ISENG BLOGER

Jadwal Siaran Langsung Sepakbola Sea Games 2011



Jadwal LIVE Cabang Sepakbola Sea Games 2011 - Inilang jadwal lengkap cabang sepakbola di ajang 2 tahunan Sea Games 2011. Berikut jadwal lengkapnya:

Kamis, 3 November 2011
VIETNAM vs FILIPINA
[live 15.30 wib di RCTI]

LAOS vs MYANMAR
[live 18.30 wib di Global TV]

Sabtu 5 November 2011
BRUNEI vs FILIPINA
[live 16.00 wib di RCTI]

MYNAMAR vs VIETNAM
[live 15.30 wib di MNC TV]

Senin, 7 November 2011
SINGAPURA vs MALAYSIA
[live 16.00 wib di RCTI]

INDONESIA vs KAMBOJA
[live 19.00 wib di RCTI]

LAOS vs BRUNEI DARUSSALAM
[live 18.30 wib di Global TV]

Rabu, 9 November 2011
MALAYSIA vs THAILAND
[live 15.30 wib di RCTI]

SINGAPURA vs KAMBOJA
[live 18.30 wib di RCTI]

MYANMAR vs BRUNEI DARUSSALAM
[live 15.30 wib di MNC TV

Jum'at, 11 November 2011
INDONESIA vs SINGAPURA
[live 13.30 wib di RCTI]

THAILAND vs KAMBOJA
[live 15.30 wib di RCTI]

FILIPINA vs LAOS
[live 15.30 wib di Global TV]

Sabtu, 12 November 2011
BRUNEI vs LAOS
[live 15.30 wib di Global TV]

Minggu, 13 November 2011
INDONESIA vs THAILAND
[live 16.30 wib di RCTI]

FILIPINA vs MYANMAR
[live 15.30 wib di Global TV]

Selasa, 15 November 2011
MYANMAR vs TIMOR LESTE
[live 15.30 wib di Global TV]

Kamis, 17 November 2011
LAOS vs VIETNAM
[live 15.30 wib di Global TV]

INDONESIA vs MALAYSIA
[live 18.30 wib di RCTI]

Nantikan jadwal live cabang sepakbola sea games 2011 selanjutnya.


[Read More...]


Lisensi Habis, PT DI Butuh Proyek Pengembangan Pesawat



Jurnas.com | AKIBAT krisis keuangan yang sempat menimpa PT Dirgantara Indonesia, perusahaan pesawat terbang nasional ini kehilangan lisensi beberapa pesawat yang sebelumnya bisa diproduksi.

Direktur Teknik Teknologi dan Pengembangan PT. DI Dita Ardonni Jafri berharap, pemerintah dapat memberi bantuan agar PT DI bisa terus hidup.

"Lisensi produksi helikopter kita telah habis,"kata Ardonni di kantor PT DI di Bandung Jawa Barat, Selasa (1/11).

Menurut dia, habisnya lisensi pembuatan pesawat ini dikarenakan PT DI telah mencapai kapasitas produksi yang ditentukan. Untuk mengatasi persoalan ini, Ardonni berharap pemerintah dapat membantu dengan memberikan proyek pembuatan pesawat agar PT DI dapat terus hidup.

Namun, menurut Ardonni, akan lebih baik jika pemerintah memberikan proyek jangka panjang agar pengembangan pesawat baru bisa terus dilakukan.

“Selama ini pemerintah memberikan proyek setahun, setahun. Ini membuat kami kesulitan. Lebih baik jangka panjang, dengan jumlah yang besar,”kata Ardonni.

Lisensi milik PT DI yang saat ini telah habis diantaranya lisensi untuk helikopter Super Puma dan NBell-412.

Selain itu, ada beberapa pesawat yang akan dikembangkan PT DI. CN-235 Next G, Pesawat Twin Outer N-219 yang difungsikan untuk pengamanan wilayah Indonesia bagian timur, IF-X / KF-X yang merupakan Joint Production dengan Korea Selatan, Roket RHan 122 yang sekarang sudah dipesan Kemhan sebanyak 1000 buah, dan helikopter tempur Bumblebee. “Tapi kalau tak ada proyek, kami tak bisa melakukan pengembangan ini,”kata Ardonni.


• Jurnas
[Read More...]


PT PAL Gandeng Belanda Buat Kapal Perang




SURABAYA--MICOM: Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT PAL Indonesia, Soewoko Kartanegara, menyatakan bahwa PT Penatarsan Angkatan Laut (PAL) akan melakukan joint production pembuatan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) dengan Belanda.

"Sampai saat ini prosesnya masih dalam negoisasi" ujarnya di sela- kunjungan ke PT PAL Indonesia, su Surabaya, Rabu (2/11).

Soewoko menjelaskan bahwa kapal yang akan dibuat adalalh kapal jenis Sigma Class yang rencananya blok utamanya akan dibuat di Belanda, sedangkan blok yang bukan utama akan dibuat di Indonesia.

Perusahaan Belanda yang akan melakukan joint production dengan Indonesia adalah Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda.

Beberapa hal yang masih dinegosiasikan oleh PT PAL untuk pembuatan kapal PKR tersebut adalah jumlah personel PT PAL yang akan dikirim kesana dan jumlah kapal yang akan diproduksi.

"Kita sih maunya 200 orang, dan kalau buat kapal itu kan tidak mungkin satu karena harganya akan mahal" pungkasnya.

Sementara itu, staf khusus Direktur Utama PT PAL Bidang Alutsista, Edy Andarto, mengungkapkan bahwa PT PAL telah mengembangkan desain pembuatan Freegate terbaru dan juga kapal LHD (Landing Helicopter Dock). "Tapi semua tergantung dengan pemerintah juga mau kapan memesannya," Ujarnya. (OL-8)


• MediaIndonesia
[Read More...]


Indonesia Harus Mampu Bangun Kapal Perang dan Sipil



LPD KRI Banda Aceh produksi PT PAL (foto Kaskus Formil)

SURABAYA, Indonesia sudah saatnya membangun kapal sendiri baik untuk kapal perang maupun kapal sipil.

"PT PAL Indonesia mampu untuk bangun kapal sendiri," kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum, PT PAL Indonesia, Soewoko Kartanegara, kepada rombongan wartawan dari Kementerian Pertahanan di Surabaya, Rabu (2/11).

Menurut Soewoko, sampai saat ini sebanyak 70 persen komponen kapal yang dibuat PT PAL Indonesia diimpor. "Memang disayangkan negara maritim kok tapi sepertinya perusahaan kapal-nya tak didukung," kata dia.

Soewoko mengharapkan, ke depan semua kebutuhan kapal dalam negeri baik kapal perang maupun kapal niaga (sipil) dibuat di PT PAL Indonesia. "Saya sangat mendukung dengan adanya Komite Kebijakan Industri Strategis Pertahanan (KKISP) yang dibentuk pemerintah," kata Soewoko.

KKISP intinya semua peralatan pertahanan harus menggunakan produksi dalam negeri.

Menurut Soewoko, permasalahan yang dialami sehingga PT PAL Indonesia sampai saat ini mati suri adalah tidak adanya keberlanjutan order kapal dari pemerintah termasuk konsumen lainnya.

Untuk itu, ia mengusulkan agar pemerintah dan DPR membuat UU untuk kelanjutan order kapal atau peralatan perang untuk pertahanan negara. "Kita butuh order yang lama, dengan ini industri pertahanan seperti PT PAL Indonesia bisa hidup secara ekonomi," kata dia.

Permasalahan lain, kata dia, adalah saat ini jumlah sumber daya manusia (SDM) PT PAL Indonesia jumlahnya terbatas dan sudah berusia 47 tahun ke atas. Pada tahun 1980 jumlah karyawan PT PAL Indonesia sebanyak 6.000 orang. Sekarang tinggal 1.600 orang dan 80 orang diantaranya tenaga ahli. "Tidak adanya regenerasi SDM karena kurang dana. Namun, sekarang kita mulai rekrut SDM baru lagi," kata dia.

Menurut Soewoko, harga sebuah kapal yang dibuat PT PAL Indonesia minimal US$ 220 juta per unit.

Ia mengatakan, Filipina sudah memesan satu kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) ke PT PAL Indonesia. "Namun pembangunan kapal ini nanti, 70 persen komponennya tetap diimpor," kata dia.

Kapal jenis LPD digunakan untuk angkut peralatan perang seperti senjata, amunisi dan tank dan panser.

Soewoko meminta TNI dan Polri agar percayakan kepada PT PAL Indonesia untuk membuat kapal untuk kepentingan pertahanan. "Pihak swasta juga kita minta pesanlah kapal ke PT PAL Indonesia," kata dia.

Menurut Soewoko, sejak berdiri tahun 1980, PT PAL Indonesia bertugas bangun kapal TNI termasuk Polri, bangun kapal sipil, perawatan umum dan perawatan kapal. [E-8]


• Suarapembaruan
[Read More...]


PANDI Akan Menambah Domain Baru, biz.id dan my.id



Domain .id selama ini belum diminati pengguna internet Indonesia dibandingkan domain .com

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan mengeluarkan second level domain baru biz.id dan my.id pada 2012. Ketua PANDI Sigit Widodo mengaku domain baru tersebut dibuat untuk mewadahi pengguna Internet di Indonesia yang makin beragam dan menginginkan alamat domain yang lebih spesifik serta disesuaikan dengan bidang perusahaan masing-masing.

"Selama ini ada dua pasar yang ingin kami garap, yaitu segmen usaha kecil menengah (UKM) dan para blogger. Rencananya mulai Januari 2012," kata Sigit dalam pers conference di Hotel Aston Rasuna Jakarta, Rabu (2/11/2011).

Kedua segmen tersebut dianggap penting karena jumlah UKM dan blogger meningkat luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Khusus untuk UKM, PANDI ingin menyasar UKM untuk yang belum bisa memenuhi legalitas hukum atau masih untuk wirausaha pemula.

Selain itu, lanjut Sigit,domain baru itu ingin memberikan sisi keamanan dalam hal data. Uniknya, dua nama domain baru tersebut bisa digunakan untuk pendaftar di luar Indonesia karena bisa lebih bersifat personal, terutama untuk domain my.id.

Namun, proses PANDI untuk membuat domain biz.id dan my.id masih mendapat kendala. Pasalnya, nama registry domain Indonesia yang tercatat di IANA dan ICANN (lembaga yang mengatur nama domain dan alamat Internet Protocol atau IP di dunia), adalah Budi Rahardjo selaku pengelola ccTLD.id sebelumnya. Jadi hak pembuatan second level domain baru .id ada di tangan Budi Rahardjo, oleh karena itu PANDI tidak atau belum bisa mendaftarkan domain biz.id dan my.id.

Untuk itu, PANDI kini sedang mengajukan proses untuk mendaftarkan registry secara penuh ke ICANN dan IANA. "Harapannya bisa terwujud secepatnya," kata Sigit menambahkan.

PANDI selama ini mengelola nama domain Indonesia seperti co.id, web.id, net.id, or.id, ac.id, sch.id, go.id, dan mil.id.


• KOMPAS

[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri