ISENG BLOGER

Gelombang Perairan Indonesia Diprediksi 4-5 Meter



Bandarlampung (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tinggi gelombang laut di perairan Indonesia pada Selasa berkisar 4-5 meter.

Menurut BMKG dalam situsnya, gelombang setinggi 4-5 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Natuna, perairan Kepulauan Anambas, perairan Kepulauan Natuna dan Laut Arafuru bagian barat.

Gelombang laut setinggi itu juga berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung hingga Bengkulu serta Laut Cina Selatan.

BMKG juga memperkirakan gelombang laut setinggi 3-4 meter berpeluang terjadi di perairan barat Lampung hingga Bengkulu, Selat Karimata bagian utara, perairan Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian timur, perairan utara Pulau Bangka, Selat Sunda bagian selatan, dan perairan selatan Jawa Tengah hingga Bali.

Gelombang setinggi 2-3 meter diperkirakan terjadi di Laut Maluku bagian selatan, perairan Kepulauan Sangihe Talaud, Laut Banda bagian utara, Laut Timor, perairan Kepulauan Kai, perairan Kepulauan Aru, perairan Yos Sudarso, perairan selatan Merauke, dan Laut Lepas Biak - Jayapura.

BMKG juga memprediksi gelombang setinggi itu berpeluang terjadi di perairan Pulau Nias, perairan Kepulauan Mentawai, Laut Jawa bagian barat dan timur, perairan Kepulauan Riau, perairan selatan Pulau Bangka , P Belitung, Selat Karimata bagian selatan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, perairan Kepulauan Selayar, dan perairan selatan NTB. (*)(T.H009/P004/R009)


ANTARAnews
[Read More...]


Awal Januari 2011 kota Bandung berlakukan SIAK online



Bandung,(Kominfo-Newsroom) Pemerintah Kota Bandung akan memberlakukan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) secara online mulai 5 Januari 2011, dan untuk kesiapannya kini tengah dilakukan pemutahiran data pada 30 kecamatan di Kota Bandung yang diharapkan dapat rampung pada 30 Desember 2010.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung juga telah menyiapkan tempat perekaman data kependudukan (TPDK) di setiap kecamatan, pemasangan jaringan internet beserta fasilitas pendukungnya, pelatihan SDM petugas, dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Penerapan SIAK online akan menciptakan tertib adminduk, menunjang pelayanan dokumen kependudukan berupa KTP, kartu keluarga dan akta-akta kependukan lainnya, baik akta kelahiran dan akta kematian, dan tidak kalah penting juga data statistik kependudukan,” katanya pada launching implementasi SIAK di Kota Bandung, Senin (27/12).

Manfaat SIAK secara online bagi masyarakat, antara lain proses pembuatan KTP dan KK waktu penyelesaianya lebih cepat, tepat dan praktis. Sedangkan bagi pemerintah, menyediakan data valid baik untuk keperluan pemilu legislatif, pemilu presiden, pemilukada serta data akurat untuk kepentingan perencanaan pembangunan secara menyeluruh.

Penyelenggaraan SIAK secara online, dapat mencegah seseorang memiliki identitas ganda kependudukan. “Siapapun penduduk Kota Bandung yang tidak tercatat dalam database kependudukan, secara otomatis akan ditolak sistem ini,” kata Ema.

Bagi Warga Kota Bandung, tidak terkecuali yang KTP dan KK nya masih berlaku, diingatkan untuk segera menyesuaikan identitasnya sesuai adminduk SIAK online di kecamatannya masing-masing. Penandatangan KTP dan KK sistem ini, kini kewenangannya ada pada Kepala Disdukcapil.

Namun guna mempercepat proses, berdasar Kepmendagri No. 471/1688/MD/2009, tandatangan Kepala Disdukcapil dengan scanner. “Keabsahan harus ada pengesahan paraf Camat, termasuk membubuhkan stampel cap basah,” katanya.

Penerapan SIAK juga, merupakan dasar penerapan nomor induk kependudukan (NIK) Nasional serta penerapan Elektronikal KTP (E-KTP) pada 2012.

Penggantian KTP berbasis NIK Nasional ini termasuk KK, Pemkot Bandung masih memfasilitasi pembiayaannya. Fasilitasi pembiayaan ini dituangkan dalam Perda Kota Bandung Nomor 29 tahun 2009 tentang retribusi pelayanan administrasi kependudukan. Pembuatan KK, KTP, akta kelahiran dan akta kematian tidak dipungut biaya atau gratis

Walikota Bandung H Dada Rosada dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Adminitrasi Pemerintahan Umum, Timbul Butarbutar, menyatakan SIAK dirancang untuk memudahkan input dan pemrosesan data kependudukan dengan berbagai variabel. Infromasi akurat yang dihasilkan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam perumusan kebijakan dan pelayanan publik.

SIAK sebagai sistem adminduk baru, secara spesifik mengelola administrasi kependudukan mendekati akurat dan mencegah terjadinya duplikasi. Namun operasionalisasinya sangat ditentukan ketersediaan prasarana dan sarana memadai, termasuk kemampuan APBD, SDM pelaksana dan prosedur yang terintegrasi diantara stakeholder.

Walikota mengharapkan launching ini menjadi bukti kesiapan Kota Bandung mengelola data kependudukan berbasis teknologi informasi, sedangkan tataran implementasinya diharapkan Kota Bandung benar-benar memiliki dokumen adminduk yang valid juga akurat.

Terlebih ada dampaknya terhadap peningkatan kualitas dan efisiensi pelayanan publik khususnya dibidang adminduk. Dalam arti, mampu memberikan kemudahan dan kepastian bagi siapapun yang membutuhkan. (MC. diskominfo kota bandung/tohir/toeb)


Bipnewsroom
[Read More...]


Gempa Masih Bisa Menggoyang Aceh



INILAH.COM, Jakarta - Enam tahun setelah tsunami Aceh, gempa besar masih bisa muncul. Kestabilan baru bisa terjadi setidaknya 10 tahun mendatang.

Pascatsunami Aceh nyatanya tidak membuat pemerintah sigap menangani bencana. Associate Profesor di Jurusan Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Teuku Abdullah Sanny saat dihubungi INILAH.COM, menyebutkan pekerjaan rumah pemerintah terkait bencana sangat banyak. Apalagi, evaluasi pascabencana tsunami Aceh, 26 Desember 2004, tidak berjalan maksimal.

“Sistem pencegahan dan mitigasi pemerintah diberi nilai lima. Kita masih terkaget-kaget dengan bencana. Tidak dipersiapkan dengan ilmiah bagaimana bangsa Indonesia menghadapi gempa dan tsunami. Kita harus terus menerus belajar karena ini adalah daerah yang sangat rawan bencana. Ini menjadi bagian dari kehidupan,” tegas Sanny.

Setelah gempa Aceh, diakui Sanny, ada kemajuan yang cukup pesat setidaknya banyak sumbangan dan hibah dari Jepang, Jerman dan Amerika untuk membantu peralatan. Padahal sebelumnya peralatan ini sama sekali tidak ada.

Pemerintah sudah mulai sadar, begitu pula masyarakat di seluruh dunia. Indonesia bukanlah daerah main-main karena termasuk di zona api (ring of fire) yang perlu dipantau terus menerus karena lempeng Australia dan lempeng Pasifik terus bergerak. Pergerakannya dari 7 sampai 8 sentimeter per tahun di sepanjang Sumatera.

Setelah enam tahun gempa Aceh, yang perlu diperbaiki adalah zonasi yang lebih detil. Daerah mana saja yang aman untuk penduduk.

Rehabilitasi Aceh, menurut Sanny, belum mampu menuntaskan masalah keamanan dan meminimalisir kemungkinan gempa di masa mendatang. Pemerintah dinilai tidak memenuhi aturan zonasi yang semestinya dilakukan secara ilmiah.

“Kebanyakan, masih tidak menuruti masyarakat. Contohnya, zonasi yang dibentuk di Bapenas tidak diikuti secara tepat oleh para pembangun. Kebanyakan berdasarkan lobi masyarakat. Zona gempa dan tsunami sudah ada. Tapi sayangnya, green belt tidak dijalankan seketat mungkin,” ujar Sanny.

Green Belt adalah jalur hijau yang harus ditanami bakau dan terumbu. Untungnya, Indonesia mendapat sumbangan dari Jepang sehingga dibuat jalur pemecah ombak sepanjang 2 kilometer. Zona bakau juga sudah dibuat. Wilayah Indonesia perlu dibuat hutan buatan untuk menahan energi tsunami hingga 60%.

Kelalaian pemerintah yang lain adalah early warning system (sistem peringatan dini) yang perlu pengawasan berkelanjutan. Tidak hanya itu, pemerintah harus membuat sistem informasi terpadu kepada masyarakat. “Kita belum tahu apakah masyarakat yang dikhawatirkan terkena dampak sudah disosialisasikan soal ini atau tidak,” katanya.

Sanny mengakui masih besarnya kemungkinan terjadi kembeli gempa dan tsunami di Sumatera. “Gempa ada tapi tidak sebesar gempa Aceh. Gempa setidaknya memiliki kekuatan sekitar 6 SR di kawasan sepanjang Simelu, Sumatera. Setidaknya 6,2 sampai 6,5 SR karena energi patahan tidak bisa menurun seketika. Ini berjalan terus sampai menuju kestabilan yang baru,” ujar Sanny.

Kestabilan baru muncul setidaknya 10 tahun mendatang. Distribusi energi dinilai Sanny paling besar di sekitar Mentawai. “Di sepangjang selatan Pulau Sumatera sekitar 7,2 SR hingga 7,3 SR. Di atas 8 SR, kemungkinan itu sangat kecil. Sekitar 1 abad lagi baru bisa muncul”.

Masih banyaknya tugas pemerintah diakui Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi/VSI ESDM Dr Agus Budianto. Namun Agus menyatakan pihaknya sudah menyiapkan beberapa kebijakan untuk mengatasi bencana.

“Pertama melakukan identifikasi peta kawasan bencana. Sebelum tsunami Aceh sebenarnya pemerintah sudah melakukan pemetaan kawasan bencana untuk membuat penataan ruang yang lebih baik. Kita bisa mengurangi kawasan hunian di daerah yang rawan bencana. Sayangnya, ini memang belum maksimal,” ujar Agus Budianto.

Yang kedua menurutnya adalah analisis risiko. Pemerintah melakukan semacam penggambaran secara terperinci apa saja yang akan terjadi di suatu wilayah jika bencana terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan secara optimal.

Ketiga, melakukan pembelajaran dan sosialisasi berdasarkan nilai-nilai yang dipegang oleh daerah masing-masing. “Sebenarnya, tanpa kita sadari, masing-masing daerah memiliki pembelajaran bencana turun menurun yang dianut nenek moyang. Sayangnya, nilai itu yang sering kita lupakan. Kami ingin pemerintah dan masyarakat lokal melakukan sinergi informasi bencana”.

Pemetaan katanya sudah direncanakan sejak 2004, empat tahun sebelum Tsunami Aceh. Identifikasi ini memiliki pembagian skala sekitar satu berbanding 20 ribu hingga 50 ribu. Namun, pemetaan yang lebih terperinci diserahkan kembali kepada pemerintah daerah.

“Pada dasarnya, ini merupakan tugas ESDM. Pemetaan itu ditargetkan selesai pada 2014” kata Agus. Namun, Agus tidak dapat menjanjikan target itu dapat dilampaui dengan baik. “Kami akui kesadaran baru benar-benar muncul setelah tsunami Aceh. Ini adalah kesadaran kolektif. Jadi, masih banyak yang harus dipersiapkan.” [mdr]


Inilah
[Read More...]


Hacker Indonesia Serang Situs Malaysia



Situs Malaysia yang Diretas.

TEMPO Interaktif
, Jakarta - Sejumlah situs Malaysia diserang oleh para peretas Indonesia sejak kemarin. Situs-situs yang beralamat .my itu diserang oleh peretas yang mengaku bernama Kamtiez. Sampai pagi ini situs tersebut masih belum bisa dibuka, seperti situs Sony Music Malaysia yang beralamat http://www.sonymusic.com.my/images/a.txt.

Selain Sony, situs yang beralamat di http://efurniture.com.my/ juga masih diretas. Saat Tempo mencoba pagi ini, dalam situs tersebut terpampang tulisan "hacked by kamtiez" dengan latar hitam. Task bar logo menjadi ikon bendera Indonesia yang berkibar-kibar.

Menurut Irvan Nasrun, praktisi internet dan jaringan, sejumlah situs Malaysia diretas akibat Indonesia ditekuk tiga gol tanpa balas di Stadion Bukit Jalil oleh Malaysia. Para peretas masih geram dengan kekalahan dan "kecurangan" Malaysia. "Mereka ini yang pernah meretas situs Malaysia saat perayaan kemerdekaan Malaysia tahun lalu," kata Irvan saat dihubungi Tempo, Selasa (28/12) pagi.

Pada 31 Agustus 2009, para peretas Indonesia menyerang 116 situs Malaysia tepat di hari Ulang Tahun Kemerdekaan Malaysia yang ke-52. Sebanyak 116 situs milik berbagai organisasi di Malaysia, mulai dari situs departemen pendidikan Malaysia sampai pariwisata berhasil diubah tampilannya oleh para peretas Indonesia.


Berikut daftar situs Malaysia yang diretas sejak kemarin.

http://directory.klang.net.my/
http://efurniture.com.my/
http://food-beverage.com.my/
http://k9.com.my/index.htm
http://blog.realestate.net.my/
http://www.verisance.com.my/manuals/index.htm
http://vmart.skymobile.com.my/osc/images/index.htm
http://galeri.seripekan.edu.my/
http://ari.uitm.edu.my/cache/
http://bin.my/cache/
http://www.sonymusic.com.my/images/a.txt
[POERNOMO GR]


TEMPOInteraktif
[Read More...]


Kominfo Tak Ingin Tragedi Tahun Baru 2007 Terulang



Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Para penyelenggara telekomunikasi diminta untuk terus waspada sampai pergantian tahun 2010 berakhir. Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) pun tak ingin tragedi di pergantian tahun 2006 ke 2007 terulang kembali.

Saat itu, jaringan operator seluler terbesar di Indonesia -- Telkomsel -- mengalami gangguan cukup fatal sehingga tidak berfungsi secara normal karena terjadi kelebihan kapasitas (overload) pada sistem sentral Intelligent Network (IN).

Hal itu, menurut Kepala Humas dan Pusat Informasi Kominfo Gatot S. Dewa Broto, terjadi karena tingginya trafik di sore menjelang malam tahun baru 2007.

"Akibatnya, cukup banyak pelanggan yang tidak dapat melakukan panggilan keluar, pengiriman SMS serta pengisian ulang/pengecekan pulsa," tukas Gatot dalam keterangannya, Senin (27/12/2010).

Nah, jika memori kelam ini terulang saat puncak tahun baru 2011 ataupun dalam kondisi normal sekalipun dan terbukti merupakan kesalahan dan atau kelalaian penyelenggara telekomunikasi, maka Kominfo pun telah menyiapkan hukumannya dengan mengacu pada UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, khususnya Pasal 15.

Pasal itu menyebutkan, atas kesalahan dan atau kelalaian penyelenggara telekomunikasi yang menimbulkan kerugian, maka pihak-pihak yang dirugikan berhak mengajukan tuntutan ganti rugi kepada penyelenggara telekomunikasi.

Kemudian, penyelenggara telekomunikasi wajib memberikan ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kecuali penyelenggara telekomunikasi dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut bukan diakibatkan oleh kesalahan dan atau kelalaiannya.

Maka dari itu, meski saat perayaan Natal kondisi layanan telekomunikasi terbilang lancar, bukan berarti tugas dan tanggung jawab para operator lantas berhenti. Sebab mereka masih harus waspada sampai pergantian tahun.

"Dalam suasana tersebut diperkirakan lonjakan trafik penggunaan telepon, pengiriman SMS dan penggunaan internet akan mengalami peningkatan meskipun tidak setinggi seperti Lebaran," Gatot menandaskan.( ash / rns )


detikInet
[Read More...]


 

Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2012 | Iseng Bloger Converted into Blogger Template by Riyan Apri