ISENG BLOGER

Surakarta siap luncurkan Tiket terintergrasi pertama di Indonesia



Solo, (Kominfo-Newsroom) Pemerintah Kota Surakarta dalam waktu tidak lama lagi akan meluncurkan program intgrate ticketing yang akan mengintegrasikan pembayaran tiket Batik Solo Trans (BST), kereta api Prambanan Express (Pramex), dan Trans Jogjakarta.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Yosca Herman Sudrajad mengatakan, konsep integrasi tiket itu dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada para pengguna moda transportasi dan masyarakat pengguna angkutan umum agar merasa lebih praktis dan nyaman..

Dengan adanya sistem tiket yang terintegrasi tersebut, para pengguna jasa angkutan BST, Pramex dan Trans Jogjakarta tinggal mencolokkan kartu yang dimiliki ke peralatan pemindai di setiap pintu masuk angkutan dimaksud. Ada dua jenis kartu yang bisa dimiliki oleh pelanggan, single trip dan regular.

“Sesuai namanya, single trip hanya bisa dipakai sekali jalan, sedangkan reguler dipakai secara langganan,” kata Yosca, Senin (31/1).

Kartu reguler memiliki nilai nominal beragam, sesuai yang diinginkan pelanggan. Nilai nominal akan berkurang sesuai dengan pemakaian. Misalnya, pelanggan membeli kartu reguler senilai Rp100.000, maka nilai kartu akan berkurang Rp3.500 setiap kali naik BST, berkurang lagi Rp8.000 setiap kali dipakai naik Pramex, dan seterusnya.

Untuk pemegang kartu reguler, dan akan diberikan program diskon sehingga lebih ekonomis. Untuk mewujudkan rencana tersebut yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Surakarta adalah mempersiapkan sistemnya, karena ini menyangkut beberapa institusi.

Pemkot akan bekerja sama dengan empat bank, yaitu BNI 46, BCA, Mandiri dan BRI, dalam menyediakan kartunya, Bagi yang tidak memiliki rekening di keempat bank tersebut, Dinas Perhubungan siap menyediakannya.

Rencananya, paling lambat Maret 2011 ini sistem tersebut bisa dioperasionalkan. Sistem integrate ticketing tersebut adalah yang pertama dilakukan di Indonsia. Surakarta menjadi pilot projectnya, apabila berhasil maka akan diikuti oleh kota-kota lainnya.

Surakarta dipilih karena memiliki prasarana yang cukup memadai, tinggal mengaplikasikan sistemnya saja. Penerapan integrate ticketing, mengharuskan para penumpang untuk apply kartu setiap hendak naik moda tersebut, diharapkan juga sebagai sarana pembelajaran.

“Masyarakat diharapkan memiliki budaya antri dan sabar menunggu giliran, sehingga kita akan menjadi warga yang tertib,” katanya.

Selain BST, Pramex dan Trans Jogja, ke depan sistem ini juga akan menyertakan rail bus, yaitu moda baru pengganti kereta api yang akan menyusuri rute Solo-Wonogiri.

Pemkot bermaksud agar masyarakat tidak segan menggunakan angkutan massal sehingga akan mengurangi arus lalu lintas yang makin padat dari hari ke hari .(diskominfo surakarta/toeb)


bipnewsroom
[Read More...]


Tarif Listrik Industri per 1 Februari Tanpa Capping



JAKARTA--MICOM: Terhitung 1 Februari 2011, PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) mulai menjual rekening Januari 2011 untuk pemakaian listrik pelanggan industri sesuai tarif tenaga listrik (TTL) 2010 secara penuh tanpa skema pemberlakuan batas atas atau capping 18%. Ini sesuai peraturan yang berlaku.

PLN mengaku siap memberlakukan sanksi apabila para pelanggan industri mengancam tidak membayar sesuai tarif. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun di dalam konferensi pers, Selasa (1/2), di Jakarta.

"Tidak ada keistimewaan," ujar Benny kepada para wartawan.

Benny mengemukakan, PLN dihadapkan pada dilema di dalam menerapkan capping 18% tersebut. PLN merasa tidak punya alasan hukum yang kuat selain melaksanakan sepenuhnya Kepmen ESDM 7/2010 yakni memberlakukan tarif secara penuh (mencabut capping).

Apabila PLN mempertahankan capping, maka BUMN sektor listrik itu berpotensi melanggar UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha tidak Sehat dan UU Nomor 10 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kami juga harus melaksanakan UU Nomor 10/2010 tentang APBN 2011," ujar Benny.
(OL-5)


MediaIndonesia
[Read More...]


Teknologi Terbaru, Produksi Rumput Laut Naik Lima Kali



PALU--MICOM: Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah (Sulteng) sedang mengembangkan sebuah teknologi baru budidaya rumput laut yang terbukti efektif meningkatkan produktivitas sampai lima kali lipat dibanding teknologi konvensional yang digunakan selama ini.

"Teknologi baru temuan Ujang Koswara, pegiat LSM ekonomi kerakyatan dan alumnus ITB Bandung itu sudah diuji coba di Laemanta, Kabupaten Parigi Moutong. Hasilnya luar biasa," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Hasanuddin Atjo di Palu, Selasa (1/2).

Teknologi baru itu adalah rakit berukuran 4x4 meter yang terbuat dari pipa paralon ukuran 3/4 inci dan dipasangi jaring tali nilon ukuran dua milimeter yang menghasilkan 515 simpul (titik) untuk menanam rumput laut. Di setiap titik diikat bibit rumput laut jenis Euchema cottoni berukuran 100 gram atau 51,5 kg per rakit.

"Ternyata, pada panen hasil uji coba perdana pekan lalu di Desa Laemanta (perairan Teluk Tomini), setiap rakit menghasilkan rata-rata 260 kg rumput laut basah (32,50 kg kering) atau lima kali lipat dari jumlah benih yang ditanam," ujarnya.

Sekitar 50 orang nelayan Laemanta mengikuti uji coba perdana penggunaan teknologi ini dengan luas areal tanam sekitar dua hektare. Mereka mengaku gembira dengan teknologi itu dan berjanji akan mengembangkannya lebih luas karena sangat menguntungkan.

Ketika menggunakan teknologi konvensional yakni tali nilon panjang, produktivitas hanya sekitar empat ton kering tiap hektare. Dengan teknologi ini produktivitas bisa digenjot hingga 20 ton lebih per hektare setiap siklus panen (sekitar empat bulan).

"Kalau harga rumput laut kering rata-rata Rp9.000/kg, maka penghasilan nelayan yang menggunakan teknologi baru ini naik dari Rp36 juta menjadi sekitar Rp180 juta tiap hektare per siklus panen," ujar Saldi.

Ia mengakui bahwa investasi membangun teknologi baru ini lebih tinggi dibanding teknologi konvesional yakni rata-rata Rp200.000/rakit. Dalam setiap hektare pertanaman dibutuhkan sekitar 600 rakit bernilai Rp120 juta.

"Rakit-rakit itu masih bisa digunakan empat sampai lima kali siklus panen berikutnya atau bisa bertahan paling tidak selama satu tahun penggunaan, sehingga hasilnya akan sangat berlipat ganda dan menguntungkan nelayan," ujar Saldi. (OL-5)


MediaIndonesia
[Read More...]


XL Berhasil Geser Indosat Sebagai Operator Nomor Dua



REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kinerja XL Axiata (XL) tahun 2010, makin memantapkan langkah menuju nomor dua pada industri seluler di Indonesia. XL berhasil menggeser Indosat yang selama belasan tahun bertengger di peringkat dua.

XL berhasil membukukan laba bersih tahun 2010 sebanyak Rp 2,9 triliun. Perolehan ini meningkat 69 persen dibandingkan dengan laba bersih tahun 2009.

Peningkatan laba bersih, antara lain dipicu oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 27 persen menjadi Rp 17,6 triliun dan EBITDA mencapai Rp 9,3 triliun dengan EBITDA marjin yang meningkat menjadi 53 persen pada akhir 2010. Sementara jumlah pelanggan bertambah 28 persen dari 31,4 juta pelanggan (2009) menjadi 40,4 juta pelanggan di akhir tahun 2010.

Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan, kinerja tahun 2010 semakin memantapkan posisi kami sebagai operator no. 2 di Indonesia. Hal itu disebut Hasnul, tidak terlepas dari upaya dan strategi yang telah diterapkan XL sejak tahun 2007. ” Sepanjang tahun 2010, XL terus mengeluarkan produk dan layanan yang inovatif. Pencapaian ini diakui oleh berbagai institusi,'' kata Hasnul.

Pada bulan Desember, untuk meningkatkan layanan bicara, XL meluncurkan paket baru Rp 0, dimana XL memberikan gratis bicara selama 30 detik pertama di waktu tertentu. XL juga memberikan gratis roaming internasional untuk layanan data, dan diskon tarif hingga 90 persen untuk layanan bicara dan diskon hingga 50 persen untuk layanan SMS di 7 negara

“Kami tidak tertarik untuk berkompetisi dalam masalah harga,tetapi kami lebih memperhatikan pengalaman pelanggan dalam menggunakan layanan kami dan bagaimana kami dapat meningkatkan kepuasan pelanggan secara berkesinambungan,” kata Hasnul.

Sejak tahun 2010, XL mulai memfokuskan diri terhadap layanan data dimana XL mengalokasikan sekitar 30 persen dari belanja modal 2010 untuk layanan data. Sepanjang tahun 2010, XL telah membangun 2.842 BTS (2G/3G) sehingga pada akhir 2010 jumlah BTS XL telah mencapai 22.191 (2G/3G). Untuk tahun 2011, XL akan menganggarkan sekitar Rp 5 triliun untuk belanja modal dimana sekitar 1/3 akan dialokasikan untuk layanan data/3G.


Republika
[Read More...]


Riset BPPT dan Korea Tak Terkoneksi Perguruan Tinggi



Jakarta, Kompas - Riset tumbuh-tumbuhan obat antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Korea Research Institute for Bioscience and Biotechnology sejak 5 Maret 2009 hingga sekarang belum diketahui hasilnya. Bahkan, kegiatan itu sendiri tidak terkoneksi dengan riset serupa yang sudah banyak ditempuh perguruan tinggi.

”Kerja sama riset ini untuk mengetahui potensi obat dan mengatur sharing (membagi) hak atas kekayaan intelektual apabila dihasilkan formula obat herbal yang dapat dipatenkan,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan Azis Iskandar, Senin (31/1) di Jakarta.

Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BPPT menangani kerja sama dengan Korea Research Institute for Bioscience and Biotechnology (KRIBB).

Ruang lingkup kerja sama riset tersebut mencakup tiga hal, yaitu meliputi ekspedisi untuk mengoleksi tumbuhan obat, penyiapan herbarium serta ekstrak tumbuhan obat, dan uji aktivitas hayati praklinik untuk ekstrak tumbuhan obat.

Ditargetkan pada tahun 2011 industri untuk pengembangan obat herbal dapat digandeng sebagai mitra. Uji penapisan diutamakan untuk mengetahui khasiat antikanker, antiinflamasi, antidiabetes, dan bioinsektisida.

”Pengembangan produksinya nanti harus di Indonesia,” kata Marzan.

Sinergi semua pihak

Wakil Dekan III Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Bambang Prajogo mengatakan, kerja sama dan sinergi dengan semua pihak dalam pengembangan obat herbal di Indonesia mutlak dibutuhkan. Indonesia dinilai masih sangat tertinggal dalam pengembangan obat herbal.

Bambang sejak tahun 1987 mengembangkan riset obat herbal untuk antifertilitas pria. Saat ini, dia sudah memiliki paten untuk formula obat herbal itu dengan bahan tumbuhan Justicia gendarussa Burm f (Acanthaceae).

”Kerja sama dengan banyak pihak sangat menentukan keberhasilan dalam pengembangan obat herbal,” kata Bambang.

Marzan mengemukakan, BPPT pun menemui kendala pengembangan obat herbal saat ini. Di antaranya kendala untuk menuju pengembangan uji klinik pada pasien. ”Uji klinik jarang dimaui perusahaan swasta. Pemerintah semestinya mengambil alih,” katanya. (NAW)


KOMPAS

[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri