ISENG BLOGER

Telkom menangkan tender di Myanmar



Telkom menangkan tender di MyanmarPT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk (TLKM) berhasil memenangkan tender pengelolaan jaringan internasional (international network) di Myanmar melalui Kota Mumbai, India.

Direktur Utama Telkom, Arief Yahya mengatakan, pemerintah Myanmar akhirnya memberikan kepercayaan kepada perseroannya untuk berpartisipasi dalam modernisasi jaringan Information and Communication Technology (ICT) di negara berpenduduk 60 juta jiwa tersebut.

"Kepercayaan yang diberikan pemerintah Myanmar tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran Telkom Myanmar dan ini akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Telkom dapat disejajarkan dengan operator internasional lainnya," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/7/2013).

Pihaknya optimis dapat menjadi mitra terpercaya pemerintah Myanmar dalam pembangunan infrastruktur teknologi informasi di negara tersebut. Ditegaskan Arief, kemenangan ini merupakan wujud komitmen Telkom mengembangkan bisnis di Myanmar dan dia percaya bahwa Myanmar memiliki potensi bisnis bagus ke depannya.

"Melalui kepercayaan ini, kami membuktikan keseriusan Telkom untuk menggarap bisnis di Myanmar. Bahkan saat ini Telkom telah membuka representative office di sana," jelas Arief.

Hingga saat ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pelayanan jasa telekomunikasi tersebut telah melebarkan sayap bisnisnya di sejumlah negara, diantaranya di Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia dan Singapura. Dalam waktu dekat ini, Telkom akan masuk ke negara Asia lain dan Timur Tengah.(izz)


  Sindo 
[Read More...]


Kaya Uranium dan Plutonium, Babel Calon Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir



http://images.detik.com/content/2013/07/30/1034/nuklirdalam.jpg
Ilustrasi PLTN
Jakarta - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) telah melakukan penelitian terhadap beberapa daerah calon lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Hasilnya Provinsi Bangka Belitung (Babel) adalah daerah paling siap untuk dibangun PLTN.

Menteri Riset dan Teknologi Gusti M. Hatta menjelaskan, pihaknya hanya melakukan penelitian-penelitian, kemudian setelah itu hasil kajian tersebut diserahkan ke Kementerian ESDM dan PLN untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Kajian di Babel sudah selesai, kita serahkan ke ESDM untuk nanti diserahkan pada PLN atau swasta. Tugas kita menyiapkan kajiannya saja, di sana bahan banyak, uranium ada," kata Hatta di Kantor kemenristek Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Hatta menyebut, provinsi Babel memiliki kandungan uranium yang sangat besar, sehingga dijadikan daerah yang paling siap untuk dibuat PLTN dengan kapasitas 200 Megawatt. "Di sana bahannya banyak, uranium, dan plutonium banyak," katanya.

Selain itu, Hatta melanjutkan pembangunan PLTN di Babel bisa menghidupkan roda pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Mulai dari sektor pendidikan hingga ke lapangan pekerjaan.

"Kami di Babel tidak sekadar meneliti, kami juga menyekolahkan warga. Jadi mereka di sana tidak hanya jadi penonton," tegasnya.

Hatta juga mengatakan dalam kesempatan itu, PLTN tersebut harus dibangun segera, mengingat cadangan minyak Indonesia akan habis dari waktu ke waktu. Sehingga perlu adanya bahan bakar lain untuk menghidupkan listrik.

"Sekarang mungkin masih bisa mengandalkan batubara, tapi kan tidak bisa terus-terusan. Batubara itu ada pencemaran, sementara PLTN relatif bersih. Dan 10 tahun lagi cadangan BBM juga akan habis," kata Hatta.(zul/hen)


[Read More...]


Kapan RI Punya Industri Mobil Listrik yang Besar?



http://images.detik.com/content/2013/07/30/1036/121343_mobillis.jpegJakarta - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) bermimpi Indonesia bisa memiliki industri mobil listrik yang besar pada tahun 2020. Tak hanya industrinya saja, namun pada tahun 2020, 100% komponen bisa dihasilkan di dalam negeri.

Menteri Kementerian Riset dan Teknologi, Gusti M Hatta menjelaskan, tidak mudah untuk mengembangkan mobil listrik hingga skala industri yang besar, termasuk tingkat kandungan dalam negeri untuk komponen-komponennya.

"Kami kategori mobil listrik itu ada 9 tahap. Dari awal sampai nanti produksi industri itu yang tahap ke 9," kata Gusti saat ditemui di Kantor Kemenristek, Gedung BPPT, Selasa (30/7/2013).

Saat ini, Gusti mengatakan, pengembangan mobil dan bus listrik di Indonesia baru memasuk tahap ke 7 dan menuju tahap 8. Yang mana tahap ke 7 ialah pengujian mobil listrik langsung di lapangan. Sementara untuk komponen masih banyak yang harus diimpor.

"Kita baru di level 7, mau masuk ke 8. Jadi level 7 itu pengujian di jalan sebenarnya. TKDN-nya bervariasi, ada yang 30%, 60%," kata Gusti.

Dengan demikian, dia menargetkan pengembangan mobil listrik hingga ke tahap 9 atau skala industri yang besar akan tercapai di tahun 2020.

"Kira-kira tahun 2020. Masih lama ya," katanya.(zul/dru)


[Read More...]


Ilmuwan Kita Tahunya Meneliti, Tak Tahu Menjual



http://images.detik.com/content/2013/07/30/1036/menristek2.jpgJakarta - Sejumlah lembaga penelitian obat tradisional atau jamu dimiliki oleh pemerintah. Namun produk-produk yang dihasilkan lembaga penelitian ini belum bisa dipasarkan. Pemerintah meminta pengusaha jamu membantu menjualnya.

Karena itu, Kementerian Riset dan Teknologi menggandeng Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional untuk membantu menjual temuan-temuan jamu dan obat tradisional ini.

"Harus ada yang menjembatani, selama ini publikasi temuan ilmuwan kita kurang. Mereka tahunya neneliti. Harus ada yang bantu menjual," kata Menristek Gusti Muhammad Hatta di acara MoU dengan Pengusaha Jamu di kantor Kemenristek, Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Gusti menambahkan, saat ini ada sekitar 12 Pusat Unggulan Iptek yang dibina oleh pemerintah, namun hanya ada 3 yang telah diresmikan. Sedangkan 2 PUI akan diresmikan tahun ini.

"Saat ini ada 12 lembaga kita bina, tahun ini mungkin bisa kita tetapkan 2 PUI lagi. Pengembangan pusat riset penting karena menghasilkan produk dari hulu-hilir, ada nilai tambah, kita menguasai teknolog, sekaligus kita membuka kesempatan kerja," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Charles Saerang mengatakan, pihaknya akan berkontribusi dengan membantu penelitian yang dilakukan. Untuk tahap awal, pihaknya akan menanamkan investasi Rp 1 miliar dalam mendukung satu jenis jamu dari IPB tersebut.

"Sekarang ini pasar jamu mencapai Rp 13 miliar. Kalau saya bisa bantu Rp 1 miliar sampai jadi barangnya siap dijual, kan saya yakin bisa jual Rp 4 miliar," kata Charles.

Dari data Gabungan Pengusaha Jamu, penjualan jamu terus meningkat setiap tahun. Pada 2010 mencapai Rp 7,2 triliun, lalu naik menjadi Rp 13 triliun tahun lalu. Sayangnya, pangsa jamu baru 30 persen dari total konsumsi obat nasional.(zul/dnl)


[Read More...]


PT DI Pasok Komponen Tersulit dan Mahal untuk Pesawat Airbus 380



http://images.detik.com/content/2013/07/30/1036/airbus.jpgJakarta - BUMN industri penerbangan, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sangat diperhitungkan di dunia internasional sebagai produsen pemasok komponen maupun pembuat pesawat terbang dan helikopter.

BUMN yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat ini juga menjadi pemasok komponen-komponen pesawat dan helikopter penting untuk pabrik pesawat Airbus, European Aeronautic Defence and Space Company (EADS). Misalnya PT DI sudah rutin memasok komponen penting untuk pesawat super jumbo Airbus 380 (A380).

"A380 kita pasok komponan in board leading edge. Itu komponen di sayap. Istilahnya di ketiaknya. Itu komponen sulit dan mahal," ucap GM Marketing PT DI Arie Wibowo saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (30/7/2013).

Selain pesawat A380, PT DI juga memasok berbagai jenis komponen untuk pesawat A320 hingga helikopter Eurocopter tipe ec725/225 untuk bagian air frame-nya.

"Kita jadi tier 1 yakni langsung memasok ke pengguna. Ini dikontrol oleh Airbus langsung," terangnya.

Kerjasama ini telah dimulai sejak tahun 2002. Arie menjelaskan hingga saat ini PT DI masih menjadi pemasok utama untuk beberapa komponen pesawat dan helikopter ke perusahaan induk Airbus.

"Itu kontrak jangka panjang. Dari tahun 2002 sampai sekarang," terangnya.(feb/hen)


[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri