ISENG BLOGER

Klasemen ISL Tanggal 2 Agustus 2013



Klasemen Terbaru ISL 2 Agustus 2013 | Klasemen Liga Super Indonesia Tgl 2/8/2013 | Klasemen Sementara ISL 2 Agustus 2013 - Klasemen Terbaru ISL 31 Juli 2013 | Klasemen Liga Super Indonesia Tgl 31/7/2013 | Klasemen Sementara ISL 31 Juli 2013 - Menjadi bagian penting dari perjalanan kompetisi sepakbola tanah air adalah salah satu wujud cinta seorang suporter kepada kemajuan persepakbolaan nasional. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengans elalu memberi informasi terupdate kepada pengunjung blog ini.

Dan yang terbaru kali ini adalah update klasemen Liga Super Indonesia hari Jum'at setelah tadi malah satu laga bigmatch ISL digelar di Samarinda antara Persisam vs Arema. Berikut ini daftar klasemen ISL tanggal 2 Agustus 2013 untuk anda yang cinta bola nasional.

1. PERSIPURA 30 (+57) 73
2. AREMA INDONESIA 30 (+34) 53
3. PERSIB 29 (+29) 56
4. SRIWIJAYA FC 30 (+4) 56
5. MITRA KUKAR 29 (+8) 54
6. BARITO PUTERA 30 (+12) 59
7. PERSIRAM 30 (+5) 41
8. PERSISAM 30 (+2) 41
9. GRESIK UNITED 29 (-3) 40
10. PERSEPAM MU 31 (-10) 37
11. PERSELA 31 (+6) 35
12. PERSIJA 29 (-3) 35
13. PERSIBA BALIKPAPAN 30 (-8) 33
14. PERSITA 30 (-16) 31
15. PERSIWA 29 (-18) 30
16. PELITA BANDUNG RAYA 28 (-11) 26
17. PERSIDAFON 30 (-26) 26
18. PSPS 30 (-60) 17
[Read More...]


Hasil Skor Akhir Pertandingan Persisam vs Arema ISL 1 Agustus 2013



Skor  Persisam vs Arema | Skor Akhir  Persisam vs Arema tgl 1/8/2013 | Hasil Akhir  Persisam vs Arema - Kemenangan di laga tur Borneo akhirnya diraih tim Singo Edan kala dijamu tim Pesut Mahakam di Stadion Segiri di Kota Samarinda tadi malam. Pertandingan yang juga tayang live di tvOne ini berakhir dengan skor 2-3 untuk tim tamu.

Arema memang sudah unggul lebih dulu di babak pertama melalui gol pemain muda mereka Ishak Maulana di menit ketiga. Jelang akhir babak pertama baru tuan rumah bisa menyamakan skor melalui gol Ferdinand Sinaga.

Memasuki babak kedua, Cristian 'el loco' Gonzales membuktikan ketajamannya dengan memborong dua gol tambahan untuk Arema masing pada menit ke 49 dan 68. Arema unggul 3-1 sebelum Lancine Kone memperkecil kekalahan Persisam pada menit 77.

Hingga pluit akhir dibunyikan wasit, hasil pertandingan Persisam vs Arema tetap bertahan di skor 2-3 untuk Singo Edan dari Malang. Dengan tambahan tiga poin, kini Arema berada di peringkat kedua klasemen dengan raihan 39 poin. Sedangkan Persisam yang kalah harus puas berada di peringkat delapan dengan 41 poin.
[Read More...]


Mahasiswa UI Raih 7 Penghargaan di Belanda




Ilustrasi Beasiswa UI ke BelandaDen Haag - Sebanyak tujuh mahasiswa Universitas Indonesia (UI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang The European International Model United Nations (TEIMUN) di The Hague, Belanda.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (1/8) disebutkan, tujuh penghargaan yang diperoleh delegasi UI yang dipimpin Gea Larissa Kuncoro (FISIP UI) itu yakni, Honorable mentions of the General Assembly oleh Okky Oktaviani (FISIP), Best delegate dalam United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) oleh Anbar Jayadi (FH), Best delegate dalam United Nations Security Council oleh Gea Larissa Kuncoro (FISIP) dan Benjamin Harahap (FH), Outstanding Delegate dalam European Council oleh Terry Muthahahari (FISIP), dan Outstanding delegate dalam Ecosoc oleh Boy Al Idrus (FH).

TEIMUN 2013 diikuti lebih dari 300 peserta dari 80 negara seperti Belanda dari Leiden University dan Groningen University, Belgia, Mesir, Australia, dan Jerman. Delegasi UI berhasil menyandang gelar juara umum sama seperti pada 2011 dan 2012 lalu.

TEIMUN merupakan forum internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk memperluas wawasan tentang pola kerja organisasi internasional seperti PBB dan NATO. Mereka harus memainkan peran mereka sebagai diplomat dari berbagai negara dan membahas isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan di dalam PBB baru-baru ini.

Sebagai contoh, salah satu isu yang diperbincangkan di dalam General Assembly di TEIMUN tahun ini adalah “The role of Media in Changing World”. Isu ini menyentuh keputusan beberapa negara untuk melakukan sensor terhadap beberapa media di negara mereka. Dan juga alasan mengapa beberapa negara tersebut melakukan sensor terhadap media mereka yaitu karena untuk melindungi warga negaranya.

Okky Oktaviani, yang juga mahasiswi komunikasi UI yang kebetulan mendapat peran sebagai delegasi dari Swedia ikut berperan besar dalam pembuatan resolusi General Assembly mengenai isu ini.

Menurut Okky, Swedia merupakan negara yang memiliki kebebasan pers yang patut di contoh oleh negara-negara lain. Sebab, Swedia menjunjung tinggi Hak Asasi dari warga negara-nya yaitu untuk dapat mengekspresikan opini dan pendapat mereka termasuk di dalamnya untuk memperoleh informasi dalam berbagai bentuk tanpa intervensi dari siapapun.

Kebebasan pers di dalam suatu negara juga merupakan salah satu bentuk legitimasi dari suatu pemerintahan yang demokratis dari warga negaranya. Sebab, jika warga negara dapat mengungkapkan pendapat mereka tentang pemerintahannya dan dapat mengkritisi pemerintahnya tanpa merasa terancam, maka demokrasi benar-benar dijunjung tinggi di negara tersebut. Tentu saja, kebebasan mengungkapkan pendapat tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab. Oleh karena itu, suatu negara perlu membuat badan independen yang mengurusi masalah pers mereka sebagai self-regulatory body seperti Dewan Pers di Indonesia


[Read More...]


Jembatan Kelok-9 selesai 100 persen



Padang - Jembatan layang Kelok-9 rute Payakumbuh--Pekanbaru digunakan pada arus mudik dan balik Lebaran 1434 Hijriah, guna mengatasi terjadinya kemacetan di rute tersebut.

Pertanda dibolehkan dilintasi jembatan layang Kelok-9 itu, maka digelar pembukaan awal, Rabu siang, dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, anggota Komisi V DPR-RI Mulyadi, Dirjen Bina Marga Kementrian PU, Djoko Murjanto, Kepala Balai Besar Jalan Nasional, Mauarsas Panjaitan, Wakil Bupati Limapuluh kota serta sejumlah pejabat provinsi.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, bahwa saat ini pembangunan jembatan layang Kelok-9 sudah bisa dikatakan selesai 100 persen, maka guna mengatasi kepadatan dibolehkan untuk dilintasi.

Kendati demikian, saat sekarang tinggal beberapa yang perlu di lengkapi di antaranya rambu-rambu dan perizinan, tapi untuk jalur mudik saat ini sudah bisa digunakan.

Namun, pasca Lebaran nanti jalan tersebut akan kembali di tutup lagi selama sepekan, guna melengkapi segala kekurangan dan pengurusan izin pakai.

Gubernur menambahkan, rencananya peresmian jembatan layang yang merupakan asli karya anak bangsa itu oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Terkait, ada bersamaan dengan beberapa kegiatan nasional digelar di Sumbar pada September dan Oktober mendatang seperti, kegiatan Tehnologi Tepat Guna (TTG) dan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat nasional.

Menurut dia, kehadiran jembatan layang Kelok-9 bagi Sumatera Barat merupakan sebuah kebanggaan dan menjadi salah satu monumen keindahan alam Minang dalam sektor transportasi.

Jalan itu bukan saja dapat memudahkan jalur perekonomian Sumatera Barat ke daerah tetangga (Riau, red), tapi merupakan kekuatan baru dalam menunjang dunia kepariwisataan Sumbar ke depannya.

Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Mulyadi mengatakan, jembatan layang kelok sembilan yang telah dimulai pembangunannya sejak 2003 lalu, merupakan salah satu bangunan yang mulai dari tahap perencanaan hingga selesai, merupakan hasil buah karya anak bangsa.

Namun sangat disayangkan, bangunan yang hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp600 miliar harus memakan waktu yang cukup lama.

Padahal, tambah dia, untuk pembangunan jembatan Suramadu yang dananya sampai menelan triliunan rupiah, dapat selesai dalam kurun waktu selama lima tahun.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Maruasas Panjaitan mengatakan, bahwa panjang jalan Kelok-9 adalah 959 meter dan memiliki jalan penghubung sepanjang 1.981 meter.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Bina Marga Kementrian PU, Djoko Murjanto menambahkan dengan berfungsinya jembatan Kelok-9, jelas akan memperlancar akses ekonomi lingkar luar Sumatera terutama yang akan menghubungkan Sumbar dengan Riau.

Setelah pembangunan jembatan layang Kelok-9, Sumbar juga tengah bersiap untuk pembangunan terowongan dan jembatan Ngarai Sianok.


  Antara 
[Read More...]


Mengapa Penjarahan Minyak Pertamina Marak di Sumsel?



Pertamina memilih mematikan aliran minyak di pipa.

Perusakan Pipa oleh Warga
Surat Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukham) tertanggal 13 Agustus 2012 yang meminta Polri melalui Kapolda Sumatera Selatan membentuk tim terpadu menertibkan aksi pencurian minyak (illegal tapping) di jalur pipa Tempino-Plaju ternyata tidak efektif.

Pertamina, selaku pemilik pipa, lebih memilih untuk mematikan aliran minyak yang baru dioperasikan selama seminggu tersebut pada 23 Juli 2013 lalu sebagai langkah darurat. Dalam seminggu, rata-rata losses selama sepekan operasi komersial pipa tersebut telah mencapai 18 persen dari rata-rata penyaluran 12 ribu barel per hari.

Apabila dilihat trennya, losses cenderung meningkat dari semula hanya 4,45 persen pada hari pertama hingga terakhir sempat mencapai 39,5 persen. Dalam sepekan, Pertamina telah kehilangan minyak sekitar 17.500 barel atau setara Rp17,5 miliar. Jika kehilangan dihitung dari 1 Januari hingga 23 Juli 2013, nilai kerugian telah mencapai sekitar Rp280 miliar.

Padahal instruksi Menkopolhukham jelas meminta Kapolri memerintahkan Kapolda Sumsel sebagai leading sector membentuk tim terpadu untuk merumuskan dan melaksanakan operasi penertiban, pengamanan dan penegakan hukum dengan pendekatan persuasif dan humanis. Didukung oleh Mabes Polri dan Panglima TNI melalui Pangdam II/Sriwijaya.

Manajer Humas Pertamina EP, Agus Amperianto, menjelaskan Kasus sabotase aset negara dengan cara pencurian minyak mentah Pertamina di jalur pipa Tempino-Plaju Sumatera Selatan telah terjadi sejak 2007 lalu dan terus meningkat hingga puncaknya Juli 2013. "Kita sudah laporkan pencurian ke aparat keamanan, namun penindakan lemah sehingga para pencuri semakin berani karena merasa di-back-up oleh oknum aparat," katanya saat dihubungi VIVAnews, Selasa 30 Juli 2013.

Pertamina EP menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Kapolda Sumatera Selatan untuk meningkatkan keamanan objek vital nasional (Obvitnas) termasuk jalur pipa Tempino-Plaju yang merupakan aset negara. Kesepakatan ini menginduk dari MoU yang telah dilakukan Kapolri dengan Dirut Pertamina beberapa waktu lalu.

Pertamina EP telah menemukan berbagai bukti penjarahan melalui illegal tapping yang massif dan terorganisasi sehingga MoU ini diharapkan dapat menindak hukum hingga ke akarnya termasuk penindakan ke oknum aparat keamanan yang melindungi aksi pencurian tersebut.

Penghentian operasi pipa Tempino-Plaju berkapasitas 12 ribu barel per hari ini menyebabkan pasokan minyak mentah menuju kilang pengolahan (refinery) Plaju turun 25 persen. Hal ini menyebabkan Sumatera terancam krisis BBM sehingga karyawan unit kilang memutar otak dengan menurunkan pasokan setiap daerah untuk memastikan pasokan BBM tetap berjalan.

Menurutnya, minyak mentah hasil curian tersebut ditampung di kilang ilegal untuk selanjutnya diolah menjadi BBM dan dijual ke industri pertambangan dan sisanya dijual eceran. "Padahal industri dilarang membeli BBM ilegal ini dan ini bukan tugas Pertamina menertibkan," katanya.

Direktur Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Minyak dan Gas (SKK Migas) Sumatera Selatan, Setia Budi, menjelaskan aktivitas illegal tapping ini kian marak pada 2013. Catatannya, kasus pencurian tercatat 810 kali pada 2012. Sedangkan, catatan per 1 Januari-25 Juli 2013, kasus pencurian minyak telah terjadi 589 kali.

Para pelaku, Budi melanjutkan, dalam melakukan penjarahan ini berpindah-pindah lokasi. "Biasanya dilakukan di malam hari, tapi puncaknya pencurian minyak di Juli ini itu tanggal 22 kemarin, losses hingga 5.000 barel atau 40 persen dari kiriman per hari," kata Budi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, mendukung langkah Pertamina yang menghentikan distribusi minyak mentah menuju kilang Plaju. Menurutnya, Pertamina baru akan mengoperasikan kembali pipa Tempino-Plaju yang menghubungkan 8 sumur minyak tersebut apabila aparat keamanan berani menjamin keamanan pipa dan mengusut hingga tuntas pelaku pencurian minyak mentah agar tidak terulang kembali.

Ancam lifting nasional

Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, menjelaskan secara jangka panjang aksi penjarahan minyak mentah ini akan mempengaruhi lifting minyak secara nasional. Padahal, saat ini, pemerintah sedang berusaha mati-matian meningkatkan lifting minyak."Jadi, jaminan keamanan bagi aliran minyak mentah ini sangat penting bagi negara."

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, mengaku institusinya sudah babak belur menghadapi pencurian minyak di pipa milik Pertamina sepanjang Tempino-Plaju, Sumatera Selatan.

Bahkan, Kepala perwakilan SKK Migas di Sumatera Selatan telah disomasi oleh mereka karena begitu kerasnya melawan. "Suatu saat saya harus memberikan penghargaan kepada perwakilan SKK Migas Sumsel atas usahanya tersebut," kata Rudi Rubiandini.

Rudi menjelaskan, SKK Migas telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah pencurian minyak. Namun, berbagai usaha dengan menggandeng aparat keamanan ternyata tidak cukup efektif karena pencurian terus saja berlangsung. Ia menilai, maraknya pencurian minyak di Sumatera Selatan karena adanya peraturan daerah yang melindungi kegiatan tersebut.

Mantan Wakil Menteri ESDM ini menjelaskan, aksi pencurian minyak berawal dari masyarakat di sekitar Tempino-Plaju mengelola sumur tua yang sudah tidak ekonomis lagi dan ditinggalkan perusahaan migas.

"Itu mereka kelola, bangun kilang rakyat untuk menyuling minyak dan menjual hasilnya di pinggir jalan,". Namun, sumur minyak tua yang dikelola warga habis. Lalu, mereka tergiur untuk membocorkan pipa distribusi minyak milik Pertamina yang berada tak jauh dari lokasi sumur tua agar tetap dapat mengolah minyak di kilang rakyat.

Maraknya kilang rakyat disebabkan adanya Peraturan Daerah yang dikeluarkan Gubernur Sumatera Selatan yang menyatakan masyarakat boleh mengelola kilang rakyat. Padahal, Perda ini tidak memiliki Undang-undang sebagai dasar aturan.

"Tidak ada UU yang mengamanatkan Gubernur boleh mengatur industri hulu migas. Semuanya dikuasai negara dan pemerintah yang mengatur, beda dengan pertambangan yang diberikan kuasa kepada pemerintah kabupaten," katanya.

Ia telah meminta Gubernur untuk mencabut Perda tersebut sejak tahun lalu namun hingga kini peraturan tersebut masih berlaku.(eh)

[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri