ISENG BLOGER

Tarif Internet 3Mbps Rp335.000 per bulan



Kecepatan akses internet di Indonesia rata-rata hanya 1,34Mbps, jauh di bawah negara lain.

Berdasarkan data kecepatan Internet dunia per Maret 2011, dari sekitar 200 lebih negara dan wilayah, Indonesia berada di posisi 146 dalam kategori kecepatan akses, khususnya download Internet. (speedtest.net)

VIVAnews - Perkembangan teknologi dan gaya hidup digital masyarakat modern tak lepas dari akses internet yang handal, kecepatan tinggi dan tanpa putus. Sayangnya, saat ini konsumen masih dihadapkan dengan akses internet lambat sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan.



Untuk mengatasi masalah tersebut, First Media, penyedia layanan televisi berbayar dan jaringan komunikasi pita lebar di Indonesia, meningkatkan kecepatan akses internet yang mereka tawarkan.



Penyedia layanan internet itu meningkatkan kecepatan akses tiga paket FastNet mereka hingga dua kali lipat. Layanan FastNet Express yang sebelumnya diberikan dengan kecepatan 2Mbps, kini naik menjadi 3 Mbps. FastNet Premium dari 3Mbps naik jadi 6Mbps.



Layanan FastNet Professional, dari 6Mbps kini naik menjadi 12Mbps. Adapun kecepatan untuk paket FastNet Family yakni 1Mbps dan FastNet Ultimate 20Mbps tetap. Dari sisi tarif, harga yang sama diberlakukan untuk fasilitas tersebut. Sebagai contoh, layanan FastNet Express tarifnya tetap Rp335.000 per bulan, dan pengguna diharapkan dapat mulai menikmatinya per akhir Agustus ini.



“Teknologi berkecepatan tinggi sudah menjadi kebutuhan bagi pengguna internet. Kebutuhan akan informasi serta hiburan di rumah yang makin tinggi dan berbeda untuk tiap anggota keluarga, membuat akses internet dengan kecepatan terbatas sudah tidak zamannya lagi,” kata Dicky Moechtar, Sales Director First Media, 27 Agustus 2011.



Menurut Dicky, kecepatan akses internet yang ideal untuk memenuhi tuntutan gaya hidup digital saat ini adalah minimal 3Mbps, di mana konsumen dapat menikmati upload maupun download, streaming video dan musik tanpa buffering yang menganggu.



“Tren kecepatan minimal 3Mbps sudah menjadi sebuah gaya hidup menikmati dunia digital yang baru secara nyaman dan tanpa batas. Peningkatan kecepatan akses internet ini menjawab tren baru tersebut,” kata Dicky.



Langkah peningkatan kapasitas bandwidth bagi pelanggan tersebut sekaligus untuk menjawab kebutuhan dunia bisnis yang membutuhkan akses broadband yang makin andal sehingga dapat mendukung produktivitas dan meningkatkan kecepatan akses rata-rata Internet di Indonesia.



Sebagai gambaran, berdasarkan data kecepatan Internet dunia per Maret 2011, dari sekitar 200 lebih negara dan wilayah, Indonesia berada di posisi 146 dalam kategori kecepatan akses, khususnya download. Kecepatan akses Internet di Indonesia rata-rata hanya 1,34Mbps, jauh di bawah Korea Selatan (33Mbps), Jepang (16,33Mbps), dan Singapura (17,62Mbps).



“Untuk mengimbangi pesatnya penggunaan Internet di kalangan masyarakat, penyedia akses Internet perlu terus meningkatkan layanannya sehingga Indonesia sejajar dengan negara-negara lain di dunia, dalam hal kecepatan akses internet,” kata Dicky.





• VIVAnews
[Read More...]


Indosat Naikkan Kapasitas Layanan BlackBerry



JAKARTA--MICOM: Operator Indosat menaikkan kapasitas layanan BlackBerry melalui upgrade backbone ke pabrikan Research In Motion (RIM) menjadi 2X3 Gbps.



"Saat ini kami menyatakan siap untuk melayani pelanggan BlackBerry selama masa mudik dan Lebaran dengan melakukan up grade backbone ke RIM menjadi 2x3 Gbps," kata President Director & CEO Indosat Harry Sasongko, di Jakarta, Rabu (24/8).



Pihaknya mengklaim upgrade tersebut menjadikan Indosat sebagai operator penyelenggara layanan BlackBerry di Indonesia yang memiliki kapasitas terbesar.



Peningkatkan kapasitas itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan BlackBerry bagi pelanggan sehingga dapat melewatkan saat-saat meningkatnya trafik telekomunikasi di masa mudik dan Lebaran.



"Kami harap ini akan memperlancar komunikasi meski saat terjadi lonjakan trafik telekomunikasi," katanya. (Ant/OL-9)





• MediaIndonesia

[Read More...]


IM2 Sediakan Internet Gratis di Kereta Api



Jakarta - Penyedia jaringan internet Indosat Mega Media (IM2), bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan fasilitas internet broadband WiFi gratis bagi para pengguna kereta api.



Internet bisa digunakan secara gratis jika pemilik gadget berfitur WiFi menggunakan SSID (Service Set Identifier) dengan nama IM2-KAI. Namun, dengan SSID ini pengguna hanya bisa melakukan browsing internet tanpa bisa mendownload ataupun streaming video dan audio.



IM2 sebenarnya menyediakan dua nama jaringan SSID. Selain SSID yang gratis browsing itu, ada juga SSID dengan nama INDOSATNet. SSID ini bersifat berbayar dengan tarif Rp 0,5/Mb. Karena berbayar, IM2 memberikan fasilitas premium di koneksi ini seperti download dan lain sebagainya.



Untuk menggunakan fasilitas SSID IM2-KAI, pengguna harus mengisikan WEP Key: indosatm2-kai. Sementara untuk SSID INDOSATNet pengguna harus menggunakan account IM2 yang sudah dimiliki atau menggunakan voucher yang dapat dibeli melalui SMS dari nomor Indosat dengan cara mengirimkan SMS ke 6789 dan mengetik: IM2prepaid nilai voucher (10.000 dan 25.000).



"Penyediaan layanan internet WiFi ini pada tahap awal meliputi tujuh stasiun dan 82 kereta eksekutif di Pulau Jawa," kata Direktur Utama IM2, Indar Atmanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/8/2011).



Tujuh stasiun besar yang dimaksud yaitu, Gambir Jakarta, Bandung, Semarang Tawang, Jogjakarta, Solo Balapan, Surabaya Turi, dan Surabaya Gubeng.



Selain di stasiun, layanan WiFi ini juga meliputi perjalanan kereta api dengan tujuan Jakarta-Bandung (Parahyangan), Jakarta-Surabaya (Sembrani), Jakarta-Surabaya (Bima), Jakarta-Jogjakarta (Argo Lawu), Jakarta-Semarang (Argo Muria), Jakarta-Solo (Taksaka), Surabaya-Jogjakarta (Sancaka), dan Surabaya-Bandung (Argo Wilis). Keseluruhan perjalanan kereta api tersebut berjumlah 82 Kereta.



Saat ini kerjasama antara IM2 dan PT KAI baru mencakup wilayah pulau Jawa. Tidak tertutup kemungkinan kerjasama dikembangkan ke luar pulau Jawa apabila sambutan masyarakat khususnya pengguna kereta terbilang baik.( rou / wsh )





• detikInet

[Read More...]


Trafik Tokobagus.com Naik 20%



Remco Lupker bagikan helm gratis



Jakarta - Situs jual beli online terbesar di Indonesia, Tokobagus.com, mengalami kenaikan trafik pengunjung sebesar 20 persen selama Ramadan seiring meningkatnya daya beli masyarakat.



"Tokobagus memiliki 1,2 juta anggota yang aktif. Sedangkan page view mencapai 4 juta pengunjung per hari, sedangkan unique visitor 700 ribu per hari. Berkat adanya program komunikasi yang agresif sejak awal Ramadan, terjadi kenaikan trafik hingga 20 persen," ungkap Pimpinan Tokobagus.com Arnold Sebastian Egg di Jakarta, Kamis (25/8/2011).



Diungkapkannya, saat ini ada 1,2 juta anggota yang aktif di situsnya berjual-beli secara online. "Selama Ramadan ini barang yang banyak diperjual belikan adalah pakaian. Sejak April lalu nilai transaksi di Tokobagus mencapai Rp 1,4 triliun per bulan dengan kondisi sekitar 800 ribu anggota aktif. Saya yakin adanya kenaikan trafik selama Ramadan, nilai transaksi akan berlipat naiknya," katanya.



Tak mau hanya terkesan mendorong pengunjung berjual beli di situsnya, Tokobagus.com juga tak lupa memberikan informasi seputar mudik dengan menggandeng Sentra Komunikasi (Senkom) yang menjadi mitra Polri melalui program Pemantauan Mudik (PAM) Lebaran 2011 mulai 23 Agustus hingga 7 September 2011.



"Kami melakukan kegiatan pemantauan secara serempak hampir di seluruh kabupaten di Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua yang dilalui oleh para pemudik," ungkapnya.



Kegiatan PAM Lebaran 2011 juga disosialisasikan di situs Tokobagus.com baik versi desktop maupun versi mobile atau m-tokobagus.com. Informasi yang disajikan kondisi real time tentang situasi jalur-jalur mudik, serta keadaan keamanan yang terjadi.



Masih dalam rangkaian kegiatan PAM Lebaran 2011, Tokobagus.com yang bekerja sama dengan Senkom Mitra Polri turut membagikan gratis helm SNI dan peta mudik lebaran 2011 di daerah Kalimalang, Bekasi. Program ini digelar dengan tujuan untuk menyukseskan arus mudik dan balik 2011.



"Semoga dengan pembagian helm SNI dan peta ini, pemudik bisa lebih aman dan lancar dalam melakukan perjalanan," kata Arnold yang didampingi pimpinan Tokobagus.com lainnya, Remco Lupker.



Arnold menambahkan lokasi pembagian helm SNI dan peta mudik di kawasan Kalimalang dipilih, karena pemudik yang menggunakan sepeda motor yang mengarah ke daerah timur pulau Jawa umumnya akan melalui jalur tersebut.



"Informasi dari teman-teman dari Senkom lokasi yang kita pilih ini, tepatnya di Kalimalang Bekasi, memang banyak dilalui pemudik yang mengarah ke timur Jawa. Sehingga kita memutuskan membuka posko mandiri disini dan juga membagi-bagikan sekitar 300 helm SNI secara gratis. Selain Kalimalang beberapa tempat lainnya juga akan kita sebarkan helm-helm SNI lainnya, masing-masing titik sekitar 300 helm," terang Arnold.



Kegiatan pembagian helm dan peta mudik diawali dengan pembukaan posko mandiri Tokobagus.com dan Senkom Mitra Polri. Dengan dibukanya posko ini berarti secara resmi posko mandiri di 50 lokasi lain telah siap beroperasi dan melakukan aktivitas untuk membantu para pemudik, seperti menyiapkan sarana istirahat, pijat refleksi, obat-obatan, toilet dan takjil saat berbuka.( rou / ash )





• detikInet

[Read More...]


Biofuel Generasi Kedua, Dari Rumput dan Limbah



TEMPO Interaktif, Jakarta - Pipa dan tangki stainless steel tersusun rapat dalam kolom setinggi 4lantai di sebuah pilot plant Pusat Penelitian Kimia, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Banten. Dalam struktur rumit itu, para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengubah kayu, jerami, dan rumput menjadi bahan bakar.

"Pilot plant ini bagian dari tren baru dunia dalam menciptakan bioenergi dari bahan nonpangan, menghasilkan pengganti bensin generasi kedua," ujar peneliti bioetanol dari Pusat Penelitian Kimia, LIPI, Yanni Sudiyani, kepada Tempo pekan lalu.



Berbeda dengan bioetanol generasi pertama yang dihasilkan dari pati, misalnya dari tanaman singkong, tebu, atau jagung, yang teknologi prosesnya mudah. Bioetanol generasi kedua berasal dari biomassa limbah pertanian atau kehutanan.



Biomassa bahan selulosa atau lignoselulosa memerlukan teknologi yang prosesnya sangat sulit karena perlu perlakuan awal atau pretreatment. Teknologi pengembangan bioetanol yang menjadi campuran bahan bakar premium generasi kedua untuk saat ini masih banyak kendala dan masih terbilang mahal.



Pengembangan bioetanol dari tumbuhan ini dipicu oleh krisis energi dunia. Menipisnya cadangan minyak dunia menimbulkan kekhawatiran akan ketersediaan energi.



Data Dewan Energi Nasional (DEN) memperlihatkan selang waktu 2006 hingga 2030, permintaan energi dunia meningkat hingga 45 persen sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif selain bahan bakar fosil.



Peneliti kemudian melirik etanol sebagai bahan bakar alternatif. Etil alkohol bersifat tak berwarna, sedikit berbau, dan mudah terbakar.



Pembakaran etanol menghasilkan uap air dan karbon dioksida dalam jumlah relatif lebih rendah dibanding bahan bakar fosil. Rendahnya emisi karbon etanol membuat bahan bakar ini sebagai alternatif tepat pengganti bahan bakar fosil yang dituding sebagai sumber terbesar gas rumah kaca.



Dalam satu dekade terakhir, Brasil menjadi negara paling gencar menggenjot penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Negara yang memproduksi seperempat suplai gula global ini menjadi contoh bagaimana bioetanol dari tebu bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan energi manusia.



Sayangnya, energi alternatif ini terhambat masalah harga. Bahan baku pembuatan bioetanol umumnya berasal dari gandum, jagung, tebu, dan kentang yang menjadi sumber utama pangan dunia. Lonjakan harga komoditas ini membuat bioetanol tak ekonomis lagi.



Lignoselulosa yang berasal dari limbah berbagai tanaman pangan, berupa kayu, jerami, dan rumput, dianggap sebagai alternatif bahan baku bioenergi yang paling potensial. Dalam beberapa tahun terakhir, LIPI meneliti pemanfaatan lignoselulosa sebagai bahan baku pembuatan etanol.



Limbah rumput dan jerami kering serta kayu umumnya mengandung biomassa lignoselulosa, yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Pada tumbuhan, kandungan lignoselulosa mencapai 90 persen total biomassa.



Untuk memanfaatkan biomassa ini, para peneliti LIPI harus memisahkan lignin atau zat kayu yang merupakan zat pengikat senyawa lain pada tanaman. Kandungan lignin bisa mencapai 15-30 persen. Proses delignifikasi inilah yang membuat pengolahan lignoselulosa berbeda dengan bioenergi yang bersumber dari pangan.



Setelah lignin dipisahkan, selulosa dan hemiselulosa bisa difermentasi menjadi zat gula yang kemudian diubah menjadi etanol. "Ada perlakuan awal khusus untuk memisahkan lignin dari selulosa dan hemiselulosa agar menghasilkan glukosa," kata Yanni.



Perlakuan awal dimulai dengan proses pencacahan bahan baku rumput, pelepah daun, dan jerami. Proses fisik ini dilakukan berulang-ulang sehingga bahan baku berubah menjadi bagian-bagian kecil.



Material yang telah halus tersebut diberi perlakuan kimia dengan asam atau basa. Bubur material dimasukkan ke dalam mesin hidrolisis agar lignin terpisah dari selulosa dan hemiselulosa. Pemisahan ini merupakan proses yang sulit mengingat struktur selulosa dan hemiselulosa terikat kuat dengan lignin.



Tahap berikutnya adalah hidrolisis enzimatis. Selulosa dan hemiselulosa dimasukkan ke dalam reaktor untuk mengambil sari patinya, gula-selulosa yang mengandung gula karbon 6 (C6) atau gula karbon 5 (C5), seperti xylose. Untuk memecah gula tersebut, diperlukan dua spesies bakteri berbeda, yaitu bakteri ragi (Sacharomyces cerevisae) untuk C5 dan bakteri coli, Pichia sp, untuk C6.



Glukosa hasil fermentasi ini selanjutnya diubah menjadi etanol menggunakan proses yang sama dengan pengolahan bahan bakar nabati dari zat pati yang berasal dari bahan pangan.



Menurut Yanni, LIPI pernah menguji bahan baku tandan kosong kelapa sawit untuk menghasilkan etanol. Proses dalam skala laboratorium menunjukkan 1 ton limbah padat ini bisa menghasilkan 151 liter etanol.



Bahan bakar dalam jumlah besar ini, kata dia, sangat potensial dikembangkan di Indonesia, mengingat negara ini menjadi salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Tak hanya kelapa sawit, biomassa lignoselulosa lainnya juga bisa diperoleh dari tanaman-tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia.



Jerami sebagai limbah tanaman padi juga bisa diolah menjadi etanol. Demikian pula limbah kayu hutan, yang bisa diolah menjadi energi hijau.



"Perlakuan awal khusus ini membuat harga bioetanol generasi kedua relatif lebih mahal," kata Yanni. "Namun, ongkos ini bisa ditebus ketika bahan bakar fosil semakin langka."



Haznan Abimayu, peneliti Puslit Kimia LIPI, mengatakan aneka pilihan sumber bahan baku energi terbarukan belum termanfaatkan di Indonesia. Sebut saja sisa merang atau batang padi dan ampas tebu. Dua limbah industri pertanian ini mencapai 230 juta ton setiap tahunnya. Jumlah ini bisa dikonversikan menjadi 17,618 miliar liter bioetanol.



Potensi lain berasal dari tanaman aren. Haznan memperkirakan produksi aren di Indonesia bisa dikonversi menjadi 11,7 miliar liter bioetanol setiap tahun. Begitu pula tanaman singkong, yang bisa menghasilkan 180 liter bioetanol untuk setiap hektare lahan per tahun.



"Selain berpotensi besar, tanaman-tanaman tersebut tidak dikonsumsi manusia sehingga pengolahannya tak akan mengganggu stok dan harga pangan nasional," ujar Haznan.



[ANTON WILLIAM]



• TEMPOInteraktif
[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri