai total pembelian mencapai Rp 160 miliar. Dua rangkaian kereta yang lainnya saat ini sedang dalam proses pengapalan dan diperkirakan akan tiba pada pertengahan September mendatang.

Keempat rangkaian kereta yang mampu mengangkut 172 penumpang sekali berangkat, merupakan bagian dari 6 armada yang dioperasikan Railink untuk melayani rute Medan-KNIA.(rul/hen)
 
 
  ● detik 
[Read More...]


Investor Setuju Wujudkan Monorel di Palembang



Monorel Ilustrasi
Ilustrasi Monorel
PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, monorel atau rel tunggal dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Jakabaring Palembang segera terwujud karena ada investor yang telah melaksanakan kerja sama.

"Nota kesepahaman proyek monorel antara PT True North Indonesia Capital dengan Hanwa Group Korea sudah ditandatangani," kata gubernur kepada Antara usai menandatanganan kerja sama di Palembang, Senin (2/9).

Lebih lanjut dia mengatakan, Korea menyatakan pengerjaan monorel tersebut akan rampung pada 2016, namun pihaknya minta kurang dari itu dan mereka menyatakan siap.

Pembangunan monorel tersebut untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas yang sekarang ini sudah mulai terjadi.

Bahkan, diperkirakan tiga tahun mendatang Palembang semakin macet sehingga pembangunan monorel tersebut perlu segera direalisasikan.

Dalam upaya mempercepat pelaksanaan pembangunan monorel tersebut, menurut gubernur, pihaknya membantu dana pembebasan lahan termasuk fasilitas pendukung lainnya,.

Sementara Presiden Direktur PT True North Indonesia Capital Omar S Anwar mengatakan, pembangunan monorel tersebut pertama di Indonesia yang akan dikerjakan investor berpengalaman.

Sementara mengenai halte atau tempat pemberhentian sendiri antara lain di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Pasar Cende, Masjid Agung dan Jakabaring Palembang.

Pembangunan rel tunggal tersebut diharapkan secepatnya dikerjakan sehingga Palembang akan memiliki rel tunggal untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

Sementara Kepala Presentasi Korea Indonesia Kim Sam Yang mengatakan, pembangunan monorel tersebut untuk mempelancar arus lalu lintas terutama saat jam sibuk.(*/hrb)


[Read More...]


Landasan Bandara Soekarno Hatta Di Atas Laut



 Runway Bandara Soekarno-Hatta Diperkuat Agar Bisa Didarati Pesawat Airbus 380 

http://images.detik.com/content/2013/08/25/4/153327_bandara320.jpgJakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan menugaskan BUMN Karya untuk membantu melakukan kajian dan pekerjaan kontruksi untuk memperkuat landasan pacu atau runway Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Langkah ini dilakukan agar runway Bandara Soetta bisa didarati pesawat super jumbo sekelas Airbus 380 dengan bobot penuh.

"Jadi kita lagi tugaskan BUMN Karya untuk memperkuat landasan Bandara Soekarno Hatta, yang cepat tanpa mengganggu landasan untuk landing dan take off," ucap Menteri BUMN Dahlan Iskan saat ditemui di kantor pusat Pelindo II, Jakarta Utara, Kamis (15/8/2013).

Dahlan mengatakan selain memperkuat landasan, nantinya bagian kanan dan kiri landasan atau enam meter dari sayap akan dikeraskan sehingga bisa mendukung operasional pesawat berbadan berbadan besar.

"Jadi saya minta dikaji, direncanakan agar landasan tersebut bisa didarati Airbus 380 sekalian. Jadi tujuannya bukan untuk mencari jalan keluar Garuda," kata Dahlan.

Dahlan menjelaskan perlunya memperkuat runway Bandara Soetta karena saat ini frekuensi take off dan landing pesawat naik dari 60 kali per jam ke 69 kali per jam setelah terbentuknya Perum Navigasi awal 2013. Untuk program penguatan runway ini, pendanaan akan diambil dari belanja investasi PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola bandara Soetta.

"Sore ini diputuskan, yang memutuskan itu PT Angkasa Pura II atas guidance (arah) dari kami," tegasnya.

 Rencana Proyek Landasan Soekarno-Hatta di Atas Laut akan Dilengkapi Monorel 


Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta agar PT Adhi Karya segera melakukan studi untuk pembangunan landasan pesawat terbang ke-3 di Bandara Soekarno-Hatta. Dahlan menggagas landasan tersebut di atas laut dan dilengkapi jaringan transportasi monorel.

"Saya minta Adhi Karya lakukan study untuk pembangunan landasan ke-3 Bandara Soetta, saya minta dalam waktu 2 minggu studinya selesai," kata Dahlan saat meninjau kondisi Bandara Ngurah Rai, Denpasar-Bali, Minggu (25/8/2013).

Jarak dari Bandara Soetta dengan calon lokasi landasan ke-3 dipinggir laut hanya berjarak 8 Km. Nantinya para penumpang yang mendarat ke landasan tersebut akan diantar ke terminal bandara menggunakan monorel.

"Nantinya penumpang yang mendarat di landasan tersebut akan diantar ke terminal bandara menggunakan monorel, ya tidak lamakan, jadi nantinya hanya bangun landasan saja, tidak perlu bangun terminal lagi, kalaupun ada paling yang sederhana saja," ucapnya.

"Nantinya juga monorelnya akan terintegrasi bisa ke langsung ke Ancol maupun Tanjung Priok," kata Dahlan.

 Dahlan Yakin Adhi Karya Bisa Bangun Landasan Pesawat di Atas Laut 

Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta PT Adhi Karya membangun landasan pesawat terbang di atas laut, Dahlan pun yakin BUMN konstruksi tersebut mampu melakukannya . Landasan pesawat terbang ini nantinya menjadi landasan ketiga Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten.

"Karena hampir tidak mungkin saat ini membebaskan lahan seluas 800 hektare di dekat Bandara Soekarno-Hatta, itu mustahil," ucap Dahlan saat meninjau Proyek Perluasan Badara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (25/8/2013).

Dikatakan Dahlan, sementara jika di atas laut tidak harus ada pembebasan lahan, kalau pun ada tidak terlalu banyak. Rencana lokasi landasan di atas laut itu berjarak sekitar 8 Km dari Landasan I dan II Bandara Soekarno-Hatta.

"Dan Adhi Karya menurut saya mampu melakukannya, karena punya pengalaman membangun jalan tol di atas laut seperti di Bali," ujarnya.

Ia menuturkan kebutuhan adanya landasan pesawat baru di Soekarno-Hatta sangat mendesak. Menurutnya pesawat yang akan masuk ke Jakarta sangat banyak sekali bahkan terpaksa banyak yang ditolak karena tidak mampu menampung.

"Tambahan landasan baru juga akan dilakukan di Bandara Surabaya, juga di Bandara Kuala Namu Medan, karena lama-lama kapasitas landasanya juga tidak akan mampu menampung, jadi harus ditambah," kata Dahlan.


  ● detikFinance 
[Read More...]


Tol di Atas Laut Bali Paling Indah



Denpasar • Menteri BUMN Dahlan Iskan meninjau tol di atas laut Denpasar, Bali, bersama jajaran Kementerian BUMN dan wartawan, Minggu (25/8).

"Jalan tol ini menarik perhatian masyarakat adalah karena ini tol pertama di atas laut. Tol tercepat pembangunannya dalam sejarah pembangunan tol di Indonesia, yakni 12 kilometer selesai dalam 12 bulan, dan ini tol terindah," kata Dahlan saat meninjau tol di atas laut Bali.

Ia mengatakan, tol tersebut telah memiliki jalur sepeda motor di bagian bawahnya, dilengkapi dengan alat pengukur kecepatan angin. Saat angin menunjukkan kecepatan 40 knot, maka motor tidak diperkenankan melintas.

Dahlan menjelaskan bahwa pembangunan tol di atas laut Bali dapat berlangsung cepat karena seluruh persoalan selama persiapan dan pembangunan dapat cepat diatasi.

"Mengapa cepat diatasi, karena seluruhnya dikerjakan BUMN. Jadi, kontraktornya BUMN, pemiliknya BUMN, operatornya dan pendanaannya dari BUMN. Jadi, kalau setiap persoalan muncul, itu segera diputuskan karena sesama BUMN," ujarnya.

Lebih jauh Dahlan mengatakan bahwa pembangunan tol di atas laut Bali untuk menunjang pariwisata Bali, terutama untuk mengurai kemacetan yang selama ini biasa terjadi di sejumlah wilayah di Bali. (Ant)


  ● MetroTv 
[Read More...]


Monorel Serpong-Bandara Soetta Ditargetkan Beroperasi 2016



Monorel Ilustrasi
Ilustrasi Monorel
SERANG - Pembangunan kereta api layang (Monorel) dari Serpong ke Bandara Soekarno Hatta sepanjang 35 KM ditargetkan bisa beroperasi pada 2016.

"Studi kelayakan dan basic design sekitar tiga bulan lagi selesai. Setelah itu tinggal dilelangkan pada kontraktor yang profesional, ditargetkan 2016 sudah bisa beroperasi" kata Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Banten Global Develovment (BGD) Saleh MT di Serang, Rabu (21/8).

Ia mengatakan, proyek tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 7 triliun untuk pembangunan fisiknya yakni pembangunan rel dengan kereta apinya.

Monorel tersebut akan dibangun sepanjang 35 Km dengan 16 stasiun yang dilengkapi dengan pusat perbelanjaan mulai dari Serpong, Alam Sutera, Kota Tangerang sampai ke Bandara Soekarno Hatta.

"Konsepnya kita ingin seperti di Singapura, dimana setiap transit atau turun di stasiun itu langsung ke pusat wisata belanja," kata Saleh.

Proyek monorel tersebut dilaksanakan investor dari perusahaan Singapura yakni PT Denicor dan operasionalanya bekerjasama atau joint operation antara PT BGD (Perusahaan Daerah) dan PT Inka (BUMN) dengan membentuk sebuah anak perusahaan yakni PT Banten Excel Skytransport (BES).

"Rencananya kami peletakan batu pertama Monorel itu pada 17 Agustus 2013, namun disarankan oleh Ibu gubernur agar dimatangkan kembali," kata Soleh.

Menurutnya, untuk mendukung operasional dan kelengkapan Monorel tersebut, BGD juga berencana membangun hotel di Bandara Soekarno Hatta terutama untuk transit para calon jemaah haji. Sedangkan gerbong kereta api tersebut dirancang untuk menampung sekitar 600 orang dalam satu rangkaian kereta.

"Paling dalam satu rangkaian itu ada sekitar tiga gerbong," kata Saleh MT. (ID/tk/ant)


[Read More...]


Tol Akses Tanjung Priok Baru akan Rampung Akhir 2014



http://images.detik.com/content/2013/08/15/4/prioks.jpgJakarta - Proyek tol akses Tanjung Priok sedang dipercepat proses konstruksinya sehingga bisa beroperasi pada akhir 2014. Beroperasinya tol ini diharapkan sangat menekan kemacetan di kawasan pelabuhan yang kini sudah sangat parah.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Hermanto Dardak mengatakan saat ini Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan tengah mengatur lalu lintas di wilayah pelabuhan selama masa konstruksi tol. Pasalnya, kepadatan kendaraan yang didominasi truk besar terjadi setiap hari di kawasan ini.

"Kita mencoba untuk melebarkan di titik-titik yang truk yang memutar di belokan-belokan, itu kita lebarkan di tempat tertentu. Sehingga dalam masa konstruksi titik-titik itu lebih lancar. Lebih banyak traffic management. Perhubungan juga sudah masang rambu di sana. Ini yang kita lakukan dalam masa konstruksi," papar Hermanto di kantornya, Jalan Pattimura Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2013).

Ia menambahkan, akhir tahun 2014 nanti, saat tol ini telah beroperasi, semua kepadatan kendaraan yang kini terjadi bisa teralihkan hingga 100% ke jalan tol tersebut.

"Kapasitasnya dari yang lama bisa langsung lewat atas. Kalau dulu kapasitasnya marginal, sekarang jadi double. Jadi nggak ada hambatan," katanya.

Hermanto mengharapkan, jika jalan tol ini telah rampung dan beroperasi, pihak dari pelabuhan pun dapat berkoordinasi mengatur keluar masuknya kendaraan agar tak lagi ada penumpukan.

"Tinggal management di pelabuhannya saja yang harus mengimbangi karena rate-nya itu cukup tinggi aksesnya," jelasnya.

Rencananya proyek ini ditargetkan beroperasi di akhir 2014, setelah sebelumnya pembangunan tol yang diberi nama paket 3 Seksi E-2A atau Koja-Simpang Jampea ini mengalami kendala sosial.

Diantaranya pengerjaan ramp ON/OFF atau pintu masuk dan keluar ruas tol sepanjang 1,92 km tersebut bersinggungan atau melintasi makam Ex Dobo yang lebih dikenal makam Mbah Priok. Namun masalah ini kini sudah ada titik temu dan bisa diatasi.

Proyek ini didanai oleh APBN melalui pinjaman pemerintah Jepang (JICA). Kontrak senilai Rp 1,1 triliun ini dilaksanakan oleh kontraktor Obayashi joint operation dengan Jaya Konstruksi, dengan konsultan Katahira & Engineers International.(zul/hen)


[Read More...]


Jalur Kereta Layang Jakarta



 Pemerintah Bangkitkan Lagi Proyek Jalur Kereta Layang Rp 700 Miliar di Jakarta

http://images.detik.com/content/2013/08/15/4/monorelmonas.jpgJakarta - Pemerintah akan memulai proyek jalur kereta lingkar layang atau elevated circle line di Jakarta yang sudah lama tertunda. Dalam RAPBN 2014, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 700 miliar.

"Kita siapkan anggaran Rp 700 miliar untuk tahun depan 2014, untuk pembangunan proyek elevated circle line. Jadi konektivitas rel yang melingkari Jakarta," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alishjabana di kantornya, Jakarta, Kamis (15/8/2013)

Ia menuturkan, proyek ini sudah ada sejak tahun 2011, dimana Gubernur DKI Jakarta ketika era Fauzi Bowo. Namun karena ada beberapa hal, proyek baru dapat berjalan pada tahun 2014.

Armida mengatakan anggaran tersebut akan masuk dalam Kementerian Perhubungan. Kemudian juga akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Ini anggarannya masuk ke Kementerian Perhubungan. Karena masuknya ke sarana prasarana. Terus ada Bappenas dan kerjasama juga dengan Pemprov DKI," ujar Armida.

"Pokoknya secara konsep, ada rel yang akan melingkari Jakarta, tapi nantinya akan dibangun di atas (melayang/elevated). Karena di bawah sudah tidak bisa. Bagaimana tiap kereta lewat, mobil berhenti. Nanti kemacetan tambah parah. Jadi bangun relnya di atas," katanya.(hen/hen)

 Rencana Rute Kereta Lingkar di Jakarta 

http://images.detik.com/content/2013/08/15/4/143345_rutekereta320.jpgSelain adanya rencana pembangunan monorel oleh swasta, pemerintah akan memulai proyek jalur kereta lingkar layang atau elevated circle line di Jakarta yang sudah lama tertunda. Proyek ini akan dimulai rencananya pada lintas timur Jakarta pada awal tahun 2014.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priatna mengatakan konsep pembangunan dimulai dari lintas timur yaitu mulai dari Rajawali - Senen sampai dengan Pondok Jati.

"Jadi kan rutenya Kampung Bandan, itu naik flyover ke Rajawali, Kemayoran, Senen, Gang Sentiong, Kramat, Pondok Jati terus turun ke Jatinegara," kata Dedi Dedi saat berbincang dengan media di kantornya, Jakarta, Kamis (15/8/2013)

Panjang flyover yang akan dibangun pada lintas timur ini adalah 10 Km. Namun jika disatukan dengan lintas barat, maka panjang rute mencapai 25,4 Km.

"Untuk bagian timur yang akan kita bangun saja itu 10 Km. Tapi kalau melingkar dengan lintas barat juga itu 25,4 km," sebutnya.

Ia menuturkan, tahapan studi kelayakan (Feasibility Study/ FS) sudah rampung. Sehingga pada tahun 2014 proyek sudah dapat dimulai.

"FS sudah selesai, sekarang kita mau laporkan dulu ke wakil presiden, disetujui November langsung tender dan Januari jalan," ujar Dedi.

  • Lintas Barat 14.3 km Manggarai-Tanah Abang-Kampung Bandan.
  •  Lintas Timur 11.2 km Kampung Bandan-Pondok Jati-Manggarai.

(hen/hen)

 Pembangunan Jalur Kereta Layang Jakarta akan Pakai Teknologi Canggih 

http://images.detik.com/content/2013/08/15/4/antasari1.jpgPembangunan proyek jalur kereta lingkar layang atau elevated circle line di Jakarta dipastikan tidak akan mengganggu aktivitas lalu lintas transportasi lainnya. Pembangunan rute kereta layang akan menggunakan teknologi canggih yang sangat efisien dalam penggunaan lahan konstruksi.

"Pembangunan tidak akan menganggu orang yang jalan di bawah, karena pakai teknologi canggih. Jadi nanti alat alatnya itu di atas biar di bawah bisa jalan terus," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priatna saat berbincang dengan media di kantornya, Jakarta, Kamis (15/8/2013)

Menurutnya teknologi tersebut serupa dengan pembangunan flyover atau jalan layang non tol Casablanca dan Antasari.

"Jadi sama seperti flyover yang dibangun di Casablanca, Antasari itu kan juga sama. Jadi sudah dipersiapkan," sebutnya.

Selain itu, Dedi mengatakan konsep pembangunan juga secara berksinambungan. Pembangunan dimulai awal tahun 2014.

"Pembangunannya itu dari awal nanti ketika ada desain maka bangun, desain masuk lagi bangun lagi," ujar Dedi.(hen/hen)

 Proyek Jalur Kereta Lingkar Layang Jakarta Selesai 2018 

http://images.detik.com/content/2013/08/15/4/165729_keretacepatchina.jpgPemerintah pusat telah menyiapkan anggaran Rp 700 miliar untuk memulai proyek jalur kereta lingkar layang atau elevated circle line di Jakarta. Secara keseluruhan, proyek tersebut akan selesai pada tahun 2018.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priatna mengatakan proyek awal yang akan dibangun adalah lintas timur pada awal tahun 2014. Targetnya akan selesai pada tahun 2015.

"Kita mulai lintas timur pada tahun 2014, November Insya Allah mulai tender dan kita inginkan (tahap awal) 2015 awal itu beroperasi," ujarnya saat berbincang dengan media di kantornya, Jakarta, Kamis (15/8/2013)

Lintas timur memiliki panjang 10 Km dengan rute Kampung Bandan - Rajawali - Kemayoran - Senen, Gang Sentiong - Kramat - Pondok Jati. Kemudian ada lintas barat dengan rute Manggarai - Tanah Abang - Kampung Bandan.

Dedi mengatakan secara keseluruhan rute ini dapat beroperasional pada tahun 2018. "Proyek awal dimulai tahun 2014 dan target selesai ke 2018," sebutnya.

Konstruksi proyek lintasan layang (elevated)(hen/hen)

 Campur Tangan Jokowi di Balik Proyek Jalur Kereta Lingkar Layang Jakarta 

Proyek jalur kereta lingkar layang atau elevated circle line di Jakarta yang sempat tertunda pada era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Kini proyek itu kembali dibangkitkan kembali oleh Gubernur DKI Jakarta Jokowi.

Jika proyek ini sukses, maka kawasan jantung Jakarta pada tahun 2018 akan dilingkari rel kereta layang sepanjang 25,4 Km. Jokowi memiliki andil terhadap kelanjutan proyek Rp 700 miliar ini.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priatna mengatakan proyek sudah diatur dalam Perpres No.83 tahun 2011, PT KAI (Persero) sebagai pelaksananya.

"Itu kan proyeknya sebetulnya sudah ada Perpres-nya No 83 kepada PT KAI tahun 2011," ungkapnya saat berbincang dengan media di kantornya, Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Namun ada beberapa alasan yang membuat proyek tersebut tidak jalan antaralain soal saling lempar tanggung jawab antara Pemda dan PT KAI.

"Tapi sampai hari ini nggak jalan. Karena saling klaim. Kalau KAI bilang tetap tidak akan capai 1,2 juta penumpang karena ada 35 pelintasan sebidang. Jadi harus ada flyover dan underpass. Jadi kalau ada pelintasan sebidang kan susah," jelasnya.

Pada bulan Mei 2013, Gubernur DKI Jokowi mengirimkan surat kepada Bappenas dan Kementerian Perhubungan.

"Sehingga Gubernur DKI Jokowi sekarang ngirim surat ke Bappenas dan Kemenhub. Gubernurnya cerita kan punya keterbatasan dana. Jadi satu flyover itu biayanya Rp 300 miliar. Jadi diminta untuk dibiayain pemerintah pusat saja," ujar Dedi

Ia menuturkan Jokowi juga meyempurnakan konsep yang ada. Kemudian pemerintah pusat juga melihat kebutuhan proyek ini harus segera dimulai.

"Gubernur bilang itu bagian barat sudah banyak jalan tol. Jadi yang dimungkinkan bagian timur saja. Kita langsung rapatkan ke Wapres (wakil presiden), jadi Bappenas, Kemenhub dan DKI Jakarta untuk kaji elevated ini," jawabnya.

"Akhirnya kita kaji, tangal 31 Juli, kajian dikirim ke Pak Wapres, kalau bisa hanya timur saja dari Pak Gubernur, tapi akhirnya di rekomendasikan seluruhnya (melingkar)," sambung Dedi.(hen/hen)

[Read More...]


Jembatan Kelok-9 selesai 100 persen



Padang - Jembatan layang Kelok-9 rute Payakumbuh--Pekanbaru digunakan pada arus mudik dan balik Lebaran 1434 Hijriah, guna mengatasi terjadinya kemacetan di rute tersebut.

Pertanda dibolehkan dilintasi jembatan layang Kelok-9 itu, maka digelar pembukaan awal, Rabu siang, dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, anggota Komisi V DPR-RI Mulyadi, Dirjen Bina Marga Kementrian PU, Djoko Murjanto, Kepala Balai Besar Jalan Nasional, Mauarsas Panjaitan, Wakil Bupati Limapuluh kota serta sejumlah pejabat provinsi.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, bahwa saat ini pembangunan jembatan layang Kelok-9 sudah bisa dikatakan selesai 100 persen, maka guna mengatasi kepadatan dibolehkan untuk dilintasi.

Kendati demikian, saat sekarang tinggal beberapa yang perlu di lengkapi di antaranya rambu-rambu dan perizinan, tapi untuk jalur mudik saat ini sudah bisa digunakan.

Namun, pasca Lebaran nanti jalan tersebut akan kembali di tutup lagi selama sepekan, guna melengkapi segala kekurangan dan pengurusan izin pakai.

Gubernur menambahkan, rencananya peresmian jembatan layang yang merupakan asli karya anak bangsa itu oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Terkait, ada bersamaan dengan beberapa kegiatan nasional digelar di Sumbar pada September dan Oktober mendatang seperti, kegiatan Tehnologi Tepat Guna (TTG) dan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat nasional.

Menurut dia, kehadiran jembatan layang Kelok-9 bagi Sumatera Barat merupakan sebuah kebanggaan dan menjadi salah satu monumen keindahan alam Minang dalam sektor transportasi.

Jalan itu bukan saja dapat memudahkan jalur perekonomian Sumatera Barat ke daerah tetangga (Riau, red), tapi merupakan kekuatan baru dalam menunjang dunia kepariwisataan Sumbar ke depannya.

Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Mulyadi mengatakan, jembatan layang kelok sembilan yang telah dimulai pembangunannya sejak 2003 lalu, merupakan salah satu bangunan yang mulai dari tahap perencanaan hingga selesai, merupakan hasil buah karya anak bangsa.

Namun sangat disayangkan, bangunan yang hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp600 miliar harus memakan waktu yang cukup lama.

Padahal, tambah dia, untuk pembangunan jembatan Suramadu yang dananya sampai menelan triliunan rupiah, dapat selesai dalam kurun waktu selama lima tahun.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Maruasas Panjaitan mengatakan, bahwa panjang jalan Kelok-9 adalah 959 meter dan memiliki jalan penghubung sepanjang 1.981 meter.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Bina Marga Kementrian PU, Djoko Murjanto menambahkan dengan berfungsinya jembatan Kelok-9, jelas akan memperlancar akses ekonomi lingkar luar Sumatera terutama yang akan menghubungkan Sumbar dengan Riau.

Setelah pembangunan jembatan layang Kelok-9, Sumbar juga tengah bersiap untuk pembangunan terowongan dan jembatan Ngarai Sianok.


  ● Antara 
[Read More...]


Proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta



Apa Kabar Proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta? 

http://images.detik.com/content/2013/07/31/4/141516_toldalamkota3201.jpgJakarta - Rencana proyek 6 ruas tol dalam kota Jakarta senilai Rp 41 triliun sempat tak terdengar lagi kabarnya. Bagaimana kini nasib kelanjutan proyek yang sempat menuai pro kontra tersebut?

Saat ini, perkembangan proyek ini masuk ke dalam tahap pra konstruksi meliputi survei lapangan, penentuan titik-titik kritis yang dilewati trase jalan tol, dan pekerjaan teknis lapangan lain sebelum konstruksi

"Ini kita jalankan terus dan diharapkan rampung (pra konstruksi) akhir tahun ini," kata Head of Corporate Communication PT Jakarta Tol Development Ngurah Irawan kepada detikFinance, Rabu (31/7/2013).

Ngurah mengatakan, tahun depan semua persiapan akan rampung, termasuk dana dari sindikasi perbankan, juga kontraktor yang telah siap mengikuti tender. Sehingga konstruksi sudah bisa dilakukan setelahnya.

Pembangunan keenam ruas tol tersebut dibagi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama akan dibangun ruas tol Semanan - Sunter sejauh 20,23 kilometer dilanjutkan pembangunan tol Sunter - Pulo Gebang yang jaraknya 9,44 kilometer dan ditargetkan selesai pertengahan 2014.

Pembangunan kemudian dilanjutkan di ruas tol Duri Pulo- Kampung Melayu dengan jarak 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.

Tahap terakhir adalah pembangunan ruas jalan tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun dan pembangunan tol Tanah Abang-Ulujami. Kontraktor menargetkan awal 2020 enam ruas tol ini sudah selesai pembangunannya dan pertengahan 2020 sudah bisa digunakan.(zul/hen)

Syarat Jokowi untuk Proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta

Proyek 6 ruas tol dalam kota Jakarta dipastikan berlanjut sejalan lampu hijau yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Namun orang nomor satu di Jakarta itu meminta syarat khusus untuk proyek tol itu.

PT Jakarta Tol Development (JTD) yang dipimpin oleh Mantan Dirut Jasa Marga, Frans Sunito selaku pelaksana proyek 6 tol dalam kota kini masih melakukan persiapan konstruksi dan pendanaan proyek.

Salah satunya mempersiapkan persayaratan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pembangunan tol dalam kota. JTD sedang menetapkan lajur prioritas untuk TransJakarta dilengkapi dengan shelter tinggi sebagai syarat dari Jokowi.

"Jangan cuma mikir jalan untuk kendaraan pribadi. Kami sedang matangkan itu, moga-moga ini juga akan rampung tahun ini (kajiannya) dan kita harapkan hasil survei lapangan bisa rampung tahun ini. Sehingga tahun depan, bisa dibangun," kata Head of Corporate Communication PT Jakarta Tol Development Ngurah Irawan kepada detikFinance, Rabu (31/7/2013).

Menurut Ngurah, Gubernur DKI Jakarta Jokowi sudah mengizinkan proyek senilai Rp 41 triliun dengan syarat dilengkapi akses transportasi massal. Proyek 6 tol ini akan menjadi pelengkap proyek transportasi massal MRT dan Monorel di Jakarta.

"Kita menunggu arahan dari Pak Gubernur saja, karena juga salah satu pemegang saham terbesar adalah BUMD," jelasnya.

Rencananya untuk tahap awal, 2 ruas utama akan dibangun yakni Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang dengan struktur melayang (elevated). Diperkirakan konstruksi akan memakan waktu 2 tahun.(zul/hen)

Proyek 6 Ruas Tol Dalam Kota Dimulai 2014

Proyek 6 ruas tol dalam kota Jakarta akan mulai dibangun 2014. Ada 2 ruas prioritas yang akan dibangun yaitu ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulogebang dengan struktur melayang (elevated).

Ruas Semanan-Sunter akan menghubungkan wilayah Kalideres, Jakarta Barat dengan wilayah Sunter di Jakarta Utara, sedangkan ruas Sunter-Pulogebang menghubungkan Jakarta Utara dengan Pulogebang Jakarta Timur. Untuk membangun 2 ruas awal tersebut dibutuhkan investasi sebesar Rp 21 triliun.

"Dari Semanan-Sunter, Sunter-Pulo Gebang itu kira-kira dibutuhkan Rp 21 triliun hanya 2 ruas tahap awal," kata Head of Corporate Communication PT Jakarta Tol Development Ngurah Irawan kepada detikFinance, Rabu (31/7/2013).

Ngurah mengatakan, alasan tol yang digarap PT Jakarta Tol Development ini dibangun secara bertahap karena proyek ini merupakan infrastruktur yang besar. Jika dibangun secara serentak, bisa dipastikan lalu lintas di sekitar pembangunan jalan tol tersebut akan lumpuh.

"Proyek besar semacam ini kita rencanakan bertahap, bayangin kalau kita serentak pasti macet. Kita membangun sesuai dengan kesiapan kota," jelasnya.

Pembangunan keenam ruas tol tersebut dibagi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama akan dibangun ruas tol Semanan - Sunter sejauh 20,23 kilometer dilanjutkan pembangunan tol Sunter - Pulogebang yang jaraknya 9,44 km.

Pembangunan kemudian dilanjutkan di ruas tol Duri Pulo- Kampung Melayu dengan jarak 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.

Tahap terakhir adalah pembangunan ruas jalan tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun dan pembangunan tol Tanah Abang-Ulujami. Kontraktor menargetkan awal 2020 enam ruas tol ini sudah selesai pembangunannya dan pertengahan 2020 sudah bisa digunakan.(zul/hen)


[Read More...]


Jembatan Kelok 9 Sudah Bisa Digunakan Seminggu Jelang Lebaran



http://images.detik.com/content/2013/07/22/4/kelok91.jpgJakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Jembatan Kelok 9 di Sumatera Barat siap digunakan H-7 atau seminggu menjelang Lebaran 2013.

Saat ini jembatan sepanjang 959 meter ini belum boleh digunakan oleh pengendara, masyarakat hanya boleh menggunakan jalur lama. Terlihat masih ada aktivitas pekerja di jembatan yang menghubungkan wilayah Riau dengan Sumatera Barat itu.

"Saat ini progres Jembatan Kelok 9 sudah mencapai 99,5%, tinggal penerapan asesoris jalan dan diharapkan H-7 kita sudah bisa memfungsikan untuk arus mudik Lebaran," kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Barat, Dahler dikutip dari Kementerian PU, Senin (22/7/2013)

Sementara itu Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Maruasas Panjaitan mengungkapkan rencananya awal Agustus akan dilakukan soft opening Jembatan Kelok 9.

"Tahun ini juga diharapkan jembatan Kelok 9 bisa diresmikan oleh Presiden RI," tambah Maruasas.

Kementerian PU mencatat lalu lintas pada hari biasa melalui jalur kelok 9 bisa mencapai 10 ribu kendaraan per hari dan pada saat libur atau perayaan hari besar volumenya bisa bertambah mencapai 2 sampai 3 kali lipat.

Proyek jembatan kelok 9 menelan dana sekitar Rp 580,8 miliar dan dikerjakan dalam 2 tahap pembangunan. Proyek ini memiliki 6 jembatan dengan panjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.981 meter.

Jembatan ini merupakan jembatan yang sangat indah karena dibangun berkelok-kelok dengan ditopang pilar setinggi 60 meter di atas permukaan jalan di bawahnya.

Kelok 9 adalah jalan lintas tengah Sumatera yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat. Jalan ini terletak di kabupaten 50 kota, sekitar 25 km dari kota Payakumbuh ke arah Pekanbaru, Riau. Julukan kelok 9 karena jalan ini bentuknya berkelok-kelok berjumlah 9 buah.(hen/ang)


[Read More...]


Jabar-China Resmikan Kerjasama Bangun Monorel



https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRWNFaSOqZUiWIICs-L3qPMo7NUjr_rfWioAxSy1H8_su1eZglUAgBANDUNG - Pemprov Jawa Barat (jabar) meresmikan kerjasamanya dengan BUMN China, CMC guna pembangunan monorel dalam kerangka Penyusunan Rencana Induk Sistem Transportasi Metropolitan Bandung Raya yang ditandatangani kedua belah pihak di Gedung Pakuan Bandung, Sabtu (20/7).

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Vice President China National Machinery Import & Export Corporation, China (CMC), Zhao Jun.

Keduanya menargetkan pembangunan fisik monorel itu bisa dimulai pada 2014. Pembiayaan bagi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 10 triliun. Sebelumnya, keduanya akan menyelesaikan studi kelayakan, penyusunan jalur, dan detail engineering design.

Heryawan menyebut pemilihan China tidak terlepas dari keberhasilan Negeri Tirai Bambu itu dalam membenahi keruwetan lalu lintasnya. Solusinya, katanya, adalah menghadirkan sistem transportasi yang andal dan terpadu.

"Karena tidak terintegrasi hadir kemacetan yang merugikan kita semua, terbuangnya waktu, dan produktivitas terganggu. Beijing pernah lebih macet dari Jakarta pada tahun 2000, tapi ketika saya datang lagi ke sana pada 2009 dan 2013, Beijing ternyata sudah teratur karena sistem transportasinya baik," katanya.

Zhao Zun sendiri menyambut baik kerjasama tersebut. Kerjasama di antara kedua belah pihak diharapkan bisa segera berlanjut ke tahapan selanjutnya. "Saya senang atas apa yang dilakukan hari ini," jelasnya.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Tundjung Inderawan mengapresiasi kerjasama Jabar dengan China. Dia mengharapkan provinsi lain yang berniat menjejaki Jabar dalam pembangunan monorel mempunyai kesiapan matang.

"Kota-kota lain yang berminat membangun monorel harus mempersiapkan master plan transportasi perkotaan, di-Perda-kan. Keterpaduan dengan moda transportasi lain juga harus dikedepankan," jelas Tundjung.


[Read More...]


Proyek Jalan Pantura Mencurigakan



Jakarta -Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan menggelar audit khusus proyek pemeliharaan jalan di Pantai Utara Jawa. Anggota IV BPK, Ali Masykur Musa, menyatakan pemeriksaan diperlukan karena besarnya anggaran mencurigakan. “Anggaran perawatan sangat besar dan dipersiapkan setiap tahun,” katanya kepada Tempo Rabu, 17 Juli 2013.

Menurut Ali, audit proyek yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum ini ditargetkan selesai dalam beberapa bulan mendatang. Audit juga menyangkut alasan kenapa proyek dianggarkan setiap tahun. “Kami akan melihat apakah pengerjaannya sesuai atau tidak,” katanya.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013, dana perbaikan jalan di Pantura mencapai Rp 1,2 triliun. Dana ini untuk ruas sepanjang 1.300 kilometer.

Koordinator Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, menilai perbaikan jalan itu sengaja dijadikan proyek abadi. Buktinya, selama empat tahun terakhir, dari total anggaran Rp 1,2 triliun, sebesar Rp 256 miliar digunakan untuk memperbaiki jalur yang sama dalam tiga tahun terakhir. Jalur tersebut berada di daerah Karawang hingga Losari, Cirebon.

Menurut dia, potensi penyimpangan bisa terjadi karena longgarnya pengawasan. Apalagi setiap tahun anggaran yang diajukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum selalu disetujui Dewan Perwakilan Rakyat tanpa dilakukan evaluasi. “DPR tak bersikap kritis, padahal seharusnya DPR melakukan evaluasi realisasi anggaran setiap tahun,” katanya kemarin.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto berdalih kerusakan jalan di Pantura Jawa disebabkan oleh muatan truk yang melebihi kapasitas. Seharusnya beban kendaraan yang melewati jalur tersebut tak boleh lebih dari 10 ton. “Faktanya, banyak yang di atas 10 ton, sehingga wajar bila jalan cepat rusak,” katanya kemarin.

Dia mengklaim tidak ada penyimpangan anggaran dalam perbaikan jalan. Agar tidak muncul perbaikan jalan setiap tahun, kata dia, Kementerian Pekerjaan Umum akan mengganti dengan konstruksi beton yang mampu bertahan hingga 10 tahun.
Djoko mempersilakan BPK memeriksa instansi yang dipimpinnya. “Itu memang tugas BPK,” katanya.

Wakil Ketua Komisi V DPR yang membidangi pekerjaan umum, Muhidin Mohammad Said, mengatakan akan meminta keterangan Menteri Djoko Kirmanto setelah masa reses. “Kami akan mengadakan rapat untuk melakukan evaluasi,” katanya kemarin.

Muhidin menegaskan, biaya perawatan jalan di jalur Pantura tetap harus dianggarkan. Sebabnya, “Jalur Pantura itu adalah jalan negara yang harus dirawat. Anggarannya harus ada,” katanya.


  ● Tempo  
[Read More...]


Tol Terpanjang di Jatim Bakal Rampung September 2014



http://images.detik.com/content/2013/07/16/4/tol.jpgJombang - PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) selaku investor Tol Mojokerto-Kertosono, optimistis akan menyelesaikan proyek tol tersebut pada September 2014 mendatang. MHI menganggarkan Rp 3 triliun untuk pembangunan tol 4 seksi itu.

Menurut Presiden Direktur MHI Wiwiek Diana Santoso, anggaran Rp 3 triliun itu diperuntukkan pembangunan Tol Mojokerto-Kertosono (Moker) yang dibagi menjadi 4 seksi. Panjang tol itu mencapai 40,5 km atau terpanjang di Jawa Timur.

"Anggaran sebesar itu kita peruntukkan pembangunan 4 seksi. Mulai Mojokerto hingga Kertosono dengan panjang 40 km lebih," kata Wiwiek saat menggelar jumpa pers di pembangunan tol di Desa Tamping Mojo, Kecamatan Tembelang Jombang, Selasa (16/7/2013).

Beberapa seksi tersebut adalah meliputi wilayah Penompo-Pagerluyung di Mojokerto, Tembelang dan Kayen di Jombang. Di Kertosono, Kabupaten Nganjuk sendiri menjadi pintu gerbang tol ke Surabaya dan ke Solo mendatang.

Sementara itu Direktur Teknik MHI Rinaldi juga menambahkan, dari total 40,6 km tersebut, 35% sudah digarap. Tiang pancang jembatan dan jalan akses sudah dibangun. Sementara persimpangan yang dimodel seperti Bundaran Waru, juga dibangun di Desa Tamping Mojo.

"Interchange itu menghubungkan akses dari Kota Jombang dan kawasan Babat Kabupaten Lamongan. Lokasi ini sangat strategis sekali," ujar Rinaldi di lokasi pemasangan tiang pancang.

Untuk itu, Rinaldi optimistis bisa merampungkan pembangunan tol ini pada September 2014 mendatang. "September tahun depan siap beroperasi. Kita sangat optimistis," pungkasnya.(dnl/dnl)


[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri